Bandingkan Xi Jinping dengan Winnie the Pooh, Gim Taiwan Picu Kemarahan di China

BBC World - detikNews
Rabu, 27 Feb 2019 01:12 WIB
Jakarta -

Perusahaan Taiwan harus menarik gim yang baru mereka rilis dari kawasan China daratan, setelah para gamers menyadari adanya referensi yang nyaris tersembunyi yang "berisi ejekan terhadap Presiden Cina Xi Jinping", termasuk membandingkannya dengan sosok Winnie the Pooh.

Red Candle Games merilis Devotion, gim horor berlatar Taiwan tahun 1980-an, dalam platform gim Steam pada 19 Februari lalu.

Gim tersebut dengan cepat menjadi viral setelah para pemain menemukan apa yang mereka sebut "telur paskah" dan menyebarluaskannya.

Meski demikian, perbincangan online terkait hal itu kini telah disensor.

"Telur paskah" adalah pesan tersembunyi alias lelucon dalam gim komputer, biasanya ditemukan oleh beberapa pemain yang memerhatikan dengan seksama detil suatu gim.

Red Candle Game telah meminta maaf, dan mengatakan akan mengembalikan uang kepada pemain yang merasa tersinggung.

Taiwan adalah sebuah pulau yang secara de facto merdeka, namun Cina melihat Taiwan sebagai provinsi yang memberontak, dan memaksa agar negara-negara lain tak menjalin hubungan diplomatik dengan mereka.

Presiden Taiwan saat ini telah berselisih paham dengan Beijing tentang masa depan politik negara tersebut. Bulan Januari lalu, Xi Jinping menyatakan bahwa Taiwan "harus dan akan" kembali bersatu dengan Cina.

Pesan tersembunyi

Salah satu telur paskah di gim Devotion adalah sebuah poster berisi tulisan "Xi Jinping" yang bersebelahan dengan tulisan "Winnie the Pooh", dalam gaya penulisan kuno.

Winnie the Pooh telah disensor di mesin pencari dan media sosial di Cina sejak tahun 2017, setelah para blogger mulai membandingkan Xi Jinping dengan karakter buku cerita anak-anak tersebut.

Gamers juga menemukan sebuah koran tua dalam gim Devotion yang merujuk pada seseorang yang pernah dipenjara, dengan nama panggilan "baozi" alias "roti kukus".

"Roti kukus" alias "steamed bun" merupakan istilah sensitif lainnya di Cina, setelah pengguna media social menggunakannya untuk merujuk pada sang presiden dan menghindari sensor pemerintah.

"Sangat tidak profesional"

Red Candle Games memastikan bahwa gim Devotion telah dihapus dari platform Steam China pada tanggal 23 Februari lalu, dan mereka pun mengungkapkan permohonan maaf dan mengatakan bahwa poster dengan referensi Winnie the Pooh tersebut masuk ke dalam gim tersebut tanpa sengaja akibat adanya masalah teknis.

Mereka menyatakan bahwa mereka menyadari beberapa gamers merasa tersinggung akibat gambar tersebut, dan mengatakan bahwa mereka telah menghubungi Steam untuk memastikan bahwa para pemain yang merasa tersinggung dapat mendapatkan kembali uang pembelian gim yang mereka keluarkan.

"Seluruh tim Red Candle Games bertanggungjawab atas kesalahan buruk yang tak profesional ini," ujar mereka dalam sebuah pernyataan hari Senin kemarin. "Bukan visi Red Candle untuk secara diam-diam menyebarluaskan ideologi yang lebih luas, maupun untuk menyerang seseorang di dunia nyata.

"Kami dengan tulus berharap bahwa hal ini diakhiri oleh Red Candle, dan tolong jangan melampiaskannya kepada rekan-rekan kami yang tidak tahu apa-apa."

Wakil Perdana Menteri Taiwan Chen Chi-mai memuji gim tersebut dengan mengatakan "hanya di negara-negara demokratis dan merdeka saja suatu karya dapat terbebas dari berbagai larangan."

Lembaga sensor online Cina, sementara itu, mencoba menghapus referensi-referensi dan pesan tersembunyi dari gim tersebut.

Hasil pencarian kata "Red Candles Game" dan "Devotion" di mesin pencari Cina, Weibo, tak menunjukkan apapun.

What's On Weibo, yang melacak konten dalam situs, menyatakan bahwa sepanjang akhir pekan, unggahan berisi tanda pagar #Devotion mendapat ratusan juta tinjauan.

Namun pada hari Senin, pencarian tagar #Devotion hanya menampilkan empat hasil, di mana tak satu pun berhubungan dengan gim tersebut.

Unggahan yang menyebut judul gim tersebut dalam bahasa Inggris, yang kerap luput dari penyensoran lembaga sensor online Cina, menunjukkan bahwa pengguna internet yang berada di Cina menerima pesan dari Steam yang menyatakan bahwa gim tersebut tak lagi tersedia untuk dimainkan di negara tersebut.

Sementara itu, akun Red Candle dalam platform serupa Twitter versi Cina, Sina Weibo, telah ditangguhkan, untuk mencegah perusahaan tersebut mempublikasikan gim itu di kawasan Cina daratan.

Di Taiwan, di mana media sosial tidak diatur oleh pemerintah, ribuan pengguna media sosial berkelakar tentang 'telur paskah' tersebut.

Beberapa pengguna Facebook mengunggah foto dan gambar bergerak (GIF) karakter Winnie the Pooh, sementara yang lainnya mencetak poster yang dipermasalahkan tersebut.

Bermaingim di Cina

Kejadian di atas memunculkan pertanyaan apakah Steam akan menjadi platform online asing terbaru yang akan diblok di Cina daratan.

Secara teknis, Steam belum mendapatkan ijin resmi untuk beroperasi di Cina daratan, tetapi masih tetap dapat diakses. Sekitar 30 juta orang menggunakan platform itu di Cina.

Platform itu mengijinkan pengguna asal Cina untuk mengunduh dan memainkan gim yang belum mendapatkan otorisasi resmi.

Selama satu dekade terakhir, pemerintah telah melarang sejumlah gim yang kontennya dinilai kental unsur kekerasan atau anti-Cina.

Meski demikian, banyak gim rilisan terbaru yang belum berhasil menembus pasar Cina karena banyaknya gim yang menumpuk bertahun-tahun dan belum dipelajari oleh pihak regulator lokal.

Pejabat regulator media setempat juga baru mengumumkan bahwa mereka untuk sementara tak akan memberikan lisensi baru kepada perusahaan-perusahaan gim hingga tumpukan gim yang belum dipelajari tadi selesai diperiksa.

Alhasil, gim-gim populer seperti PlayerUnknowns's Battlegrounds dan Fortnite, di mana keduanya dirilis sejak 2017 lalu, masih belum mendapat otorisasi di Cina.



(rna/rna)