DetikNews
Rabu 22 Agustus 2018, 12:59 WIB

Malaysia Masih Terus Memburu Perangkat Radioaktif yang Hilang

BBC World - detikNews
Malaysia Masih Terus Memburu Perangkat Radioaktif yang Hilang Getty Images
Kuala Lumpur - Malaysia masih terus memburu perangkat radioaktif yang awal bulan ini hilang lenyap dari sebuah truk bak terbuka.

Pihak berwenang mengatakan zat radioaktif di dalam perangkat radiografi itu dapat menyebarkan kontaminasi berbahaya jika dibongkar dengan tidak semestinya.

Muncul juga kekhawatiran bahwa jika jatuh ke tangan yang salah, benda itu bisa digunakan sebagai bagian dari senjata -- yang juga dikenal sebagai bom kotor.

Pihak berwenang telah mengkonfirmasi hilangnya perangkat itu tetapi menyatakan bahwa "semuanya terkontrol".

Benda yang hilang itu biasanya digunakan dalam radiografi industri. Pemiliknya adalah perusahaan yang melakukan tes, kalibrasi dan inspeksi untuk perusahaan minyak dan gas dan perusahaan industri berat lainnya.

Tabung logam besar seberat 23 kg dilengkapi dengan pegangan itu dilaporkan sering digunakan untuk melihat retakan pada logam.

Benda itu berisi isotop radioaktif iridium-192 yang dapat menyebabkan paparan radiasi, tapi bisa juga digunakan sebagai senjata jika dikombinasikan dengan alat peledak konvensional.

Betapa pun, apakah iridium yang hilang itu memang bisa digunakan membuat apa yang disebut bom kotor, tergantung pada seberapa banyak zat itu di dalam perangkat.

Bisa fatal

Menurut Badan Energi Atom Internasional, iridium-192 dapat menyebabkan cedera permanen jika penanganannya dilakukan beberapa menit hingga beberapa jam setelah terpapar, dan dapat berakibat fatal jika berada di dekatnya selama berjam-jam atau berhari-hari.

Inspektur Jenderal Polisi Mohamad Fuzi Harun mengatakan insiden serupa terjadi tahun lalu dan belum ada informasi mengenai alat yang hilang itu juga, tulis kantor berita Bernama.

Polisi dan media sudah mengungkapkan rincian bagaimana perangkat itu dibawa di bagian belakang sebuah truk di Kuala Lumpur.

Perangkat itu sebelumnya digunakan di sebuah situs di pinggiran kota dan kemudian dibawa ke lokasi lain.

Namun setelah tiba di lokasi, pengemudi melihat bahwa perangkat itu sudah hilang.

Sopir dan asistennya diinterogasi tetapi sudah dibebaskan.

Ada spekulasi bahwa perangkat itu mungkin telah dicuri atau jatuh dari mobil saat melaju.

Seorang perwira polisi mengatakan mereka langsung melakukan penyelidikan tanpa memapar rinciannya, lapor media setempat.

Wakil Menteri Dalam Negeri Azis Jamman membenarkan terjadinya peristiwa itu, tetapi bersikeras bahwa "semuanya sudah berada di bawah kendali".




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed