DetikNews
Jumat 08 Februari 2019, 10:02 WIB

Laporan PBB: Arab Saudi Batasi Penyelidikan Pembunuhan Khashoggi

BBC World - detikNews
Laporan PBB: Arab Saudi Batasi Penyelidikan Pembunuhan Khashoggi Saudi bersikeras Khasoggi dibunuh oleh beberapa agen intelijen Saudi yang bertindak
Riyadh - Arab Saudi "secara serius membatasi" kemampuan Turki dalam menyelidiki kasus pembunuhan jurnalis senior Saudi,JamalKhashoggi, kata anggota tim pakar PBB.

Laporan awal investigasi tim pakar PBB mengungkapkan tim penyelidik Turki tidak diizinkan masuk ke kantor konsulat Saudi di Istanbul, lokasi wartawan itu dibunuh.

Jamal Khashoggi terakhir kali terlihat memasuki konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018.

Pria 59 tahun itu adalah pengkritik terkemuka terhadap Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.

Para pejabat AS dilaporkan mengatakan bahwa operasi pembunuhan seperti itu membutuhkan persetujuan sang putra mahkota

Tetapi para pejabat Saudi bersikeras Khasoggi dibunuh oleh beberapa agen intelijen Saudi yang bertindak "liar" dan bukan atas perintah Pangeran Mohammed.

Saudi sejauh ini telah mengajukan 11 orang ke pengadilan terkait kasus pembunuhan tersebut dan dalam proses menjatuhkan hukuman mati terhadap lima orang diantaranya.

Sebelumnya, Arab Saudi menolak mengekstradisi warganya ke Turki setelah negara itu mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap sejumlah pejabat Saudi.

Apa yang diungkapkan laporan hasil investigasi PBB?

Agnes Callamard, pelapor khusus PBB untuk urusan eksekusi di luar pengadilan yang memimpin penyelidikan kasus pembunuhan Khashoggi mengunjungi Turki antara 28 Januari dan 3 Februari.

Laporan awal penyelidikan menyebutkan Khashoggi "adalah korban pembunuhan brutal dan terencana, yang disiapkan dan dilakukan oleh pejabat Negara Arab Saudi".

Menurutnya, kemampuan Turki untuk menyelidiki pembunuhan ini "sangat dibatasi dan dirusak oleh penolakan Arab Saudi, selama 13 hari, untuk memungkinkan para penyelidik Turki mengakses beberapa tindakan kejahatan."

Pembunuhan terjadi pada 2 Oktober, tetapi pihak berwenang Turki hanya mendapatkan akses ke konsulat pada 15 Oktober, dan tidak diperkenankan berada di lokasi kejadian sampai 17 Oktober.

Sikap Saudi ini dianggap mempengaruhi proses penyelidikan forensik, tulis laporan tim penyelidik PBB.

Khashoggi
Jamal Khasoggi, yang berumur 59 tahun, adalah pengkritik terkemuka terhadap Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. (Getty Images)

Callamard juga mengkritik proses persidangan di Arab Saudi terhadap 11 tersangka dalam kasus ini, utamanya masalah transparansi dan keadilan, yang disebutnya "sangat memprihatinkan".

"Saya telah meminta kunjungan resmi ke Arab Saudi sehingga pihak berwenang di sana dapat secara langsung memberikan saya bukti-bukti yang relevan," tulisnya.

Fakta bahwa jasad Khashoggi masih belum ditemukan membuat orang-orang yang dicintainya menjadi "sangat menderita", tambah laporan itu.

Laporan akhir hasil penyelidikan ini akan disampaikan kepada Dewan HAM PBB pada bulan Juni.

Apa yang terbaru dalamkasusKhashoggi?

Wakil Jaksa Penuntut Umum Arab Saudi, Shalaan bin Rajih Shalaan mengatakan, para penyelidik telah sampai pada kesimpulan bahwa seorang perwira intelijen memerintahkan pembunuhan Khashoggi, dengan memberikan suntikan mematikan di dalam gedung konsulat.

Perwira intelijen itu ditugaskan membujuk agar jurnalis pembangkang itu untuk kembali ke Arab Saudi, tambahnya.

Jasad Khashoggi dimutilasi di dalam gedung konsulat dan potongan tubuhnya kemudian diserahkan kepada pihak "kolaborator" setempat di luar kantor tersebut, menurut Shalaan.

Saat memberikan sambutan dalam World Economic Forum di Davos, Menteri Keuangan Saudi Mohammed Al-Jadaan mengatakan di hadapan semua delegasi bahwa negaranya "sangat sedih tentang apa yang terjadi pada Jamal Khashoggi".

Sebelumnya, Turki telah mengidentifikasi 15 orang yang diyakini sebagai agen intelijen Saudi yang tiba dan berangkat dari bandara internasional Istanbul tidak lama sebelum dan sesudah pembunuhan.

Tidak diketahui apakah dari belasan orang itu sekarang diadili di Riyadh.

AS telah menjatuhkan sanksi pada 17 orang pejabat Saudi, termasuk Saud al-Qahtani, mantan penasihat putra mahkota yang dituduhkan terlibat dalam "perencanaan dan pelaksanaan operasi" yang menyebabkan terbunuhnya sang jurnalis, Jamal Khashoggi.

Belum jelas apakah 17 pejabat Saudi yang dikenai sanksi itu juga diadili di Riyadh.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed