DetikNews
Jumat 03 Agustus 2018, 09:42 WIB

Prof Cambridge Menang Penghargaan Tapi Hadiah Medali Emasnya Dicuri

BBC Magazine - detikNews
Prof Cambridge Menang Penghargaan Tapi Hadiah Medali Emasnya Dicuri IMU
London - Malang nian profesorUniversitasCambridge ini. Baru beberapa menit mendapat medali emas 14 karat dalam penghargaan paling bergengsi di bidang matematika, barang tersebut mendadak raib di Brasil.

Professor Caucher Birkar datang ke Inggris sebagai pengungsi dari Iran.

Baru-baru ini dia menjadi salah satu dari empat orang yang mendapat penghargaan Fields Medal atas kontribusinya dalam bidang matematika.

Dia mengatakan bahwa dirinya "tidak bisa membayangkan bahwa ini akan menjadi kenyataan".

Setelah mendapat hadiah, menurut laporan TV Globo Brasil, ia menaruh benda itu bersama dengan dompet dan telepon selulernya di dalam koper di atas meja tempat acara berlangsung.

Dia melaporkan kejadian tersebut ke bagian staf keamanan ketika dia melihat kopernya itu hilang. Belakangan kopernya ditemukan, namun medali dan dompetnya telah raib.

Caucher Birkar Caucher Birkar lahir di Iran dan kini bekerja di Universitas Cambridge (Uni Cambridge)


SiapaProfesorBirkar?

Caucher Birkar lahir di sebuah daerah peternakan di provinsi Kurdistan, dekat perbatasan Iran-Irak.

Dia dibesarkan dalam masa perang delapan tahun antara Iran dan Irak , yang pecah pada 1980.

Dia mengatakan kepada majalah Quanta, bahwa ketika ia masih kanak-kanak, klub matematika yang diikutinya di Teheran memajang foto-foto pemenang Fields Medal di dinding.

"Saya memandanginya dan berkata kepada diri saya sendiri, "Dapatkah saya bertemu dengan salah satu dari orang-orang ini?" Ketika di Iran saya tidak pernah menyangka bahwa saya akan pergi ke Barat," katanya

Selagi belajar untuk meraih gelar sarjana di Universitas Teheran, ia pergi ke Inggris dan mencari suaka politik di sana.

Birkar meraih reputasi melalui karyanya pada geometri birasional dan sebelumnya ia telah memenangkan Penghargaan Leverhulme yang bergengsi.

Fields Medal diberikan setiap empat tahun sekali kepada matematikawan yang paling menjanjikan di bawah usia 40 tahun.

Setiap pemenang menerima hadiah uang tunai 15.000 dolar Kanada atau Rp166 juta.



Tonton juga video: 'Mark Zuckerberg Desak Audit Cambridge Analaytica'

[Gambas:Video 20detik]

Prof Cambridge Menang Penghargaan Tapi Hadiah Medali Emasnya Dicuri


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed