Korsel Alami Suhu Terpanas dalam Satu Abad Terakhir

Korsel Alami Suhu Terpanas dalam Satu Abad Terakhir

BBC World - detikNews
Rabu, 01 Agu 2018 19:14 WIB
Korsel Alami Suhu Terpanas dalam Satu Abad Terakhir
Seorang anak mendinginkan tubuh di pancuran air yang terletak di Plaza Gwanghwamun Seoul. (YONHAP/EPA)
Seoul - Korea Selatan mencatat suhu tertinggi, 43 derajat Celsius - cuaca terpanas sejak negara itu mulai mencatatkan suhunya pada tahun 1907.

Ibu kota Korsel, Seoul, juga mengalami temperatur tertinggi dengan angka 39 derajat.

Sudah lebih dari 28 orang meninggal dunia karena gelombang yang sangat panas itu, menurut pejabat pemerintah.

korea selatan, suhu
Polisi berjaga di bawah naungan tenda di Lapangan Gwanghwamun, Seoul pada tanggal 1 Agustus 2018. (EPA)


Ini adalah untuk kedua kalinya suhu negara tersebut naik di atas angka 40 Celsius, setelah sebelumnya Kota Daegu di bagian tenggara mengalaminya pada tanggal 1 Agustus 1942.

Negara ini mengalami gelombang panas panjang setelah musim hujan dengan curah hujan yang rendah dan terjadinya tekanan atmosfir dari Tibet yang tinggi sehingga keadaan semakin panas.

Faktor lain adalah angin dari timur, dari Pegunungan Taebaek di Korea Selatan bagian timur.

Udara hangat yang menaikkan suhu di Seoul ini dikenal dengan nama foehn kering.

Kemungkinan besar suhu akan terus meningkat di negara itu, termasuk di Seoul dalam sehari ini.

Di Asia, gelombang panas juga menimpa Jepang. Pada hari Senin (23/07), gelombang panas terjadi di negara itu. Suhu paling panas tercatat di Kumagaya, sekitar 86 kilometer dari Tokyo yang mencapai 41,1 derajat Celsius.

Penduduk berlibur di Pantai Haeundae, Busan di tengah gelombang panas tanggal 28 Juli 2018.
Penduduk berlibur di Pantai Haeundae, Busan di tengah gelombang panas tanggal 28 Juli 2018. (EPA)


Temperatur tersebut memecahkan rekor lima tahun sebelumnya, yaitu 41,0 derajat Celsius pada Agustus 2013 di Shimanto, Prefektur Kochi.

Akibat gelombang panas ini, sebanyak 77 orang telah meninggal dunia dan 30.000 orang harus dirawat di rumah sakit, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Jepang dan kantor berita Kyodo sejak 9 Juli hingga Minggu (22/07).

(nvc/nvc)



Berita Terkait