detikNews
Senin 14 Januari 2019, 10:06 WIB

China Mengklaim Sebagai Negara Paling Aman di Dunia, Seberapa Aman?

BBC World - detikNews
China Mengklaim Sebagai Negara Paling Aman di Dunia, Seberapa Aman? Pemerintah Cina mengklaim negara mereka mampu menekan angka kriminalitas. (Getty Images)
Beijing - Direktur Ketertiban Umum Cina, LiJingsheng, mengklaim negaranya merupakan salah satu negara paling aman di dunia.

Li menyebut angka kasus kriminal bersenjata di Cina turun hingga 27,6% pada 2018.

Kantor berita pemerintah Cina menampilkan cuplikan video Li saat mengumumkan angka tersebut, yang kini telah disaksikan lebih dari satu juta kali.

Pertanyaannya, bagaimana tingkat keamanan di Cina jika dibandingkan dengan negara lain? Dapatkan kita mempercayai statistik yang dipaparkan Li?

Kasus kriminal bersenjata di Cina

Pemerintah Cina mengklaim, sejak 2012 sampai 2017 angka kasus kriminal bersenjata turun drastis dari 331 kasus menjadi 58 perkara, alias 81,3%.

Pakar kriminologi di Universitas Makau, Xu Jianhua, menyebut angka itu mencakup seluruh kejahatan yang melibatkan penggunaan senjata api.

"Terkait kekerasan bersenjata, Cina bisa disebut sebagai negara dengan angka terendah karena pemerintah setempat memberlakukan pembatasan yang ketat."

"Tapi bukan berarti jenis kejahatan lainnya juga rendah di Cina," kata Xu.

Statistik ini dipandang dengan sejumlah perhatian khusus oleh banyak pakar. Borge Bakken yang mendalami kriminalitas Cina di Universitas Nasional Australia, berusaha kritis.

"Ada sejumlah kebohongan, kepalsuan yang membuat frustrasi, dan statistik kriminalitas Cina. Ini propaganda dan pemalsuan data ini bergulir dari setiap kantor kepolisian ke pejabat tinggi pemerintahan," ujarnya.

Cina
Kota-kota di Cina dianggap aman dari kejahatan. Namun setiap warga di negara itu diawasi secara ketat oleh pemerintah. (Getty Images)

Ada beberapa alasan di balik rendahnya angka kasus kriminal bersenjata di Cina, meskipun data itu sendiri tidak dapat diandalkan.

Memiliki senjata merupakan perbuatan ilegal bagi setiap warga sipil Cina. Pemerintah lokal pun secara agresif menyita senjata-senjata api yang ada.

Merujuk statistik pemerintah Cina, polisi merampas 146 ribu pucuk senjata api pada 2018.

Statistik dari belahan dunia lain

Data kasus kriminal bersenjata di Eropa dan Amerika Serikat lebih dapat diakses dibandingkan Cina.

Pada 2017 di AS, merujuk data Biro Investigasi Federal (FBI) tercatat 314.931 kasus pembunuhan, perampokan, dan serangan menggunakan senjata api.

Dalam tahun yang sama, di Inggris dan Jerman, ditambah kasus ancaman bersenjata, terdapat 6.375 dan 8.935 kasus yang dicatat kepolisian.

Angka ini tidak dapat begitu saja dibandingkan secara langsung dengan statistik Cina. Namun secara mudah, media massa Cina dapat memahami berbagai kisah kejahatan dan menunjuk bahaya yang ada di AS.

Pengumpulan dan pelaporan data kasus kriminal merupakan hal yang kontroversial di banyak negara.

Variasi data bergantung pada kemauan publik melaporkan kejahatan yang terjadi dan perubahan definisi soal perbuatan kriminal itu.

Cina
Seorang personel kepolisian Cina berjaga di Lapangan Tiananmen. (Getty Images)


Meliput kejahatan di Cina

Analisa oleh Celia Hatton, editor BBC untuk kawasan Asia Pasifik

Hampir setiap hari, beragam tabloid yang dikelola pemerintah Cina menampilkan penusukan, penembakan, dan serangan seksual yang terjadi di negara Barat.

Media massa itu memiliki obsesi khusus terhadap kejahatan bersenjata yang terjadi di AS.

Pesan yang hendak disampaikan melalui pemberitaan itu adalah betapa tidak amannya hidup di negara Barat. Juli 2018, Kedutaan Besar Cina di Washington memperingatkan warga negara mereka untuk menghindari berpergian keluar malam di AS.

Pemerintah Cina ingin melindungi warganya. Namun mereka juga hendak mengambil keuntungan tertentu bagi kebijakan keamanan domestik.

Kebijakan itu ditujukan melindungi masyarakat dan di sisi lain untuk mempertahankan kontrol Partai Komunis Cina.

Angka kejahatan bersenjata yang rendah itu juga dapat menjadi alasan pembenaran pemerintah Cina atas jejaring pengawasan mereka.

Cina
Koran Global Times, salah satu surat kabar lokal Cina. (AFP)

Tahun 2015, otoritas Beijing mengumumkan, kamera pengawas kepolisian akan dipasang di setiap sudut kota. Targetnya pada 2020, kata media massa lokal, pemerintah Cina akan menyelesaikan jaringan pengawasan berbasis teknologi pengenal wajah.

Media massa milik pemerintah secara reguler menyebut 'Mata Tajam' jaringan pengawas yang dapat menghentikan kejahatan.

Juni lalu, media massa lokal ramai memberitakan perselisihan tentang uang yang melibatkan dua warga desa Jiantai di barat daya Provinsi Sichuan.

"Saat seorang pemuda hendak menyerang dengan pisau tajam, polisi segara datang untuk menghentikan perbuatan yang dapat memicu banjir darah," demikian pemberitaan yang muncul.

Tak heran di media sosial sejumlah penduduk Cina saling mendorong untuk menghabiskan liburan di dalam negeri, wilayah yang dianggap aman.

Cina
Guangzhou, salah satu kota besar Cina. (Getty Images)


Tekanan politik

Di Cina, para pakar menyebut sejumlah pejabat berbagai level berbeda didorong untuk mengubah tingkat kriminalitas yang ada.

Laporan kriminal dari kepolisian bermula di tingkat kota, lalu naik ke level provinsi sebelum dikirim ke pemerintah pusat.

"Statistik kejahatan sangat penting bagi setiap polisi dan pejabat lokal. Beberapa pemerintahan di tingkat lokal memanipulasi data," kata Xu Jianhua.

Xu berkata, kinerja yang baik untuk menekan angka kejahatan dapat diganjar kenaikan gaji dan promosi bagi pejabat pemerintah itu.

Cina
Pemerintah Cina menargetkan seluruh kota di negara mereka terpantau lewat kamera pengawas. (AFP)

Statistik kejahatan di lingkup nasional dikumpulkan dari laporan kepolisian lokal dan kasus tertentu yang hanya dilaporkan jika dianggap genting.

Sementara itu, Xu menyebut penelitiannya menemukan perbedaan antara jumlah telepon ke pusat kedaruratan dan angka kejahatan yang tercatat.

"Jika Anda bandingkan kasus yang dilaporkan ke pusat kedaruratan, Anda akan melihat bahwa 90% di antaranya tidak dicatat, meski tidak semua telepon memang dapat dianggap sebagai laporan kejahatan."

Laporan kejahatan pemerintah Cina mungkin dapat dipertanyakan, namun ada persepsi bahwa kota-kota di negara itu relatif aman dari pelaku kriminal.


(ita/ita)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com