DetikNews
Rabu 20 Februari 2019, 16:53 WIB

Uniknya Solothurn, Kota di Swiss yang Terobsesi dengan Angka 11

BBC Karangan Khas - detikNews
Uniknya Solothurn, Kota di Swiss yang Terobsesi dengan Angka 11
Bern -

Kota ini punya jam tanpa angka 12, 11 gereja, 11 menara, 11 pintu, 11 macam marmer. Lebih dari 500 tahun, Solothurn telah memupuk hubungan yang unik dengan angka 11.

Pagi hari, tepat pukul 11.00, Therese Sthlin menunggu dalam diam di luar gerbang masuk kota ala barok Solothurn dan mengamati jam.

"Pukul 12.00, kita harus sampai ke jam berangka 11," katanya bersemangat pada saya yang baru datang.

Pukul sebelas adalah waktu yang paling menguntungkan untuk bertemu di kota ini, dia sudah mengirim email beberapa hari sebelumnya, tetapi sama pentingnya bagi kami untuk tidak datang terlambat sampai lebih dari tengah hari. Kami harus bergegas.

Melintasi jembatan di atas Sungai Aare, ia memotong ke kiri di Klosterplatz, melesak melewati gudang besar abad ke-18 bergegas, bergegas ke tempat yang akan mengungkapkan banyak hal tentang sejarah dan obsesi luar biasa sebuah kota dekat Pegunungan Jura Swiss yang kurang terkenal ini.

Agak tersembunyi dari pandangan mata, di tembok barat sebuah bank investasi, ada jam yang terpasang di dinding. Dan itu adalah kunci rasa penasaran yang bahkan orang Swiss sendiri kerap tidak mengetahuinya.

Jam, yang hanya punya angka sampai 11 dan nomor 12 tidak ada, adalah anomali yang membingungkan bagi orang yang lewat tanpa curiga. Tapi jangan salah; itu bukan kecelakaan.

Ketika 11 roda jam berputar untuk membunyikan 11 lonceng, jam logam itu memainkan Solothurner Lied, lagu tidak resmi kota ini. Jam tidak hanya memberi tahu waktu, meskipun dengan cara yang membingungkan. Ini membantu mengungkap pesona kota dengan nomor 11.

Solothurn didirikan oleh bangsa Romawi 2.000 tahun lalu tetapi kini dilupakan oleh banyak orang karena kedekatannya dengan ibukota terdekat Bern. Ini adalah kota yang disibukkan dengan angka 11, entah hanya sebagai penarik perhatian atau murni hasil kebetulan. Ada 11 gereja, 11 kapel, 11 air mancur, 11 menara, dan 11 museum gabungan arsitektur yang menakjubkan.

Bangunan-bangunan ini berkisar dari abad ke-15 hingga saat ini. Beberapa sudah usang dan kuno, beberapa dalam kasus ENTER, satu-satunya museum Swiss yang didedikasikan untuk komputer dan teknologi sangat modern.

Seringnya, pengunjung yang penasaran biasanya mencermati bangunan tertua di kota, yaitu jam astronomi, yang ditata dengan bintang-bintang emas, bola-bola dan sosok raja, ksatria dan tengkorak yang bisa digerak-gerakkan. Tetapi saya ingin menggali lebih dalam.

Sementara itu, Sthlin tidak mengklaim sebagai ahli numerologi melainkan hanya sebagai penggemar berat. Pengetahuannya pada subjek ini berasal dari pengalamannya yang tumbuh dewasa di kota dan kesenangan berbagi pengetahuan sebagai sejarawan.

"Kisah ini tidak akan pernah mati," katanya kepada saya ketika kami melihat jam berangka 11 itu menyelesaikan bunyi loncengnya. "Tapi sekarang, kita harus pergi, Anda masih harus melihat karya numerik kami."

Kami menuju Judengasse, atau Jalan Yahudi, melewati gedung yang dulunya merupakan rumah bagi Perserikatan Pandai Besi satu dari 11 masyarakat abad pertengahan kota. Tak lama dari situ, kami sampai ke tempat yang dibicarakan oleh Sthlin: Katedral St Ursus yang megah, berkilauan di sinar matahari tengah hari.

Getty ImagesGetty Images

Di sini, nomor 11 hidup dalam situs warisan yang luar biasa pada tingkat yang hampir tak terbayangkan.

Katedral dibangun, agak dapat diprediksi, dalam 11 tahun, dan dirancang oleh arsitek Italia Gaetano Matteo Pisoni, yang mendesain bangunan dengan banyak simbol dan tanda. Katedral ini mengisyaratkan beberapa elemen tersembunyi dalam proses pembuatannya, dan juga pada urutan numerik yang akhirnya menambah sesuatu yang jauh lebih kuat.

Berdiri di depan fasad Romawi-nya, yang mengejutkan pengunjung adalah kecemerlangan yang diperhitungkan di balik bingkai katedral. Ada 11 anak tangga, diikuti oleh 11 anak tangga lainnya, lalu 11 anak tangga lainnya.

Ada dua air mancur klasik mengapit tangga satu Gideon dan satu dari iblis bertanduk setan masing-masing dihiasi dengan 11 keran kecil yang meneteskan air untuk menyejukkan panasnya musim panas.

Ada 11 pintu, dengan struktur ketinggian yang dibagi menjadi tiga bagian masing-masing 11m, dan semuanya didominasi oleh menara lonceng setinggi 66m.

"Pisoni kebablasan dengan ide itu," kata Sthlin, seolah masih bingung setelah bertahun-tahun. "Dia diperintahkan oleh pemerintah pada saat itu untuk memasukkan nomor 11. Dan dia melakukannya. Di mana mana. Bahkan salah satu altar terbuat dari 11 jenis marmer. "

Di tempat lain, katedral kota akan riuh dengan obrolan pengunjung. Tapi tidak di sini. Seolah Solothurn telah keluar dari sejarah dan dilupakan. Di dalam, hanya saya, pemandu dan gema langkah kaki kami melintasi ruang utama katedral.

Ketika kami berjalan ke batu ubin ke-11, terletak di jantung bangunan dan satu-satunya tempat dari mana Anda dapat melihat 11 altar katedral, saya memperhatikan bangku juga diatur dalam baris 11.

Semua orang di Solothurn tahu cerita ini, tentu saja, tetapi tidak ada yang bisa mengingat persis bagaimana atau mengapa kota asal mereka menjadi begitu terobsesi.

Sebuah legenda rakyat bercerita tentang peri-peri ajaib yang datang dari gunung Weissenstein di dekatnya untuk membangkitkan semangat penduduk kota yang bekerja keras, tetapi tidak pernah menjadi makmur.

Adopsi angka 11, atau 'elf' dalam bahasa Jerman, adalah penghargaan warga kota untuk penyelamat mereka. Atau begitulah kisah besarnya.

Penjelasan yang jauh lebih masuk akal adalah konotasi angka alkitabiah, dengan banyak penduduk Solothurn menganggap 11 sebagai angka 'kudus' dan kenabian.

Dalam numerologi, 11 dianggap paling intuitif dari semua angka, umumnya dikaitkan dengan iman dan psikologi, tetapi kepercayaan lain yang dipegang oleh umat beriman di Katedral St. Ursus sama-sama menarik.

"Ada 12 rasul, tetapi 11 mewakili mimpi untuk mencoba mencapai sesuatu yang lebih baik," kata Sthlin, menutup pintu di belakang kami dan kembali ke panasnya siang hari.

"Bagi kami, ini melambangkan pengejaran kesempurnaan yang tak berkesudahan ini adalah lambang harapan."

Jika agama adalah salah satu utas DNA numerologi Solothurn, geopolitik adalah hal lain. Sepanjang sejarah, keunikan angka ini bisa ditelusuri kembali ke Abad Pertengahan Akhir, tanpa harus terlihat terlalu sulit untuk menemukan polanya.

Pada 1481, Solothurn menjadi wilayah ke-11 dari Konfederasi Swiss, dan pada abad ke-16, kota ini dibagi menjadi 11 protektorat. Lebih lagi, pertama kali nomor tersebut disebutkan, pada tahun 1252, buruh pekerja yang pertama kali memilih dewan kota yang jumlahnya 11 anggota.

Mustahil untuk sepenuhnya memahami pola pikir Solothurn abad pertengahan, tetapi angka ini juga punya pengaruh alami ke kota yang sekarang.

Sangat menarik mengetahui bahwa anak-anak menikmati perayaan khusus pada ulang tahun ke 11 mereka.

Demikian juga, Confiserie Hofer, sebuah toko roti yang sekarang berusia 100 tahun, memiliki cokelat batang 11, sedangkan konsep abstraknya menjadi peluang yang dimanfaatkan dengan cepat oleh tempat pembuatan bir unggulan di kota.

"Ayah saya dari Bern dan dia belum pernah mendengar cerita '11 '," kata pembuat bir Moritz Knzle, sambil menunjukkan kepada saya pembuatan bir keluargaufi-Bier, atau' Eleven Beer 'dalam dialek lokal beberapa langkah dari Solothurn pusat.

"Tapi kami menyukai gagasan nomor sebagai merek. Itu tidak biasa dan mudah diingat. Kami adalah yang pertama melakukannya, tetapi sekarang ada '11' ini dan '11' itu. Tumbuh setiap tahun."

Wiski berusia 11 tahun yang matang dalam barel bir juga sedang dalam pengembangan.

Selama lebih dari 500 tahun, Solothurn sudah punya aliansi yang luar biasa dengan angka 11. Terlalu banyak yang menjadi kebetulan, dan di tahun-tahun mendatang, itu dapat berlanjut dengan cara yang sama.

Versi asli tulisan ini dalam bahasa Inggris bisa Anda baca di The Swiss town obsessed with the number 11 di laman BBC Travel




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
>