DetikNews
Senin 11 Maret 2019, 18:38 WIB

Cara Rakyat Korut Ikut Pemilu Legislatif yang Cuma Punya 1 Pilihan Calon

BBC World - detikNews
Cara Rakyat Korut Ikut Pemilu Legislatif yang Cuma Punya 1 Pilihan Calon Perbedaan pendapat bukan pilihan (Getty Images)
Pyongyang - Warga Korea Utara memberikan suara mereka untuk memilih anggota parlemen, yang merupakan pemilihan umum kedua yang digelar semenjak Kim Jong-un memimpin negeri itu.

Pemungutan suara untuk Dewan Rakyat Agung (SPA) merupakan suatu kewajiban dan tak ada pilihan kandidat di dalamnya. Tak pernah terjadi perbedaan pendapat selama penyelenggaraannya.

Kehadiran pemilih di tempat pemungutan suara hampir selalu mencapai 100% dan kepuasan terhadap sekutu pemerintah tersebut selalu bulat.

Korea Utara adalah negara yang terisolasi dan diperintah oleh dinasti keluarga Kim.

Rakyat negeri itu diwajibkan untuk mengabdi sepenuhnya kepada keluarga tersebut dan kepada pemimpin yang tengah berkuasa.

Bagaimana cara pemungutan suaranya?

Pada hari pemungutan suara, seluruh warga berusia 17 tahun ke atas wajib datang ke TPS dan memberikan suara mereka.

"Sebagai bentuk kesetiaan, Anda diharapkan datang lebih awal, yang berarti akan ada antrean panjang," ungkap seorang pengamat Korea Utara, Fyodor Tertitsky, yang bermarkas di kota Seoul, Korea Selatan.

Saat giliran Anda tiba, Anda akan menerima surat suara dengan hanya satu nama yang terdapat di dalamnya. Tak ada yang harus diisi, tak ada kolom yang perlu Anda contreng. Anda hanya perlu membawa kertas itu dan memasukkannya ke dalam kotak suara yang diletakkan di tempat terbuka.

Ada juga bilik suara di mana Anda bisa memilih sendirian tanpa terlihat orang, namun hal itu akan langsung menimbulkan kecurigaan, menurut sang pengamat.

Secara teoretis, Anda memiliki hak untuk mencoret kandidat satu-satunya itu. Namun, menurut Tertitsky, melakukan hal itu hampir pasti akan membuat Anda diburu polisi rahasia dan Anda kemungkinan akan dinyatakan sakit jiwa.

Bersorak adalah sebuah keahlian kunci yang perlu dikuasai masyarakat untuk merayakan berbagai hal di Korea Utara
Bersorak adalah sebuah keahlian kunci yang perlu dikuasai masyarakat untuk merayakan berbagai hal di Korea Utara (Getty Images)

Setelah Anda meninggalkan TPS, Anda diminta untuk bergabung dengan sekelompok orang yang bersorak di luar untuk mengekspresikan kebahagiaan Anda terkait kesempatan untuk memberikan suara demi kepemimpinan yang bijaksana di negara tersebut.

"Di media-media milik pemerintah, hari pemilu digambarkan sebagai acara yang meriah, dengan orang-orang yang merayakannya di luar TPS-TPS," jelas Minyoung Lee, pengamat dari NK News - laman khusus berita Korea Utara.

Karena memilih adalah suatu kewajiban, maka ajang pemilu juga dijadikan momen sensus penduduk oleh pemerintah untuk memonitor populasi masing-masing daerah pemilihan dan untuk melacak warga yang mungkin telah melarikan diri ke Cina.

Apa kekuasaan yang dimiliki parlemen?

Dewan Rakyat Agung (SPA) adalah sebuah lembaga 'tukang stempel' tanpa kekuasaan apa pun.

Terpilih setiap lima tahun, SPA adalah satu-satunya lembaga legislatif yang ada di Korea Utara.

"Saya tahu media internasional kerap menyaring isi laporan mereka dengan mengatakan bahwa SPA punya 'sedikit' kekuasaan atau pengaruh - tapi itu tidak benar. SPA punya nol kekuasaan," ungkap Tertitsky.

Undang-undang pada kenyataannya disusun oleh petugas partai dan disetujui SPA begitu saja sebagai bentuk formalitas: tukang stempel.

Secara teoretis, parlemen mampu menggulingkan kekuasaan Kim Jong-un
Secara teoretis, parlemen mampu menggulingkan kekuasaan Kim Jong-un (Getty Images)

Hal itu jauh berbeda dari kekuasaan lebih luas yang secara teoretis sebenarnya dimiliki lembaga tersebut. Dua pertiga suara parlemen akan cukup untuk mengubah konstitusi dan jumlah suara mayoritas dapat mencabut kekuasaan Kim Jong-un.

Faktanya, SPA bahkan tidak bertemu secara reguler. Pada sidang pertama, mereka akan memilih dan membentuk badan yang lebih kecil untuk bekerja bagi mereka, sementara anggota dewan yang asli hanya akan berkumpul dalam acara-acara khusus.

Apakah ada beberapa partai yang berbeda di dalamnya?

Anda mungkin mengira hanya ada satu partai tunggal. Namun yang mengejutkan, ternyata terdapat tiga fraksi berbeda dalam parlemen.

Setiap warga Korea Utara berusia di atas 17 tahun diwajibkan memberikan suara mereka dalam pemilu
Setiap warga Korea Utara berusia di atas 17 tahun diwajibkan memberikan suara mereka dalam pemilu (Getty Images)

Partai Buruh, yang dipimpin Kim Jong-un, sejauh ini merupakan partai terbesar, sementara sebagian kursi lainnya diduduki oleh dua partai lain, yakni Partai Demokrasi Sosial dan Partai Chondoist Chongu.

Pada praktiknya, ketiga partai tak memiliki perbedaan. Ketiganya juga bergabung di bawah Front Demokrasi untuk Reunifikasi Korea.

Apa hasil yang diharapkan?

Hasil pemilu tersebut bukan sesuatu yang ditunggu-tunggu, namun hasil itu baru akan diumumkan setelah beberapa hari.

Pertama, biasanya akan ada pengumuman terkait tingkat kehadiran pemilih yang sangat mengesankan. Tahun 2014, angkanya mencapai 99,97%.

Sedikit orang mungkin tak bisa datang ke TPS karena sedang sakit - meski ada lelucon yang menyatakan bahwa di hari pemilu, tak ada orang yang akan mati dan semuanya dalam kondisi sehat.

Langkah berikutnya adalah pengumuman angka hasil pemilu di daerah pemilihan Kim Jong-un, di mana keduanya, baik tingkat kehadiran pemilih maupun dukung politik biasanya mencapai angka 100%.

Yang terakhir, hasil untuk daerah pemilihan lainnya diumumkan. Meski tingkat kehadirannya mungkin sedikit lebih rendah, namun dukungan politik untuk para kandidat di masing-masing dapil biasanya akan mencapai 100%, jika sesuai pemilu-pemilu tahun sebelumnya.


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed