DetikNews
Jumat 15 Maret 2019, 09:20 WIB

Ada Daging Busuk Menjijikkan di Kantin Sekolah China, Publik Marah

BBC Magazine - detikNews
Ada Daging Busuk Menjijikkan di Kantin Sekolah China, Publik Marah
Beijing -

Salah satu sekolah menengah paling bergengsi di Cina menjadi sasaran kemarahan publik setelah tumpukan makanan berjamur yang kedaluwarsa ditemukan di dapur kantinnya.

Roti berjamur dan daging busuk ditemukan di Sekolah Menengah Chengdu No 7.

Kepada BBC, salah satu orang tua mengatakan makanan itu "bau dan menjijikkan" dan membandingkannya dengan kotoran babi.

Pihak sekolah telah meminta maaf seraya mengatakan sangat "malu" dengan kejadian tersebut.

Skandal keamanan pangan tidak jarang terjadi di Cina dan mereka sering membuat pihak berwenang berjuang untuk meredakan kemarahan publik.

Bagaimana skandal makanan busuk ini bermula?

Skandal itu pertama kali muncul pada Senin (11/3), ketika sekelompok orang tua diundang untuk menghadiri acara penanaman pohon di sekolah tersebut, yang berada di ibu kota Provinsi Sichuan.

Ketika di sekolah, sekelompok orang tua menemukan roti berjamur, daging, serta boga bahari yang busuk di dapur kantin.

Tidak jelas mengapa mereka memilih untuk mampir ke dapur, tetapi satu orang tua yang berbicara kepada wartawan BBC, Lulu Luo, merujuk sebuah insiden awal November lalu di mana banyak anak sekolah menderita sakit perut, sembelit, dan berbagai penyakit lainnya.

Apa yang tampak seperti makanan laut dan daging terlihat di kotak kardus

"[Benda-benda itu terlihat seperti] telah berada di lemari es selama bertahun-tahun, [itu] tampak seperti daging zombie," kata seorang ayah, yang putri dan putranya yang terdaftar sebagai siswa di sekolah itu.

"Saya mencium bau daging babi, itu bau. Ada jahe, yang tampak menjijikkan juga."

Menurut sang ayah, biaya sekolah swasta sebesar 39.000 yuan atau setara Rp82 juta per tahun - sekitar 20 kali lipat dari biaya sekolah negeri.

"Kami bahkan tidak membiarkan anak-anak menyantap sisa makanan di rumah ... Saya menghabiskan puluhan ribu dolar dan anak-anak saya makan kotoran di sana," katanya.

"Saya tidak berani memberi tahu putra bungsu saya ... Saya khawatir dia mungkin tidak berani makan makanan kantin setelah itu. Putri saya mengatakan dia sakit perut. Saya [mengatakan] kepadanya bahwa dia mungkin baru saja selesai berolahraga.

"Hati saya hancur karenanya."

Bagaimana reaksi orang tua?

Sekelompok orang tua berbagi foto di media sosial, yang segera ditemukan oleh orang tua lainnya.

Menurut orang tua yang sama, sekolah segera memindahkan makanan berjamur itu dengan dua truk.

Satu truk dicegat dan dihentikan oleh sekelompok orang tua yang berdatangan ke sekolah untuk memprotes, katanya.

Video yang muncul di media sosial pada Rabu (13/3) menunjukkan ratusan orang tua yang marah menggelar aksi protes di luar gerbang sekolah.

Polisi terlihat menggunakan kekerasan terhadap mereka. Sebuah rekaman video menunjukkan sekelompok polisi membanting seorang pria ke tanah.

Dalam video lain, orang tua terlihat memegangi mata mereka kesakitan, dengan beberapa kantor berita lokal mengatakan polisi menggunakan semprotan merica terhadap mereka.

Polisi Chengdu kemudian mengunggah pernyataan di Weibo yang mengatakan 12 orang telah ditangkap.

Dikatakan para orang tua "sangat mengganggu" lalu lintas dan menghina polisi. Mereka kemudian dibebaskan pada hari yang sama.

"Mengapa mereka harus dipercaya?"

Stephen McDonell, koresponden BBC Cina

Orang-orang di luar negeri kadang-kadang keliru berpikir bahwa tidak ada banyak protes di Cina. Sebenarnya, perbedaan pendapat cukup sering terjadi dan dapat meletus tiba-tiba.

Jika anggota keluarga terluka, terutama ketika berada di bawah perawatan sekolah atau taman kanak-kanak atau rumah sakit, maka masyarakat yang teratur dan tenang dapat berubah menjadi aksi kemarahan yang menjalar ke jalanan.

Obat-obatan yang salah, susu bubuk yang tercemar, penipuan investasi, dan anggapan pelecehan siswa di bawah pengawasan para guru semuanya memicu kemarahan publik yang ditujukan kepada para pejabat yang tugasnya menjaga keamanan masyarakat.

Jika Partai Komunis Cina tidak terlalu khawatir tentang insiden ini, mereka semua bisa menyebabkan runtuhnya kepercayaan publik terhadap sistem.

Jika pejabat lokal bahkan tidak bisa memberikan makan siang anak-anak sekolah yang tidak berjamur, mengapa mereka harus dipercaya?

Apa yang dikatakan sekolah?

Sekolah Chengdu mengeluarkan permintaan maaf, dan mengatakan akan berhenti mengambil makanan dari pemasok saat ini.

Sekolah ini adalah salah satu yang paling bergengsi di Cina dan di masa lalu dinobatkan sebagai salah satu "10 sekolah swasta terbaik di Cina".

Pihak sekolah menyebutkan bahwa mereka yang bertanggung jawab akan ditangani oleh hukum, mengaku "malu" oleh insiden itu dan bahwa itu tidak akan terjadi lagi.

Namun, orang tua yang berbicara dengan BBC mengatakan kasus itu bukan "insiden kecil", mengingat pemasok yang sama melayani "lebih dari 100.000 siswa dari 20 sekolah".

Pemerintah kabupaten Wenjiang - distrik di Chengdu tempat sekolah itu berada - mengeluarkan pernyataan pada hari Rabu yang mengatakan delapan orang yang bertanggung jawab atas keamanan makanan di sekolah sedang diselidiki oleh pihak berwenang.

Dikatakan bahwa 36 siswa dari sekolah telah dirawat di rumah sakit setempat untuk pemeriksaan.

Pemerintah distrik juga mengatakan bahwa makanan mentah akan dikirim untuk pengujian, seraya menambahkan bahwa "investigasi yang komprehensif dan mendalam" akan digelar untuk masalah ini.

"[Kami akan] dengan tegas mengadopsi kebijakan tanpa toleransi. Mereka yang terlibat akan ditangani secara serius," kata departemen pers distrik itu dalam pernyataan di Weibo.

Awal tahun lalu, sebuah sekolah internasional di Shanghai ditemukan telah menyajikan makanan kadaluwarsa kepada para siswanya.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed