DetikNews
Sabtu 22 September 2018, 05:08 WIB

Perjuangan Menyelamatkan Burung Nasar Afrika

BBC Karangan Khas - detikNews
Perjuangan Menyelamatkan Burung Nasar Afrika
Jakarta -

Delapan spesies burung nasar Afrika berkurang rata-rata 62% dalam 30 tahun terakhir, sementara penurunan jumlah spesies lain bisa mencapai 80%. Makhluk-makhluk ini menghadapi ancaman yang sangat luas.

Tepat sebelum pukul 1 siang, para tamu yang lapar mulai bermunculan ke dek kayu di belakang Victoria Falls Safari Lodge di Zimbabwe.

Sebagian dari mereka hendak makan siang, minum bir, serta mulai makan sandwich dan salad mereka di bawah sinar matahari.

Di hamparan di bawah penginapan, beberapa babi hutan terlihat berjalan berkeliling dan berhenti sesekali untuk mengunyah rumput.

Itu adalah hal yang normal terjadi- hingga Anda melihat ke atas. Di atas kepala, langit dipenuhi dengan beberapa ratus burung nasar, menukik dalam lingkaran raksasa.

Mereka juga datang untuk camilan tengah hari. Setiap hari tim hotel ini menempatkan daging sisa kemarin malam untuk dimakan burung nasar.

Mereka menyebutnya 'Restoran Nasar' dan itu adalah bagian penting untuk melindungi burung-burung ini, yang telah menjadi beberapa spesies yang paling terancam di Afrika.

Sebuah laporan pada 2015 oleh Darcy Ogada dari The Peregrine Fund, sebuah organisasi konservasi yang berbasis di AS yang berfokus pada burung pemangsa yang terancam punah, menunjukkan bahwa delapan spesies burung nasar Afrika telah berkurang dengan rata-rata 62% dalam 30 tahun terakhir, dan bagi beberapa spesies penurunannya bisa mencapai 80%.

Ancaman yang dihadapi makhluk-makhluk ini sangat luas, mulai dari kehilangan habitat hingga dibunuh karena alasan spiritual. Dalam beberapa budaya diyakini bahwa tidur dengan kepala burung pemakan bangkai di bawah bantal Anda akan memungkinkan Anda melihat ke masa depan.

Di Zimbabwe, di mana perburuan gajah dan badak merupakan masalah besar, racun adalah ancaman penting bagi burung.

"Beberapa tahun belakangan ini para pemburu telah sadar, mereka dapat menggunakan racun untuk membunuh hewan. Ini efektif karena diam-diam dan karena itu tidak menarik banyak perhatian."

"Ketika burung nasar memakan bangkai mereka mati juga," kata Roger Parry, Manajer satwa liar di Victoria Falls Wildlife Trust, sebuah organisasi nirlaba berbasis di Zimbabwe.

Mengetahui bahwa burung nasar yang terbang berputar-putar dapat menarik perhatian penjaga taman, pemburu terkadang akan meracuni sumber air secara keseluruhan, untuk membunuh burung nasar terlebih dahulu.

Dari semua spesies pemulung, bangkai beracun menimbulkan ancaman khusus bagi burung pemakan bangkai karena mereka adalah makhluk sosial dan makan dalam kelompok besar (dikenal sebagai wake - pertemuan sosial yang terkait dengan kematian) bisa mencapai 100 burung.

Pada tahun 2013, 500 burung nasar mati setelah diberi makan bangkai gajah beracun di Namibia, dan pada Mei 2017, 94 spesies burung hering (Gyps africanus) yang terancam punah ditemukan tewas di perbatasan Zimbabwe-Mozambik, tewas dengan cara yang sama.

Konflik manusia-satwa liar juga berperan dalam kondisi buruk burung nasar di Zimbabwe dan sekitarnya.

"Banyak burung bangkai mati dalam rantai makanan, pemangsa yang membunuh ternak lokal. Masyarakat menempatkan umpan beracun untuk membunuh pemangsa, yang dimakan burung bangkai dan kemudian ikut mati, "kata Parry.

Inisiatif "Restoran Nasar" adalah bagian dari program pemberian makan, dan dari program pendidikan.

Dengan menarik burung ke Restoran Nasar setiap hari, tim dapat memastikan bahwa hewan-hewan itu secara teratur mendapatkan makanan yang aman.

Saat burung-burung ada di sana, mereka dapat mendidik wisatawan dari seluruh dunia tentang makhluk itu, meningkatkan kesadaran dan dukungan program yang sedang berlangsung ini.

Kembali di Victoria Falls Safari Lodge, burung nasar merasa bahwa makanan mereka akan disajikan dan burung besar mulai menukik turun dari langit dan bersandar di pepohonan.

Sayap yang lebar dan kuat itu sempurna untuk meluncur di langit meski dengan sedikit usaha, tetapi mendarat di tanah tampak kurang elegan.

Satu demi satu mereka membanting arah ke dahan-dahan, mengambil waktu beberapa saat untuk menenangkan diri dan menempatkan kembali bulu-bulu mereka di tempatnya.

Tidak ada taplak meja atau pelindung matahari di sini, hanya sepetak tanah terbuka yang menandakan Restoran Nasar, dengan tempat duduk berjejer di depannya untuk para tamu yang menonton.

Meskipun sebagian besar wisatawan datang ke bagian dunia ini untuk melihat pemandangan luar biasa dari 5 juta meter kubik air yang jatuh setiap menit di Air Terjun Victoria, namun wisata burung nasar ini semakin populer dan sekarang penuh pengunjung setiap hari.

"Ada hari-hari di mana kami harus membatasi jumlah orang yang turun ke area menonton karena terlalu sibuk," kata Ross Kennedy, CEO dari Afrika Albida Tourism, yang menjalankan penginapan.

'Makan siang' disajikan oleh Wildlife Supervisor Moses Garira yang memandang dirinya sebagai sosok ayah dari para burung nasar.

Dia memiliki tugas yang sulit untuk berkeliaran di tengah-tengah tanah kosong dengan kotak es berisi daging, menjatuhkan isinya ke tanah dan berlari menyelamatkan hidupnya ketika sekitar 200 burung nasar menukik turun untuk menikmati makan mereka.

Itu adalah pemandangan yang luar biasa ketika gerombolan burung besar bertabrakan dan menerjang satu sama lain, menjerit dan mengerem saat mereka memanjat dan memperebutkan daging, merobek otot daging dengan mudah.

Tidak seorang pun, tentunya, akan menjadi sukarelawan untuk peran ini, tetapi Garira cukup menikmatinya.

"Rasanya luar biasa bisa begitu dekat dengan burung-burung, saya merasa seperti saya adalah bagian dari mereka - sama sekali tidak menakutkan," katanya, dengan sungguh-sungguh.

Kembali ke tempat duduk yang aman, ia menghabiskan 15 menit berikutnya untuk memberi tahu para penonton tentang pentingnya burung pemakan bangkai bagi kesehatan manusia, dan mengapa kita perlu melindungi mereka.

Seringkali dianggap sebagai makhluk yang menyeramkan dan menjijikkan, terutama karena kecenderungan mereka memulung bangkai, ternyata manusia salah tangkap mengenai burung nasar.

"Bagian dari tantangan pendidikan adalah membuat orang menyadari bahwa burung-burung ini tidak mengerikan - mereka sangat penting. Mereka burung yang indah, dan mereka sangat penting dalam hal peran mereka membersihkan bangkai yang mati di semak-semak, "kata Parry.

Mereka dapat dengan aman mencerna bakteri jahat seperti Anthrax, sedang hewan pemakan bangkai lain tidak bisa. Tanpa burung nasar, akan ada lebih banyak penyakit di dunia.

Tapi apakah Restoran Nasar benar-benar dapat membuat perbedaan yang signifikan terhadap nasib burung nasar di Zimbabwe?

Kerri Wolter, CEO Vulpro, sebuah organisasi konservasi burung nasar Afrika Selatan, percaya itu dapat memainkan bagian penting jika digabung dengan solusi lain seperti pendanaan pemerintah untuk konservasi dan hukuman yang lebih keras bagi pembunuh burung nasar.

Meningkatkan kesadaran dan dukungan masyarakat umum adalah bagian besar dari pertempuran, dan Restoran Nasar mencapai hal ini. "Jika kita ingin menang, kita harus membuat orang menyukai burung nasar," katanya.

Versi bahasa Inggris artikel ini dapat Anda baca pada laman BBC Earth dengan judulThe race to save Africa's vultures




(nkn/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed