DetikNews
Sabtu 21 Juli 2018, 09:47 WIB

Gua Thailand: Mural Raksasa Menghormati Tim Penyelamat 12 Remaja

BBC World - detikNews
Gua Thailand: Mural Raksasa Menghormati Tim Penyelamat 12 Remaja
Bangkok -

Mural raksasa berjudul Para Pahlawan dibuat di Chiang Rai, Thailand, untuk menghormati upaya penyelamatan 12 remaja dan pelatihnya yang terperangkap di dalam gua selama lebih dari dua minggu.

Artists work on an art mural at Art Bridge gallery in Chiang Rai, Thailand
Getty Images
Artists work on an art mural at Art Bridge gallery in Chiang Rai, Thailand
Getty Images


Karya seni ini dihasilkan para seniman lokal, dan mural ini secara gamblang menampilkan sosok Saman Gunan (lihat lukisan di bawah), mantan penyelam Angkatan Laut Thailand yang meninggal saat membantu upaya penyelamatan terhadap belasan remaja itu.

Mural ini dipamerkan di galeri Art Bridge di Thailand utara, yang merupakan bagian dari pameran untuk mendedikasikan terhadap keberhasilan operasi penyelamatan tersebut.

Artists work on an art mural at Art Bridge gallery in Chiang Rai, Thailand
Getty Images


Juga ditampilkan patung Saman Gunan, dengan 12 remaja dan pelatih sepak bolanya yang disimbolkan berupa babi hutan dan anak-anaknya di kaki Saman.

A statue of work former Navy SEAL diver Saman Kunan at Art Bridge gallery in Chiang Rai, Thailand
Getty Images


Belasan remaja dan pelatih sepak bola mereka terperangkap di gua Tham Luang pada 23 Juni, dan ditemukan oleh tim penyelamat sejauh empat kilometer dari mulut gua pada 2 Juli. Proses penyelamatan berakhir pada 10 Juli.

Artists work on an art mural at Art Bridge gallery in Chiang Rai, Thailand Getty Images Artists work on an art mural at Art Bridge gallery in Chiang Rai, Thailand
Getty Images


Lukisan ini juga menampilkan sejumlah penyelamat yang berperan penting dalam mengeluarkan para remaja itu dalam kondisi hidup, termasuk di antaranya adalah penyelam Inggris Rick Stanton (lihat foto dan lukisannya di bawah).

Stanton dan sesama penyelam dari Inggris, John Volanthen (foto dan lukisannya di bawah), adalah dua penyelam yang pertama kali menjumpai anak-anak dan pelatihnya setelah mereka terjebak selama sembilan hari.

Stanton mengatakan kepada wartawan: "Ini adalah wilayah yang belum dipetakan sepenuhnya, belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak ada kejadian seperti ini sebelumnya. Jadi, awalnya, tentu saja ada semacam keraguan."

Sekembalinya ke Inggris, Volanthen mengatakan: "Kami sangat lega mereka semuanya hidup, tetapi saya pikir pada titik itu kami menyadari betapa situasinya tidak gampang dan barangkali itulah kenapa butuh waktu lama untuk mengeluarkan mereka."

Penyelam Inggris, Vern Unsworth (lihat bawah), juga ditampilkan dalam mural tersebut.

Yang menguntungkan dalam operasi penyelamatan itu, Unsworth pernah menjelajahi kompleks gua Tham Luang, dan tinggal tidak jauh dari kawasan itu.

Penyelam Inggris lain yang dilukis (di bawah) adalah Robert Charles Harper, yang telah rajin menjelajahi gua semenjak 1968.

Gubernur Chiang Rai, Narongsak Osotthanakorn, pimpinan misi penyelamatan, juga ditampilkan dalam mural - lengkap dengan topi khasnya.

A mural image of Narongsak Osotthanakorn on the left side and a photo of Narongsak Osotthanakornon the right side
Getty Images


Mengomentari tentang pemanfaatan kompleks gua itu di masa depan, Narongsak berkata: "Wilayah ini akan dijadikan museum, untuk menunjukkan bagaimana operasi penyelamatan itu digelar."

"Kita akan tampilkan secara interaktif seputar operasi itu. Ini akan menjadi daya tarik utama bagi Thailand."

Artists work on an art mural at Art Bridge gallery in Chiang Rai, Thailand
Getty Images


BBC News Indonesia




(nvc/nvc)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed