DetikNews
Sabtu 06 April 2019, 14:59 WIB

Implan Vagina Kontroversial Mungkin Bisa Ditawarkan Lagi di Inggris

BBC Magazine - detikNews
Implan Vagina Kontroversial Mungkin Bisa Ditawarkan Lagi di Inggris
London - Implan Implan berbentuk jala menjadi kontroversi di Inggris. (BBC)

Implan vagina berbentuk jala yang sempat dilarang karena kontroversial, bisa ditawarkan lagi di Inggris dengan serangkaian syarat tertentu, menurut lembaga pengawas kesehatan NICE.

Pemasangan impan tersebut telah menyebabkan beberapa perempuan tidak bisa jalan, bekerja atau berhubungan intim. Implan ini dipasang untuk merawat organ panggul yang longgar dan inkontinensia atau tidak mampu menahan buang air kecil.

Penggunaan implan berbentuk jala ini masih dilarang di seluruh Inggris Raya karena adanya masalah keselamatan.

Menurut NICE, operasi pemasangannya harus dilakukan oleh dokter bedah ahli di pusat spesialis sebelum layanan ini diperbolehkan lagi.

Seluruh contoh pemasangan maupun hasil dari operasi pemasangan implan ini harus dicatat dalam basis data nasional "untuk membantu dalam pembuatan kebijakan di masa depan".

'Mengabaikan perempuan'

Di bawah buku panduan baru, setiap pasien akan menerima "bantuan keputusan" yang merinci seluruh bukti terakhir mengenai perawatan yang tersedia.

Implan ini juga akan digunakan sesudah pilihan nonoperasi - seperti perubahan gaya hidup dan latihan panggul - dianggap gagal.

NICE mengatakan "bukti terbatas" berarti "prevalensi sesungguhnya dari komplikasi jangka panjang sesudah operasi tidak diketahui".

Namun anggota parlemen dari Partai Buruh Owen Smith yang mengepalai kelompok antar partai dalam soal implan vagina ini mengatakan bahwa ia "sangat kecewa".

"Panduan yang diperbarui ini tampaknya mengabaikan pengalaman perempuan yang cedera karena pemasangan implan jala itu, dengan menyatakan bahwa bukti secara jangka panjang tidak memperlihatkan adanya dampak buruk," katanya.

"Ribuan perempuan menghadapi cedera yang bisa mengubah hidup mereka karena pemasangan implan itu dan hal tersebut tidak boleh diabaikan."

Owen menyarankan agar larangan implan diteruskan sampai adanya tinjauan independen yang akan menerbitkan temuan tahun ini.

Hasil studi memperlihatkan bahwa sebanyak satu dari sepuluh pasien bisa mengalami komplikasi termasuk rasa sakit yang kronis dan kesulitan berjalan akibat pemasangan implan ini.

Tak bisa jalan

Jackie Cheetham merasakan sakit setiap hari. Jackie Cheetham merasakan sakit setiap hari. (BBC)

Salah seorang perempuan yang menjadi korban penggunaan implan vagina ini adalah Jackie Cheetham, dari Pickering, North Yorkshire, Inggris.

Setiap hari ia mengatakan "kesakitan seperti disayat" dan rasa sakit ini dimulai sejak 2006 setelah dipasang implan ini sebagai bagian dari operasi karena tak bisa menahan buang air kecil.

Ia sempat berupaya bunuh diri karena dokter sempat mengira rasa sakitnya akibat tekanan kejiwaan.

Satu dari 20 perempuan yang menjawab survei Sling The Mesh, kelompok yang mengangkat pengalaman perempuan yang menjalani implan vagina, merasakan sakit setiap hari.

Setelah hampir 13 tahun, Jackie baru bisa berjalan jauh lagi. Namun ia harus menggunakan tongkat.

Kath Samson, wartawan dari Cambridgeshire. Kath Samson, wartawan dari Cambridgeshire. (BBC)

Kath Sansom, seorang wartawan dari Cambridgeshire, menjalani operasi implan setelah kelahiran anak bungsunya. Hobinya dulu adalah naik sepeda gunung dan penyelam.

Ia langsung kesakitan setelah operasi dan kesakitan kaki dan paha.

Ia mendirikan kelompok Sling The Mesh pada 2015 setelah mengetahui banyak perempuan di seluruh dunia juga mengalami masalah serupa.

Setiap minggu, banyak yang mengontaknya dengan apa yang mereka alami. Grup ini di Facebook telah memiliki lebih dari 7300 anggota.


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed