detikNews
Senin 17 Desember 2018, 15:26 WIB

Gender Ketiga di Meksiko dan Kisah Santo yang Bawa 'Bibit Campuran'

BBC Karangan Khas - detikNews
Gender Ketiga di Meksiko dan Kisah Santo yang Bawa Bibit Campuran
Mexico City -

Di wilayah Istmo de Tehuantepec, Oaxaca, di pedalaman Meksiko, pembagian penduduk asli tradisional ke dalam tiga kategori gender dipandang sebagai hal yang alami.

"Bentuk apa yang harus saya gunakan ketika saya berbicara dengan Anda: feminin atau maskulin?"

Saya bertanya kepada Lukas Avendao, yang sebelumnya saya lihat mengenakan celana panjang di siang hari tetapi sekarang mengenakan rok hitam tradisional dengan bordir bunga-bunga warna warni yang disebut enagua.

Kami berbicara dalam bahasa Spanyol, dengan kata benda dan kata ganti berdasarkan gender. "Saya lebih suka kalau Anda memanggil dengan sebutan 'sayang,'" Avendao terkikik.

Di sini, di wilayah Istmo de Tehuantepec, negara bagian Oaxaca, di Meksiko bagian selatan, terdapat tiga gender: laki-laki, perempuan dan muxe.

Klasifikasi ketiga ini telah dikenal dan dirayakan sejak masa pra-Hispanik (sebelum kolonisasi Spanyol), dan susah dibayangkan hidup di sini tanpa muxe. Tetapi di wilayah ini, di mana kebanyakan orang berbicara dengan bahasa asli Zapotec, pertanyaan saya menjadi tidak masuk akal.

"Dalam bahasa Zapotec, seperti bahasa Inggris, tidak ada jenis kelamin gramatikal. Hanya ada satu formulir untuk semua orang. Para muxe tidak pernah dipaksa untuk menebak: apakah mereka lebih mendekati laki-laki atau perempuan?" jelas Avendao

"Kami adalah jenis kelamin ketiga," tambah Felina, yang, tidak seperti Avendao, memutuskan untuk mengubah nama aslinya, ngel, dan berlanjut hanya dengan nama ini. "Ada laki-laki dan perempuan dan ada yang berada di antara keduanya, itulah Saya."

Saya berada di Vela de Las Intrepidas (Vigil of the Intrepids), perayaan tahunan bagi para muxe yang berlangsung setiap bulan November di Juchitn de Zaragoza, sebuah kota kecil di Istmo de Tehuantepec.

Para muxe itu begitu berbeda, saya tidak dapat melihat banyak persamaan di antara gaya mereka.

Ada muxe yang seperti tehuanas lokal (para perempuan dari Istmo de Tehuantepec) yang mengenakan pakaian penuh dengan bordir, terinspirasi dari gaya unik Frida Kahlo.

Lainnya tampak lebih suka mengenakan gaya pakaian Barat atau pakaian ala ratu. Dan ada juga beberapa yang mengenakan pakaian laki-laki, memperlihatkan status mereka hanya dengan tata rias dan cat kuku.

"Sulit dijelaskan siapakah seorang muxe. Pada dasarnya, kita dapat mengatakan bahwa seorang muxe adalah siapa saja yang lahir sebagai laki-laki tetapi tidak bertingkah laku maskulin," kata Avendao.

"Apa yang kita ketahui, 'menurut pandangan orang Barat', sebagai 'laki-laki-perempuan transvestit', 'laki-laki-perempuan transeksual, 'gay banci' atau 'gay maskulin' tampaknya termasuk dalam kategori 'muxe' selama juga ada komponen identitas etnis yang kuat," tulis antropolog Pablo Cespedes Vargas dalam artikelnya Muxes at work: between community belonging and heteronormativity in the workplace.

Avendao juga menekankan bahwa istilah 'muxe' merupakan terminologi Zapote dan tidak dapat dipahami tanpa mengenal lebih jauh budaya mereka.

Hal itu karena konsep muxe hanya ada di sini, di Istmo de Tehuantepec, di mana mereka merupakan bagian penting dari komunitas.

Beberapa mengatakan bahwa mereka jatuh dari saku Vicente Ferrer, santo pelindung Juchitn, saat dia melintasi kota. Menurut penduduk setempat, itu berarti mereka lahir di bawah bintang keberuntungan.

Versi kedua dari legenda yang kudus mengatakan bahwa Vicente Ferrer membawa tiga buah tas: satu tas membawa bibit perempuan, satu tas dengan bibit laki-laki dan satu yang membawa bibit campuran.

Menurut cerita ini, tas ketiga mengalami kebocoran di Juchitn, dan itulah sebabnya kenapa ada begitu banyak muxe di sini.

Namun, kata Fernando Noe Daz, seorang guru sekolah dasar yang memiliki banyak teman muxe, "Tidak benar di sini banyak muxe. Yang benar, di sini mereka lebih dihormati, sehingga mereka menjadi lebih terlihat."

Seseorang bernama Kika (yang hanya menggunakan nama depannya) mengundang kami untuk vela malam ini.

Di sana, setiap muxe mendapat tempat dengan meja-meja dan dekorasi yang di atasnya terdapat makanan dan minuman disajikan untuk para tamu mereka.

"Saya kira muxe begitu dihormati karena mereka lebih merupakan gender sosial daripada seksual. Mereka memiliki peran penting dalam komunitas," tambah Noe Daz.

Juchitn terkenal di seluruh Meksiko karena para perempuannya yang berkuasa dan percaya diri. Beberapa orang bahkan menyebutnya sebagai matriarki, yang belum tentu benar, tetapi perempuan secara tradisional mengelola uang yang dibawa pulang oleh para laki-laki.

(Penduduk setempat bercanda bahwa di sini laki-laki memiliki penis yang manis atau asin, yang berarti mereka adalah petani atau nelayan).

Di sisi lain, para perempuan diharapkan menjual apa yang dihasilkan para lelaki, dan pasar adalah wilayah kekuasan mereka. Malam ini, sebagaimana tradisi vela, para perempuan secara tradisional mendonasikan uang sebagai hadiah, sementara para lelaki membawa kotak berisi bir.

"Ketika laki-laki berada di laut atau di ladang dan para perempuan di pasar, tidak ada yang mengurus rumah dan keluarga. Saat itulah muxe datang," jelas Noe Daz.

"Bahkan beberapa pihak berkata memiliki seorang anak laki-laki muxe yang akan membantu mengurus rumah dan adik-adiknya adalah suatu berkah bagi ibu. Dalam masyarakat, muxe juga tidak diperkenankan memiliki hubungan jangka panjang atau menikah, sehingga mereka dapat tinggal dengan ibu-ibu mereka yang menua," paparnya.

Di vela, para ibu adalah orang-orang yang melayani makanan di meja setiap muxe. Ibu Kika sedang memeriksa apakah tidak ada yang kelaparan, dan anggota keluarga termuda memberikan sebotol besar bir ketika botol saya mulai kosong.

Tetapi Kika tidak ingin mendedikasikan dirinya melakukan pekerjaan rumah tangga, sebagaimana peran tradisional muxe, bersama dengan pekerjaan tangan dan berjualan di pasar.

Dia memiliki salon kecantikan di tengah kota. Sama halnya dengan Felina, yang mengelola kelompok muxe, Las Autenticas Intrepidas Buscadoras del Peligro (The Authentic Dodge Seekers Seekers), penyelenggara vela malam ini.

Menurut Noe Daz, banyak muxe yang mempersiapkan pesta-pesta tradisional yang merupakan suatu bagian besar dari ekonomi lokal.

Mereka membuat kostum dan hiasan-hiasan untuk vela, baptis, komuni, quinceaeras (pesta ulang tahun ke 15) dan pernikahan.

Noe Daz juga mengenal para muxe yang mendedikasikan dirinya untuk menciptakan seni dan kerajinan tangan untuk dijual di pasar-pasar. Teman-teman muxenya yang lain adalah guru sekolah dasar.

Avendao adalah seorang aktor dan sutradara yang berkeliling dunia dengan pertunjukannya tentang menjadi seorang muxe, Requiem para un Alcaravn (Requiem for a Alcaravan).

Tontonan yang menempatkan banyak penekanan pada bagian Katolik dari identitas muxe.

"Para muxe selalu memiliki peran penting di gereja Katolik setempat. Mempersiapkan dekorasi-dekorasi gereja merupakan tugas mereka. Di Tehuantepec, kota tempat asal saya, para muxe memiliki persaudaraan sendiri di dalam gereja," kata Avendao, menjelaskan bahwa Gereja Katolik secara bijak mengakomodasi tradisi dari ketiga gender yang begitu kuat dan berakar dalam budaya lokal.

Perayaan hari ini dimulai dengan misa suci sebagai penghormatan bagi para muxes di gereja Vicente Ferrer setempat.

"Tuhan menciptakan perempuan dan laki-laki, tetapi Dia juga menciptakan sifat manusia, dan - ampuni Saya, Tuhan, jika saya membuatMu tersinggung - mungkin alam yang diciptakan olehNya memutuskan siapa manusia-manusia itu. Dan di antara mereka, ada kaum homoseksual dan hal itu benar-benar natural," kata 'Padre Panchito', julukan bagi Arturo Francisco Herrera Gonzlez, seorang pendeta paroki, ketika dia menyampaikan kotbahnya.

"Tuhan menciptakan kita sesuai pandangannya, dan masing-masing dari kita unik. Tidak ada dua individu yang identik dan kita harus menghormati itu," katanya.

Setelah misa, prosesi tradisional mulai di sepanjang jalanan kota. Kerumunan yang penuh warna itu dipimpin oleh sebuah band dan para muxe yang membawa lilin.

Di belakang mereka, ada lebih banyak muxe yang berada di dalam mobil-mobil dan truk yang dihias bunga-bunga, balon dan kertas hias.

Tetapi sorotan hari itu adalah pesta yang berlangsung pada malam hari di luar kota. Ada tiga panggung dan pengeras suara besar.

Saya dapat melihat banyak orang: perempuan, laki-laki dan anak-anak. Semua mengenakan pakaian daerah: perempuan mengenakan enaguas dan blus berhias bordir yang disebut huipiles; para lelaki mengenakan kemeja guayabera putih.

Semua disambut di panggung oleh seorang muxe yang merupakan 'la mayordomo', penyelenggara utama vela tahun ini, yang ditemani oleh rekan mereka yang disebut mayate.

Mayate adalah laki-laki yang memiliki hubungan seksual dengan para muxe, tetapi bukan muxe dan tidak dianggap gay.

"Perbedaan penting dengan budaya seksual Barat urban adalah bahwa bagi Zapotec, hanya hubungan seksual antara seorang muxe dan seorang laki-laki heteroseksual yang memiliki makna.

"Hubungan di antara para muxe atau antara seorang muxe dengan seorang gay laki-laki tidak masuk akal, nyatanya mereka bahkan tidak dapat dibayangkan. Tidak ada muxe yang tidur dengan seorang laki-laki yang menganggap dirinya gay," tulis Marinella Miano Borruso dalam sebuah artikel Entre lo local y lo global.Los muxe en el siglo XXI (Antara lokal dan global. Para muxe di abad ke 21).

"Masyarakat Zapotec secara keseluruhan tidak melihat seorang laki-laki yang memiliki hubungan dengan seorang muxe adalah homoseksual, status heteronya tidak dipertanyakan."

Menurut Miano Borruso, secara historis para muxe tidak harus menjadi homoseksual. Ada kasus-kasus mereka menjadi heteroseksual, biseksual atau aseksual.

"Secara tradisional, menjadi muxe tidak bergantung pada orientasi seksual. Ini merupakan jenis kelamin kultural, fungsi sosial dan identitas, tetapi bukan merupakan karakteristik hasrat seseorang," jelasnya dalam bukunya Hombre, mujer y muxe en el Istmo de Tehuantepec (Man, woman and muxe in Istmo de Tehuantepec).

Meski demikian, semua muxe yang saya ajak bicara di vela menganggap diri mereka homoseksual atau sebagai seorang perempuan dalam tubuh laki-laki.

Beberapa mengubah diri mereka dengan terapi hormon dan implan. Selama kontes tahunan Queen of the Muxes, yang merupakan bagian dari vela, Saya melihat banyak dari mereka yang menggunakan payudara tiruan.

"Ini adalah sesuatu yang baru. Payudara palsu tidak membuat seorang muxe menjadi lebih muxe," komentar Noe Daz.

Para muxe juga terlibat dalam perjuangan untuk hak-hak LGBT. Amaranta Gmez Regalado, seorang muxe dari Juchitn, adalah kandidat lokal dalam pemilu bagi Kongres Meksiko.

Meskipun tidak mendapat cukup suara, dia menjadi terkenal sebagai kandidat transeksual pertama di Meksiko. Dia masih terlibat dalam politik, terutama dalam kampanye melawan homofobia dan bagi pencegahan HIV/AIDS.

"Bukannya mempersembahkan hidup kami dengan membordir, kerajinan tangan atau penjual jalanan, lebih banyak dan lebih banyak lagi dari kami yang mendapatkan pendidikan tinggi," kata Felina.

"Jika kita, anak-anak St Vicente tidak memperjuangkan hak-hak kami, siapa yang akan melakukannya?"

Namun, orang-orang Meksiko bersikap mendua terhadap homoseksualitas secara umum.

Di satu sisi, Kota Meksiko adalah ibukota Amerika Latin yang pertama yang melegalkan perkawinan sesama jenis.

Namun Meksiko juga merupakan salah satu negara dengan tingkat tindak kekerasan yang tinggi terhadap komunitas LGBT di dunia, dengan 202 orang terbunuh karena homofobia antara Januari 2014 dan Desember 2017 - yang setara dengan satu orang setiap tiga atau empat hari.

Bagi warga Meksiko dan komunitas gay internasional, Juchitn sudah menjadi surga bagi para queer dan simbol dari toleransi.

Meskipun beberapa penduduk masih mendiskriminasi muxe, dan komunitas muxe secara keseluruhan hanya sedikit yang memperoleh kesempatan pendidikan dan memperoleh pekerjaan, pembagian tradisional para penduduk lokal menjadi tiga gender sebagai sesuatu yang alami dan tradisional telah mengilhami gerakan LGBT di seluruh dunia - dan para muxe menyadari hal tersebut.

"Kami mempersembahkan malam ini tidak hanya untuk para muxe," saya mendengar dari panggung.

"Ini juga malammu, bagi para homoseksual, tidak hanya untuk mereka yang berasal dari negara bagian Oaxaca, tetapi untuk semua gay di seluruh dunia, Juchitn terbuka untuk Anda semua."

Blue lineBBC

Artikel ini dapat Anda baca dalam versi bahasa Inggris padaBBC Travel dengan judul The third gender of southern Mexico.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com