DetikNews
Sabtu 20 Oktober 2018, 16:29 WIB

Berpura-pura Kanker dan Galang Dana, Perempuan Australia Ditangkap

BBC World - detikNews
Berpura-pura Kanker dan Galang Dana, Perempuan Australia Ditangkap
Queensland -

Seorang perempuan di Australia didakwa menggalang dana sebesar AUS$55 ribu atau sekitar Rp590 juta atas dasar kebohongan publik. Perempuan bernama Lucy Wieland itu diduga berpura-pura mengidap penyakit kanker.

Perempuan berusia 27 tahun itu mengunggah proses penanganan kanker ovarium yang disebut dijalaninya melalui media sosial. Fakta itu terungkap dalam persidangan di Townsville, Queensland.

Wieland membuat akun di platform GoFundMe untuk menggalang dana yang disebutnya untuk kepentingan pengobatan, kata kepolisian setempat.

Polisi menangkap Wieland usai mendapatkan sejumlah petunjuk dari anggota GoFundMe.

Sebuah foto yang diunggah Wieland ke akun Instagram miliknya awal tahun ini memperlihatkannya menggunakan sejumlah peralatan medis, antara lain masker oksigen dan alat bantu jalan.

Pada unggahannya yang lain, Wieland seperti terlihat tengah terhubung dengan peralatan infus, dengan rambut yang seolah-olah gundul. Ia menuliskan perasaannya saat menjalani perawatan itu.

"Kelelahan menjadi permasalahan saya," ujarnya dalam suatu unggahan foto.

"Seperti biasa, saya selalu berterima kasih atas dukungan orang lain," kata Wieland dalam foto lainnya.

Belum dapat dipastikan, apakah pasangan Wieland yang muncul dalam sejumlah foto Instagramnya, mengetahui penipuan itu. Begitu pula soal kemungkinan Wieland tengah mengalami kondisi medis tertentu.

Detektif Kepolisian Queensland, Chris Lawson, menyebut kasus itu mengusik perasaan. Ia menuturkan itu kepada pers di luar gedung pengadilan.

"Korban sesungguhnya dari kasus ini adalah masyarakat yang mendengarkan kisah ini, kemudian berupaya memberi bantuan," ujarnya.

Lawson berkata, kecurigaan muncul ketika sejumlah orang melihat keanehan dalam cerita-cerita yang dipaparkan Wieland. Kantor berita ABC News menyebut kecurigaan itu lantas berlanjut pada penyelidikan.

Wieland tak ditahan namun ia diminta menyerahkan paspor kepada penegak hukum sehingga tak dapat melarikan diri ke luar negeri.

Desember mendatang Wieland dijadwalkan kembali menghadapi sidang lanjutan.

GoFundMe belakangan mengklaim membantu otoritas hukum menginvestigasi kasus ini.

"Dalam perkara ini, dugaan penipuan dilaporkan ke tim kami, lalu akun itu kami tutup dan seluruh dana pendonor akan kami kembalikan," tulis mereka dalam sebuah pernyataan.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed