detikNews
Rabu 16 Januari 2019, 15:34 WIB

Bibit Tanaman yang Dibawa Misi China ke Bulan Mulai Tumbuh

BBC Magazine - detikNews
Bibit Tanaman yang Dibawa Misi China ke Bulan Mulai Tumbuh
Beijing -

Bibit tanaman yang dibawa ke Bulan oleh misi luar angkasa Cina, Chang'e-4 dilaporkan mulai tumbuh, kata Badan Antariksa Nasional Cina.

Ini untuk pertama kalinya materi biologis tumbuh di Bulan, dan dianggap sebagai langkah penting menuju eksplorasi ruang angkasa jangka panjang.

Sebelum ini, misi dari Bumi baru berhasil menumbuhkan benih di Stasiun Luar Angkasa Internasional ISS, namun tidak di Bulan.

Chang'e 4 adalah misi pertama umat manusia yang berhasil mendarat dan menjelajahi sisi jauh Bulan.

Wahana itu mendarat pada 3 Januari lalu, membawa berbagai instrumen untuk menganalisis geologi di kawasan tersebut.

Kemampuan untuk menumbuhkan tanaman di Bulan akan menjadi bagian integral untuk misi luar angkasa jangka panjang, seperti perjalanan ke planet Mars yang akan memakan waktu sekitar dua setengah tahun.

Itu artinya, astronot berpotensi memanen makanan yang mereka tanam sendiri di luar angkasa, dan akan mengurangi keharusan kembali ke Bumi untuk mengangkut pasokan kebutuhan makanan.

rover Permukaan bulan tampak berwarna merah dalam foto-foto yang belum disunting. (BBC)

Wahana itu mengangkut tanah beserta bibit kapas dan benih kentang, ragi dan telur lalat buah.

Tanaman itu dibawa dalam wadah tertutup, nantinya akan mencoba membentuk biosfer mini - lingkungan buatan yang bersifat mandiri.

Dalam pernyataan Selasa (15/1), media pemerintah Cina mengatakan, benih kapas itu kini telah tumbuh.

Corong resmi Partai Komunis yang berkuasa, People's Daily, mengunggah foto benih yang tumbuh di Twitternya, dan menyebut bahwa hal itu menandai "tahap lanjut percobaan biologis pertama manusia di Bulan".

Fred Watson, astronom dari Observatorium Astronomi Australia, mengatakan kepada BBC bahwa perkembangan itu merupakan suatu 'kabar baik'.

"Ini menunjukkan bahwa mungkin tidak ada masalah yang tidak dapat diatasi para astronot di masa depan yang mencoba menanam sendiri tanaman di bulan dalam lingkungan yang terkendali."

"Saya pikir pasti akan banyak minat untuk menggunakan Bulan sebagai pos perlintasan, terutama untuk penerbangan ke Mars, karena Bulan relatif dekat dengan Bumi," kata Watson.

Prof Xie Gengxin, kepala perancang percobaan ini, seperti dikutip di harian South China Morning Post mengatakan, bahwa keberhasilan ini memberi perspektif baru bagi kelangsungan hidup di ruang angkasa di masa depan.

"Belajar tentang pertumbuhan tanaman ini di lingkungan gravitasi rendah akan memungkinkan kita untuk meletakkan pondasi bagi pangkalan ruang angkasa kita di masa depan."

Ia mengatakan kapas akan bisa digunakan untuk membuat pakaian, sementara kentang bisa menjadi sumber makanan bagi astronot dan raba (Brassica napus) untuk minyak.

Kantor berita Cina Xinhua menyebutkan para ilmuwan menggunakan 'teknologi biologi' untuk membuat benih-benih tersebut dalam keadaan tidak aktif selama perjalanan 20 hari dari Bumi ke Bulan.

Benih-benih itu mulai aktif tumbuh setelah pusat kendali mengirim perintah ke wahana itu untuk menyiraminya.

Xinhua juga mengatakan wahana itu sejauh ini telah mengambil sekitar 170 gambar yang telah dikirim kembali ke Bumi.

Pada hari Jumat, Program Eksplorasi Lunar Cina (CLEP) merilis beberapa gambar yang diambil oleh wahana itu, termasuk gambar panorama dari lokasi pendaratan serta video wahana saat menyentuh permukaan Bulan.

Akankah Bulan terkontaminasi?

Paul Rincon, editor iptek, BBC News

Eksperimen biosfir miuni di Bulan, Chang'e-4 dirancang untuk menguji fotosintesis dan respirasi - proses dalam organisme hidup yang menghasilkan produksi energi. Seluruh percobaan terkandung dalam tabung setinggi 18cm, dengan berat 3kg yang dirancang oleh 28 universitas Cina.

Organisme di dalamnya memiliki pasokan udara, air, dan nutrisi untuk membantu mereka tumbuh. Tetapi salah satu tantangan berat, kata para ilmuwan Cina, adalah menjaga suhu tetap baik untuk pertumbuhan, mengingat suhu di Bulan tak menentu, bergerak antara -173C hingga 100C atau lebih.

Mereka juga harus mengontrol kelembaban dan nutrisi.

Beberapa kalangan mengajukan pertanyaan apakah percobaan itu berisiko 'mencemari' Bulan dengan bahan-bahan biologis. Tetapi para ilmuwan umumnya tidak terlalu menghiraukannya. Dan nyatanya juga di Bulan sudah banyak limbah manusia yang ditinggalkan oleh para astronot Appolo.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed