detikNews
Selasa 09 Oktober 2018, 13:11 WIB

Fakta di Balik Makanan Vegetarian Jejaring Restoran Cepat Saji

BBC Karangan Khas - detikNews
Fakta di Balik Makanan Vegetarian Jejaring Restoran Cepat Saji
Stockholm - GettyImagesMcDonalds mengembangkan burger tanpa daging di Swedia untuk para penganut vegetarian danvegan.

Menu vegetarian yang semakin diidamkan masyarakat mendesak berbagai jejaring makanan cepat saji beradaptasi dengan keinginan konsumen mereka.

Jika ada satu kesamaan di antara para pemakan daging, yang tak ada bandingannya, itu adalah kecintaan mereka yang luar biasa terhadap burger: daging empuk yang ditumpuk antara sayuran renyah dan roti bulat berwarna kuning keemasan.

Sebagai makanan pokok cepat saji, burger adalah pilihan paling akhir dalam konteks kesehatan dan pangan bebas daging, bagi penganut vegan dan vegetarian.

Namun seiring bertambahnya jumlah orang yang hanya memakan produk nabati di seluruh dunia, jejaring makanan cepat saji terbesar di dunia pun mengakomodasi mereka dengan menu alternatif.

Merujuk populasi vegetarian yang massif di Swedia misalnya, McDonalds memutuskan meluncurkan menu sandwich bebas daging pertama mereka dalam jumlah terbatas: McVegan.

Sejumlah kalangan menganggap menu itu laku keras di kalangan vegetarian, termasuk pemakan daging, dan menyebutnya sebagai makanan cepat saji masa depan yang sehat.

Tahun 2017, McDonald bekerja sama dengan perusahaan makanan Swedia, Orkla, untuk menciptakan daging patty burger baru.

Di sebuah dapur kecil berperalatan serba baja di Malmo, mereka mulai meriset cara menciptakan alternatif burger daging.

"Ketika Anda menjadikan daging sebagai bahan utama, daging itu sendiri memiliki cita rasa," kata Karl-Johan Freelander, pengembang produk di Orkla.

"Maka ketika pilihannya adalah soya, rasanya tak begitu kuat. Sejujurnya, rasanya tak cukup enak," kata dia.

Untuk mengurangi rasa hambar, Freelander mencampur protein soya dengan bawang Bombay, paprika, dan bubuk tomakyang memberikan warna merah unik.

Namun Freelander menyebut rahasia rasa pengunggah selera makan McVegan adalah sesuatu yang disebutnya 'umami'.

"Umami adalah yang sering disebut sebagai cita rasa kelima. Ini memberikan rasa gurih," ucapnya.

Untuk mengganti cita rasa daging sungguhan, Freelander dapat mengimitasi sensasi umami dari sejumlah bumbu, salah satunya bubuk jamur.

Freelander berkata, memastikan cita rasa gurih adalah prioritas utamanya saat menciptakan menu burger baru ini. Tujuannya adalah memberikan kepuasan konsumen seolah memakan daging sungguhan, tanpa adanya unsur hewani sama sekali.

Hasilnya, kata dia, sukses besar sebagai solusi hasrat pangan warga Swedia yang berbeda-beda.

McDonalds
Tahun 2017, McDonald bekerja sama dengan perusahaan makanan Swedia, Orkla, untuk menciptakan daging patty burger baru. (Getty Images)

Berdasarkan data kelompok advokasi hak-hak binatang di Swedia, satu dari 10 orang di negara itu kini menganut vegan atau vegetarian.

Di kelompok masyarakat berusia 30 tahun, rasio itu bahkan lebih besar, yaitu satu berbanding lima orang.

Berdasarkan angka tersebut, populasi vegetarian di Swedia berjumlah dua kali lebih besar daripada Inggris.

"Dalam waktu yang bersamaan, penjualan produk vegan melonjak dan ketertarikan memilih 'vego' terus bertumbuh," kata Camilla Bjorkborn, pegiat di Asosiasi Hak Binatang.

"Tren ini sangat positif bagi binatang. Kita dapat melihat semakin banyak orang memilih produk nabati, baik secara teratur maupun tidak, tanpa perlu mendeklarasikan diri mereka sebagai vegan atau vegetarian," tuturnya.

Orang-orang yang masuk kategori 'flexitarian' alias orang-orang yang berada di antara pilihan, adalah target demografi McVegan.

Mereka adalah pemakan daging yang ingin menyantap makanan vegetarian sehat, yang terlihat dan terasa seperti daging, dan para vegetarian yang ingin merasakan sensasi burger sungguhan.

Mengesampingkan selera makan, pertanyaan penting yang muncul adalah 'apakah McVegan cukup bercita rasa seiring berjalannya waktu'.

Beruntung McDonalds dan upaya eksperimental mereka fokus masuk ke panganan sehat. Dan jawaban atas pertanyaan tadi sepertinya adalah iya.

Morseravi mengatakan, gelombang vegetarian di Swedia muncul dari keinginan bersama untuk memakan segala sesuatu yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Satu-satunya kesulitan adalah menemukan keseimbangan yang tepat dan membuat menu yang menggugah selera konsumen dalam skala nasional.

Dalam konteks McVegan, kata dia, McDonalds telah mendapatkan jawaban tepat.

McDonalds
Restoran pertama McDonalds yang dibuka tahun 1996 di New Delhi, India, menjual burger sayuran berlapis keju. (Getty Images)

Salah satu hambatan curam yang dihadapi McDonalds selagi mereka menguji coba McVegan adalah menjembatani soal etika dan kesehatan para penganut vegetarian dan reputasi makanan cepat saji mereka.

Tak butuh kejeniusan untuk memahami bahwa panganan vegan jauh dari menu dan praktek yang selama ini dijalankan McDonalds. Namun di negara seperti Swedia, demi para 'flexitarian', kecenderungan itu akan berkembang menjadi bisnis besar.

Sejauh ini McDonalds belum menutup rencana pengembangan McVegan atau agenda mereka mengembangkan bisnis itu ke negara lain.

Saat ini, Skandinavia akan tetap menjadi tempat uji coba pangan bebas kekejaman terhadap binatang atau makanan alternatif bercita rasa daging.

"Orang-orang menikmati dan melihat ada cara untuk beralih tanpa berkorban banyak," kata Morseravi.

"Beberapa dari mereka berkata, 'mengapa memakan menu vegetarian jika rasanya seperti daging?' Tapi tak ada salahnya menyantap daging. Saya tak ingin memakan binatang, jadi menu itu terlihat sempurna," tuturnya.

Anda dapat membaca artikel ini dalam bahasa Inggris di BBC Capital dengan judul What's driving the rise of McVegan burger?




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed