Dan apa yang terjadi kemudian?
Peristiwa ini sekarang mungkin tampak seperti sebuah lelucon, tapi bagi pemilik toko rokok elektronik di sebuah kota Belgia itu, kejadian ini sungguh kenyataan yang menakutkan.
Betapa tidak: saat itu enam orang menyeramkan menyatroni toko milik Didier di Charleroi, sebuah kota pinggiran Brussels, di siang hari bolong, dengan maksud untuk merampoknya.
- Pencuri 'minum sampanye, lalu mabuk dan tertidur pulas' di ranjang pemilik rumah
- Aksi kakek 85 tahun hadang perampok bersenjata jadi viral
- Penjarahan besar-besaran: seluruh anggur di ladang digondol maling
Didier yang gugup menyarankan kepada kawanan perampok itu agar pulang saja dahulu, dan kembali lagi ke tokonya sore nanti kalau tokonya sudah laris dan uang yang terkumpul sudah banyak.
Pemilik toko mengatakan, selama 14 menit ia mencoba bersikap ramah dengan para begal tersebut.
"Memang ada sedikit kejadian dorong-dorongan, dan pergulatan" kata Didier.
"Saya saat itu tidak memberikan apa pun kepada mereka, tetapi mengatakan jika mereka kembali lagi ke toko saya nanti, uang yang terkumpul di toko saya mungkin akan sekitar 2.000 sampai 3.000 euro (atau sekitar Rp34 hingga 54 juta)"
Gerombolan perampok itu ternyata percaya saja pada ucapan itu, lalu hengkang.
"Saya lalu menelepon polisi, dan polisi yakin bahwa kawanan itu tidak akan kembali."
Namun tak dinyana, mereka kembali lagi pada pukul 17.30, satu jam sebelum toko itu tutup.
- Kawanan maling diterbangkan khusus dari Chile ke Inggris untuk bobol rumah orang-orang kaya
- Terduga perampok tewas setelah terjatuh dari atap rumah
- Polisi membeli setelan yang dicuri dan menghadiahkannya pada sang pencuri
Didier mengatakan kepada media setempat, ia melihat salah salah seorang pencuri itu di depan pintu toko.
Buru-buru ia mengatakan kepada mereka bahwa uang yang terkumpul masih belum banyak.
Dan gerombolan itu masih juga percaya: mereka pergi lagi dan sejam kemudian kembali untuk ketiga kalinya. Dan kali ini polisi sudah siap di belakang toko untuk menangkap mereka.
Para perampok amatir itu pun ditangkap, salah satunya adalah seorang anak di bawah umur.
"Ini seperti komedi," kata Didier, sang pemilik toko kepada BBC melalui telepon. "Mereka kini dijuluki maling paling bodoh di Belgia."
(ita/ita)










































