DetikNews
Rabu 15 Agustus 2018, 10:20 WIB

Trump Sebut Perempuan Mantan Penasihatnya 'Anjing' dan Sinting

BBC World - detikNews
Trump Sebut Perempuan Mantan Penasihatnya Anjing dan Sinting Presiden Donald Trump membisikkan sesuatu kepada Omarosa Manigault Newman pada 2016 lalu. (Reuters)
Washington - Presiden Amerika Serikat,DonaldTrump, menyebut seorang perempuan mantan penasihatnya yang baru dipecat sebagai 'anjing', 'sinting', dan 'manusia rendah'.

Kata-kata itu muncul ketika Trump merilis cuitan merujuk Omarosa Manigault Newman, perempuan kulit hitam yang pernah menjadi penasihatnya di Gedung Putih.

"Ketika Anda memberikan manusia rendah yang sinting dan menangis, sebuah kesempatan dan memberikannya pekerjaan di Gedung Putih, saya kira itu tidak berhasil.

"Kerja bagus Jenderal (John) Kelly karena cepat memecat anjing itu!"

https://twitter.com/realDonaldTrump/status/1029329583672307712

Yang jadi perkara adalah buku bertajuk Unhinged karya Omarosa yang mengungkap berbagai hal semasa ia bekerja untuk Trump di Gedung Putih.

Dalam buku tersebut Omarosa menulis bahwa Trump mengalami kemunduran mental. Dia juga mengklaim punya rekaman bahwa Trump pernah memakinya dengan kata 'Negro' sewaktu tampil dalam acara televisi The Apprentice.

Meski demikian, Trump dengan berang membantah klaim Omarosa.

"Saya tidak punya kata itu dalam kamus saya, dan tidak akan pernah," cuit Trump.

Omarosa Buku yang ditulis Omarosa Manigault Newman soal pengalamannya bekerja di Gedung Putih. (Getty Images)


Jalur hukum

Perseteruan antara Trump dan Omarosa kini masuk babak baru setelah seorang pejabat senior dari tim kampanye Trump mengirim pernyataan kepada media-media di AS berisi penegasan bahwa mereka akan menempuh jalur hukum.

"Donald J. Trump for President, Inc. telah mengajukan kasus terhadap Manigault-Newman bersama Asosiasi Arbitrase Amerika di New York, atas pelanggaran kesepakatan kerahasiaan dengan tim kampanye Trump pada 2016."

"Presiden Trump amat dikenal karena memberi peluang kepada masyarakat untuk maju dalam karier dan kehidupan mereka selama berpuluh tahun, tapi salah adalah salah, dan pelanggaran langsung sebuah kesepakatan harus ditangani dan pelanggarnya harus bertanggung jawab."

Omarosa Manigault Newman menyatakan dalam sejumlah wawancara bahwa dia tidak pernah menandatangani kesepakatan ketika mulai bekerja di Gedung Putih.

Namun, belum jelas apakah dia pernah meneken perjanjian saat bergabung dengan tim kampanye Trump.

"Saya tidak akan dibungkam," kata Omarosa kepada kantor berita Associated Press, setelah tuntutan kepadanya diajukan pada Selasa (14/8).

"Saya tidak akan dirundung oleh Donald Trump," imbuhnya.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed