Mereka merupakan bagian dari 100 anak anjing laut yang ditemukan dalam kondisi kelaparan di sebuah peternakan terpencil di Kota Dalian, China, Februari lalu.
- Frustrasi, anjing laut kawini penguin
- Anjing laut tersesat ke daratan Inggris barat
- Fakta di balik kesedihan hewan
Namun demikian, sebanyak 39 ekor anak anjing laut tutul tidak dapat diselamatkan.
Anak-anak anjing laut itu diambil paksa dari alam oleh para pedagang untuk dijual kepada pemilik penangkaran dan tempat-tempat komersial, kata Humane Society International.
Sejauh ini delapan orang tersangka telah ditangkap terkait perburuan anak anjing laut.
Setelah polisi berhasil menemukan mereka pada 11 Februari, 61 ekor anak anjing laut yang selamat kemudian dikirim ke institut kelautan di kota Dalian, Provinsi Liaoning, China.
Kawanan anjing laut itu dalam kondisi sangat lemah ketika mereka ditemukan, sebagian karena mereka ditangkap pada usia belia dan belum disusui, ungkap media pemerintah China, Beijing Youth Daily.
Setelah melalui proses perawatan di pusat kelautan, kelompok pertama anak anjing dianggap cukup sehat untuk dilepaskan kembali ke alam liar.
Pada 11 April lalu, 24 anjing laut dibebaskan ke perairan di sekitar Kota Dalian.
Anak-anak anjing yang tersisa masih harus menunggu sedikit lebih lama, tetapi 37 ekor terakhir telah dilepaskan pada Jumat, 10 Mei lalu.
Semua anak anjing laut itu kini dilengkapi piranti GPS sehingga keberadaan mereka dapat dilacak oleh para peneliti, demikian lapor China News Service (ECNS).
Dalam beberapa tahun terakhir, anak anjing laut telah diburu dan dijual ke pemilik penangkaran yang melatih mereka kepentingan pertunjukan, atau ke restoran demi menarik pelanggan, kata Tang Zailin, pegiat kesejahteraan hewan liar Kota Dalian, kepada ECNS.
Anjing laut adalah spesies yang dilindungi di China dan siapa pun yang terbukti melakukan penangkapan satwa liar yang terancam punah dapat dipenjara hingga 10 tahun.
(ita/ita)










































