detikNews
Senin 15 Oktober 2018, 10:38 WIB

Ingin Punya Anak Jenius? Ini 8 Hal yang Perlu Diketahui

BBC Magazine - detikNews
Ingin Punya Anak Jenius? Ini 8 Hal yang Perlu Diketahui Kajian selama 45 tahun memberikan sejumlah cara membesarkan anak berbakat menjadi orang dewasa yang sukses. (Getty Images)
Washington - Tahun 1968 adalah saat di mana seorang guru besar psikometrik, Julian Stanley, bertemu anak jenius berumur 12 tahun yang mengambil kursus ilmu pengetahuan komputer di Johns Hopkins University, Amerika Serikat.

Joseph Bates adalah anak yang cerdas, tetapi pembosan.

Dia jauh lebih maju dibandingkan murid-murid lain seumurnya.

Berdasarkan anak berbakat ini, Stanley memulai kajian jangka panjang selama 45 tahun, mengikuti perkembangan anak berbakat termasuk Mark Zuckerberg dan Lady Gaga.

Sergey Brin, Lady Gaga dan Mark ZuckerbergSergey Brin-nya Google, Lady Gaga dan Mark Zuckerberg-nya Facebook adalah lulusan kajian lebih 5.000 anak berbakat ini. (Getty Images)

Jadi apa yang terjadi dengan Joseph Bates? Kehidupannya berjalan cukup baik.

Dia meneruskan pendidikan, mendapatkan gelar doktor, mengajar di sebuah universitas dan sekarang menjadi seorang "perintis kecerdasan buatan"(AI).

Stanley memulai sebuah program di Center for Talented Youth, Johns Hopkins University, Baltimore yang dikenal sebagai Study of Mathematically Precocious Youth (SMPY) yang mengikuti kehidupan lebih 5.000 anak-anak yang kecerdasannya pada peringkat teratas. Jumlahnya hanya 1% dari masyarakat.

Lewat program menyeluruh ini Stanley menemukan sejumlah pendalaman yang menarik.

Joseph Bates
Joseph Bates mendukung kajian jangka panjang ini karena membantunya berkembang. (LinkedIn)

Penelitian ini bertentangan dengan pandangan lama bahwa "semakin sering Anda melakukan sesuatu, akan semakin sempurna" - bahwa Anda akan menjadi ahli sesuatu hal - selama Anda bekerja keras dan memusatkan perhatian.

SMPY justru mengisyaratkan kemampuan kognitif dini (cara mengatasi masalah dan membuat keputusan yang tepat) lebih mempengaruhi pencapaian, dibandingkan praktek atau bahkan status sosial ekonomi seseorang.

Karena itulah penting untuk memupuk kemampuan anak berbakat Anda sejak dini.

Jangan memaksa anak menjadi jenius karena ini justru dapat "menyebabkan berbagai masalah sosial dan emosional", menurut para pendidik.

Tetapi jika Anda memang ingin memupuk anak berbakat Anda dan membuat mereka tetap bahagia, inilah sejumlah hal yang dapat Anda coba lakukan:

Pengalaman yang beragam dapat membantu pengembangan keyakinan diri anak.Pengalaman yang beragam dapat membantu pengembangan keyakinan diri anak. (Getty Images)

1) Paparan beragam pengalaman

Anak-anak dengan kecerdasan tinggi sering kali memerlukan hal baru untuk memelihara motivasi mereka.

Peningkatan pengalaman kehidupan akan membantu anak mengembangkan keyakinan diri mereka dalam menghadapi dunia.

Para ahli psikologi mengatakan nyaman untuk melakukan hal yang sudah dikenal akrab; sementara keberanian diperlukan untuk mencoba sesuatu yang berbeda.

Cara baru menantang kecerdasan anak akan membantu mereka mendapatkan keterampilan dalam menghadapi dunia yang lebih besar. Cara baru menantang kecerdasan anak akan membantu mereka mendapatkan keterampilan dalam menghadapi dunia yang lebih luas. (Getty Images)

2) Pupuk bakat dan perhatian

Apakah itu olah raga baru, alat musik atau kelas drama, membuat anak menjelajahi bakatnya sejak dini akan membantu pengembangan keterampilan penting seperti ketahanan diri.

Tetapi jangan memaksa mereka untuk "menjadi sesuatu" yang bukan diri mereka.

Mendorong anak untuk bertanya mendukung prestasi di sekolah.Mendorong anak untuk bertanya mendukung prestasi di sekolah. (Getty Images)

3) Dukung kebutuhan intelektual dan emosional

Keinginan tahu adalah kunci dari semua pembelajaran.

Anak dapat menanyakan banyak pertanyaan sebelum mulai bersekolah dan meskipun kesabaran Anda selalu diuji saat menjawabnya, hal ini sangatlah penting bagi perkembangan mereka.

Semakin banyak kata "mengapa" dan "bagaimana" yang mereka tanyakan, akan semakin baik kinerja mereka di sekolah.

Program ini memberikan sejumlah jalan keluar tidak biasa, seperti mengizinkan anak berbakat untuk loncat kelas.Program ini memberikan sejumlah jalan keluar tidak biasa, seperti mengizinkan anak berbakat untuk loncat kelas. (Getty Images)

4) Memuji usaha, bukannya kemampuan

Membantu anak mengembangkan "cara berpikir agar dapat tumbuh" lewat dukungan pada pembelajaran, bukannya hasil.

Anak belajar bereaksi kepada berbagai hal melalui orang tua.

Jadi apakah itu mempelajari bahasa baru atau mengendarai sepeda pertamanya, keinginan untuk belajar adalah sebuah keterampilan positif yang harus didukung.

Psikolog mengatakan anak seharusnya tidak diajarkan mengkhawatirkan kegagalan, tetapi harus melihatnya sebagai cara untuk memperbaiki pembelajaran. Psikolog mengatakan anak seharusnya tidak diajarkan mengkhawatirkan kegagalan, tetapi harus melihatnya sebagai cara untuk memperbaiki pembelajaran. (Getty Images)

5) Kegagalan bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti

Kesalahan seharusnya diperlakukan sebagai pembelajaran.

Belajar dari kesalahan seharusnya dipandang sebagai kesempatan untuk berkembang, karena ini akan membantu anak-anak memahami cara menangani masalah dengan lebih baik di masa depan.

Daya ingat yang tidak biasa, mampu membaca lebih cepat atau kegemaran yang aneh dapat menjadi isyarat anak berbakat.Daya ingat yang tidak biasa, mampu membaca lebih cepat atau kegemaran yang aneh dapat menjadi isyarat anak berbakat. (Getty Images)

6) Hati-hati dengan label

Label hanya akan membuat anak Anda terasing dari anak-anak lain.

Hal ini hanya akan membuat mereka menjadi sasaran pelecehan, disamping juga membuat mereka semakin merasa kecewa.

Menyatakan mereka sebagai anak berbakat kadang-kadang berakibat negatif. Menyatakan mereka sebagai anak berbakat kadang-kadang berakibat negatif. (Getty Images)

7) Bekerja sama dengan para guru

Murid cerdas seringkali memerlukan topik yang lebih menantang, tambahan dukungan atau kebebasan belajar sesuai dengan irama mereka.

Bekerja dengan merekayasa sistem pendidikan saat ini untuk memenuhi kebutuhan mereka adalah sangat penting.

Psikolog mengatakan anak berbakat seharusnya diizinkan mengejar minat mereka. Psikolog mengatakan anak berbakat seharusnya diizinkan mengejar minat mereka. (Getty Images)

8) Uji kemampuan anak Anda

Tes ini dapat mendukung keinginan orang tua akan pembelajaran yang lebih maju dan dapat mengungkap masalah seperti disleksia, Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas(ADHD) atau tantangan sosial dan emosional.

Tetapi bagaimana mengetahui anak Anda berbakat?

Ini sejumlah isyaratnya menurut kelompok IQ tinggi, Mensa:

  • Daya ingat yang tidak biasa
  • Mampu membaca pada usia muda
  • Kegemaran atau minat yang tidak biasa, atau pengetahuan mendalam terkait sejumlah hal tertentu
  • Kesadaran akan peristiwa dunia
  • Selalu bertanya
  • Selera humor yang canggih
  • Menyukai musik
  • Suka memegang kendali
  • Menambah aturan permainan

(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed