detikNews
Kamis 30 Mei 2019, 17:10 WIB

Skandal Zamira Hajiyeva: Bagaimana Rp 297 M Dibelanjakan Tanpa Kecurigaan?

BBC Magazine - detikNews
Skandal Zamira Hajiyeva: Bagaimana Rp 297 M Dibelanjakan Tanpa Kecurigaan?
London -

Zamira Hajiyeva saat ini sedang menghadapi tuduhan Unexplained Wealth Order (UWO), atau kekayaan yang tak bisa dijelaskan, dari lembaga berwenang di Inggris.

Ia menggunakan 54 kartu kredit berbeda, yang semuanya terkait dengan bank tempat suaminya bekerja. Sang suami adalah Jahangir Hajiyev, yang sedang dihukum 15 tahun penjara di Azerbaijan dengan tuduhan penggelapan uang dari bank yang ia kelola.

Zamira menghabiskan sekitar Pound 16 juta (sekitar Rp 297 miliar) di pusat perbelanjaan mewah di London, selama 10 tahun terakhir.

Kini ia menghadapi risiko kehilangan rumahnya seharga Pound 15 juta (Rp 273 miliar) di London serta sebuah lapangan golf di Berkshire, Inggris, apabila ia gagal menjelaskan asal-usul yang legal untuk kekayaannya.

Tahun lalu, BBC dan mitra medianya memenangkan kasus hukum untuk menyebut nama Zamira setelah Pengadilan Tinggi memerintahkan ibu tiga anak ini untuk menerangkan asal-usul kekayaannya yang sulit dijelaskan mengingat penghasilannya hanya bersumber dari bunga tabungan di bank-bank Inggris.

Jika ia tak bisa menjelaskan asal-usul kekayaannya, ia bisa kehilangan propertinya.

Dokumen yang digunakan oleh National Crime Agency (NCA) diungkapkan kepada publik untuk pertama kalinya, memperlihatkan bagaimana Zamira menggunakan uangnya untuk belanja dari hari ke hari.

Zamira yang merupakan penduduk tetap di Inggris tinggal di lokasi yang berjarak lima menit dari pusat perbelanjaan mewah Harrods di London barat.

Ia juga memiliki dua anjungan khusus di tempat parkir pribadi di pusat perbelanjaan itu.

Salah satu kunci yang mengungkapkan soal belanja ini adalah dokumen sebanyak 93 halaman yang dikeluarkan perusahaan kartu kredit bagi pengguna yang menunjukkan loyalitas penggunaan kartu mereka.

Maka terlihatlah bagaimana Zamira berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan paling mewah di dunia itu.

Belanja dimulai

Zamira mulai belanja tak lama sesudah ia menetap di Inggris - sesudah setahun sebelumnya ia diculik dari Azerbaijan.

Ia mulai dengan "sederhana", menghabiskan Pound 842 (Rp 15 juta) untuk buku anak dan Pound 140 (Rp 2,5 juta) untuk parfum.

Sebelum akhir tahun, ia berbelanja di gerai perhiasan Cartier - yang lantas menjadi lokasi favoritnya - tempat ia tercatat menghabiskan Pound 181 (Rp 3,2 juta).

Lantas ia sempat belanja pakaian dari desainer Miu Miu senilai Pound 1.600 (Rp 29 juta), dan Pound 1.539 (Rp 28 juta) untuk sepatu Ferragamo

Bulan Maret 2007, ia kembali ke Miu Miu menghabiskan Pound 10.616 (Rp 193 juta) dengan salah satu dari 25 kartu American Express-nya.

Tahun itu jumlah belanjanya mulai meroket. Mulai muncul pembayaran Pound 66.000 (Rp 1,2 miliar) ke Harrods dan lebih dari Pound 17.000 (Rp 309 juta) untuk barang-barang dari desainer Tom Dixon.

Belanja Zamira Hajiyeva di Harrods Harrods exterior shot
Pusat perbelanjaan Harrods di London, Inggris (Getty Images)


Perhiasan Boucheron: Pound 3,5 juta (Rp 63 miliar).

Perhiasan Cartier: Pound 1,4 juta (Rp 25 miliar).

Barang dari perancang busana Amerika, Dennis Basso: Pound 402.000 (Rp 7,3 miliar).

Sandwich dari Tom: Pound 332.000 (Rp 6 miliar).

(Pengeluaran ini mungkin paduan antara belanja di kafe dan perabot mahal dari desainer Tom Dixon)

Belanja di gerai parfum Harrods: Pound 160.000 (Rp 2,9 miliar).

Total belanja: Pound 16.309.077,87 (sekitar Rp 297 miliar).

Sumber: Dokumen Pengadilan Tinggi

Pada 20 Juni 2008, ia membayar seharga Pound 925 (Rp 16 juta) di gerai pakaian dalam dan kaos kaki.

Satu jam sesudah transaksi itu, gerai Cartier menerima pembayaran sebesar Pound 433.389 (Rp 7,8 miliar).

Masih pada hari yang sama, ia membayar Pound 374 (Rp 6,8 juta) untuk barang yang diidentifikasi sebagai "men's designer".

Beberapa hari kemudian ia kembali menghabiskan Pound 8.387 (Rp 152 juta) untuk barang dari desainer Israel Elie Tahari, dan Pound 847 (Rp 15 juta) untuk parfum.

Pada tanggal 26 Juni ia kembali lagi, dan menghabiskan Pound 17.000 (Rp 309 juta) dalam tiga pembelian di gerai arloji mewah.

Dandan di Disney?

Pembayaran yang mengherankan adalah sebesar Pound 99.000 (Rp 1,8 miliar) ke gerai "Bibbidi Bobbidi Boo" sebuah butik milik Disney yang ketika itu hanya berada di Harrods.

Tak jelas untuk apa pembayaran ini, mengingat butik ini mengenakan biaya Pound 1.000 (Rp 18 juta) per jam untuk mendandani anak-anak menjadi seperti pangeran atau putri raja.

Pada hari yang sama, ia juga menghabiskan Pound 160.000 (Rp 2,9 miliar) di gerai perhiasan mewah Boucheron.

Tidak seluruh belanja dilakukan untuk dirinya sendiri. Ia menghabiskan Pound 1.371 (Rp 24,9 juta) untuk membungkus hadiah (dari keseluruhan belanja Pound 6.200) dan secara rutin belanja barang mewah untuk laki-laki.

Ia juga berbelanja Pound 250.000 (Rp 4,5 miliar) di bagian anak-anak di Harrods yang sangat eksklusif di mana barang-barangnya tak tersedia di tempat lain di dunia.

Jumlah keseluruhannya adalah Pound 16.309.077,87 (Rp 297 miliar) di Harrods antara 29 September 2006 hingga 14 Juni 2016 - dan hampir Pound 6 juga di antaranya terkait langsung dengan 35 kartu kredit yang dikeluarkan oleh bank di mana suaminya dituduh melakukan penggelapan. Ujung-ujungnya ia menggunakan 54 kartu kredit.

Apakah Harrods curiga?

Dalam pernyataannya di pengadilan penyelidik keuanganNCA Nicola Bartlett mengatakan pengeluaranZamiraHajiyeva ini "signifikan" di tengah tuduhan penggelapan yang dilakukan suaminya di International Bank of Azerbaijan dengan mengeluarkan kartu kredit kepada anggota keluarga, yang ujung-ujungnya tak pernah dibayartagihannya.

Apakah hal ini menjadi perhatian bagi pusat perbelanjaan Harrods?

Kepada BBC, Harrods mengeluarkan pernyataan bahwa mereka "membantu dan sepenuhnya bekerjasama dengan penyelidikan" serta "bekerja sekuat tenaga" dalam menerapkan kebijakan anti-pencucian uang yang ketat.

"Kepatuhan dan ketaatan Harrods kepada kebijakan anti pencucian uang merupakan prinsip dasar dari operasi perusahaan," kata juru bicara mereka.

Rumah Zamira Hajiyeva di London Barat, berjarak selemparan batu dari Harrods
Rumah Zamira Hajiyeva di London Barat, berjarak selemparan batu dari Harrods (Getty Images)


Target utama NCA bukanlah belanja di Harrods melainkan rumah Zamira di London dan lapangan golf di Berkshire - keduanya akan disita seandainya Zamira tak bisa menjelaskan sumber kekayaannya secara legal.

Rumah Zamira berlokasi di Knightsbridge, dibeli bulan Desember 2009 oleh sebuah perusahaan bernama Vicksburg Global Inc seharga Pound 11,5 juta.

Perusahaan yang beralamat di British Virgin Islands ini terkait dengan Zamira.

Direktur perusahaan itu adalah seorang warga Azerbaijan bernama Elmar Baghirzade.

Zamira Hajiyeva
Zamira Hajiyeva menolak semua tuduhan terhadapnya (BBC)


Ketika Zamira melamar untuk menjadi penduduk Inggris melalui jalur investor kekayaan jalur yang biasanya dipakai oleh orang-orang super kaya, NCA mengatakan ia tak menyediakan bukti tentang penghasilannya yang mandiri.

Sebagai pendukung aplikasi, ia membeli obligasi pemerintah senilai lebih dari Pound 1 juta pada bulan Agustus 2010. Menurut catatan pengadilan, sumber dana untuk pembelian ini didapatkan dari suaminya.

Lima tahun suaminya memberi jaminan bahwa Zamira memiliki dana yang cukup untuk diberi status penduduk tetap. Namun beberapa bulan kemudian sang suami ditangkap dengan tuduhan penggelapan dari bank yang ia kelola.

Zamira berulang kali membantah tuduhan-tuduhan terhadapnya dan sedang melakukan banding terhadap tindakan NCA. Ia juga sedang melawan upaya ekstradisi dirinya ke Azerbaijan, di mana pengadilan telah menunggunya.


(nvc/nvc)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed