DetikNews
Senin 16 Juli 2018, 18:04 WIB

Terungkap! Makanan Terakhir Manusia Es Berlemak Tinggi

BBC Magazine - detikNews
Terungkap! Makanan Terakhir Manusia Es Berlemak Tinggi Isi perut pria ini sedang diperiksa. (SOUTHTYROLARCHAEOLOGYMUSEUMEURACM)
Jakarta -

Ini bukanlah menu yang akan muncul di acara memasak di televisi Masterchef, tetapi bagi sebagian dari nenek moyang kita ini adalah penyantap makanan yang bergizi.

Para ilmuwan mengungkapkan bahwa makanan terakhir Oetzi si Manusia Es berimbang tetapi juga berlemak tinggi.

Pria tersebut hidup 5.300 tahun lalu dan meninggal di sungai es membeku. Jenazahnya terawetkan di es selama ribuan tahun sampai ditemukan pada tahun 1991.

Ilmuwan berhasil menemukan sejumlah hal tentang kehidupannya, termasuk apa yang dia makan sebelum meninggal.

Mereka mengatakan pria tersebut memenuhi lambungnya dengan lemak dari kambing liar, daging rusa merah, biji-bijian kuno einkorn dan pakis beracun.

Seberapa berlemak?

Tingkat lemak makanannya adalah 50%, jauh lebih tinggi dari 10% seperti umumnya makanan modern.

"Jika Anda mempertimbangkan ketinggian tempat berburu Manusia Es, Anda memerlukan pasokan energi seperti ini," kata Dr Frank Maixner dari Eurac Research Institute for Mummy Studies di Bolzano, Italia.

"Dan cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan memakan lemak; ini memberikan energi yang diperlukan untuk dapat bertahan di lingkungan yang berat seperti itu."

Apa arti hal ini terkait dengan susunan makanan nenek moyang kita?

Kajian yang diterbitkan di Current Biology tersebut memberikan gambaran tentang menu Zaman Tembaga.

Susunan makanan Manusia Es telah dianalisa sebelumnya, tetapi tidak serinci ini. Penyelidikan terbaru ini didasarkan pada isi lambungnya.

Yang mengejutkan, bagian tubuh ini baru ditemukan karena letaknya tidak biasa, akibat proses mumifikasi badannya.

Para ilmuwan dapat menyimpulkan lemak bukan berasal dari produk susu, tetapi dari ibex Alpen, spesies kambing liar yang hidup di pegunungan Alpen Eropa.

"Susunan makanannya adalah campuran seimbang karbohidrat, protein dan juga lemak," kata Dr Maixner. "Cukup mengejutkan tingginya tingkat lemak yang dia makan."

Bergizi tetapi bagaimana rasanya?

Makanan ini membuat Oetzi dapat mendaki es, tetapi kemungkinan rasanya tidak begitu enak.

"Itu lemak kambing dan sulit membayangkan rasanya," kata Dr Maixner. "Sudah pasti tidak seenak seperti yang kita makan sekarang.

"Apalagi kalau diingat tidak adanya garam, rasa asli daging itu, lemak itu - semua hal itu - saya pikir sulit untuk dimakan."

Meskipun Manusia Es tidak harus berurusan dengan makanan olahan, terdapat sisi negatif susunan makanannya.

Dia sudah menunjukkan tanda-tanda penyumbatan arteri saat meninggal.

Dia kemungkinan tewas dalam perang, karena terdapat luka-luka di tubuhnya. Pria ini juga membawa senjata, termasuk sebuah kapak tembaga.

Apakah Manusia Es mengenal jamu?

Dia juga kemungkinan memakan obat dari tanaman, karena para peneliti menemukan jejak bracken sejenis pakis di lambungnya.

Kemungkinan lain adalah dia membungkus makanan dengan daun pakis dan secara tidak sengaja memakan spora beracun.

Daging hewan liar kemungkinan dimakan secara langsung atau bisa juga dikeringkan.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed