DetikNews
Kamis 16 Agustus 2018, 11:29 WIB

Jadi Joki Saat Ujian, Kepala Sekolah Dihukum 5 Tahun Penjara

BBC Magazine - detikNews
Jadi Joki Saat Ujian, Kepala Sekolah Dihukum 5 Tahun Penjara Sang kepala sekolah mengaku mengikuti ujian elektronik atas nama seorang tentara yang bertugas di Somalia sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian Burundi. (BBC)
Burundi - Pengadilan diBurundi menghukum seorang kepala sekolah hingga lima tahun penjara karena mencoba menyamar sebagai pelajar dan mengikuti ujian nasional atas nama orang lain.

Benjamin Manirambona, nama kepala sekolah tersebut, juga dilarang untuk kembali mengajar atau memegang jabatan publik yang penting selama 10 tahun.

Polisi tak berseragam menangkapnya pada Jumat (10/08) setelah mendapat laporan bahwa Manirambona mengikuti ujian dengan menggunakan seragam sekolah.

Dalam posisi tidak bisa melarikan diri, Manirambona yang menjabat kepala Sekolah Menengah Kejuruan Butere di Bujumbura, mengaku mencoba menjadi joki.

Berdasarkan pengakuannya, dia mengikuti ujian elektronik atas nama seorang tentara yang bertugas di Somalia sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian Burundi.

Dia mengatakan tentara tersebut menginginkan nilai untuk dapat memenuhi persyaratan masuk universitas.

Tentara itu menjanjikan imbalan uang saat ia kembali ke Burundi, Manirambona menambahkan.

burundiGuru Lazard Nihezagire (kiri) dan bendahara sekolah Eric Nkurunziza (tengah) turut dipenjara. (BBC)

Menteri Pendidikan Burundi, Janvire Ndirahisha, yang tiba di tempat kejadian dengan petugas berseragam, menepis penjelasan Manirambona.

"Semua yang kau katakan bohong, jadi kami membawamu pergi... kita akan menyelidikinya karena dari apa yang kita dengar itu bukan pertama kalinya (kau melakukan ini)," kata Janvire Ndirahisha.

Selain Manirambona, bendahara sekolah Eric Nkurunziza dan seorang guru Lazard Nihezagire, diberikan hukuman penjara masing-masing dua tahun dan dilarang memegang jabatan publik selama lima tahun.

Keduanya terbukti bersalah karena menutupi kasus yang dilakukan oleh sang kepala sekolah.

Empat siswa yang dicurigai berbuat kecurangan, termasuk satu orang dituduh menjadi penghubung antara tentara yang ingin masuk le universitas dan kepala sekolah, dibebaskan tanpa tuntutan.

Di Burundi, siswa yang mengikuti ujian publik dikirim ke sekolah lain. Hal ini dapat menjelaskan mengapa Manirambona tidak dikenali pengawas di ruang ujiannya, saat ujian berlangsung.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed