DetikNews
Selasa 16 Oktober 2018, 15:21 WIB

Rusia Tawarkan Hadiah Bagi Pelapor Konten Ekstremis di Internet

BBC Magazine - detikNews
Rusia Tawarkan Hadiah Bagi Pelapor Konten Ekstremis di Internet Website ini mendorong masyarakat agar aktif melaporkan konten-konten negatif di internet. (Dagestan interior ministry)
Moskow - OtoritasDagestan, kawasan bergolak di bagian selatan Rusia menawarkan ponsel pintar sebagai imbalan bagi siapa saja yang melaporkan konten ekstremis di internet.

Pihak berwenang meluncurkan sebuah website untuk masyarakat agar mereka bisa melaporkan "unggahan atau tulisan yang mempromosikan terorisme atau menghasut kebencian agama atau etnis".

Anggota masyarakat yang paling aktif melaporkan kegiatan-kegiatan yang terkait ekstremisme akan mendapat iPhone SE, sementara urutan kedua akan mendapat ponsel pintar Cina, lapor Kavkaz-Uzel, sebuah situs berita setempat.

Siapa pun yang berminat untuk melapor, bisa mengirimkan tautan ke hotline situs itu dan rahasia dijamin sepenuhnya. Apa pun laporan yang terlihat berbahaya akan diteruskan ke polisi, setelah mendapat evaluasi dari spesialis anti-terorisme, kata Komite Urusan Agama Dagestan.

Situs itu sebetulnya sudah dibuat sejak bulan April lalu oleh, diumumkan oleh deputi menteri komunikasi Dagestan, Sergei Singarev.

'Membuat kita semua lebih aman'

Dalam pertemuan dengan para siswa sekolah selama peluncuran, Sergei Singarev mengatakan bahwa situs itu "mendorong anak-anak muda untuk membantu membuat kita semua lebih aman" di wilayah tersebut - yang berbatasan dengan Chechnya di Kaukasus utara.

Jika orang-orang tidak tertarik dengan ponsel yang ditawarkan, mereka bisa meminta imbalan berupa skateboard, tambah situs berita Grani.

Video polisi Dagestan interior ministry/YouTube

Menteri Singarev juga mengunggah video Hot Line di YouTube yang mengingatkan bahwa "unggahan-unggahan yang agresif" dapat berubah menjadi "agresi dalam kehidupan nyata" jika unggahan mereka banyak disukai ataupun banyak dibagikan pengguna.

Video itu menampilkan urutan animasi serangan bom di sebuah stasiun kereta api.

Belum diketahui, berapa banyak informasi yang sudah diterima situs itu, namun menurut Kommersant, pada konferensi tentang memerangi ekstremisme online, Juni lalu, pendekatan yang dilakukan Dagestan dipuji sebagai yang 'terbaik di Rusia'.

Polisi Dagestan Laporkan orang-orang yang akan berbuat jahat," tulis website tersebut. (Dagestan interior ministry)

Sejumlah perkembangan yang terjadi pada bulan September mungkin juga mendorong mereka untuk mempublikasikan situs itu lagi. Aparat saat itu terkejut ketika diketahui bahwa seorang siswa dapat mengakses materi ekstremis melalui fasilitas teknologi informasi di sebuah sekolah di kota Kurmi, beberapa minggu setelah seorang pria dijatuhi hukuman karena membagikan video ekstrem di media sosial.

Radio Liberty siaran bahasa Rusia melaporkan, tahun ini Rusia akan memenjarakan orang-orang yang menyukai materi yang mempromosikan ekstremisme atau kebencian.

Tapi siapa pun yang memiliki informasi yang harus disampaikan ke otoritas Dagestan, disarankan agar menghubungi polisi untuk sementara waktu, karena situs Hot Line tampaknya tengah mengalami kendala.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed