Kopilot Merokok, Pesawat Air China Anjlok 6.500 Meter

BBC Magazine - detikNews
Jumat, 13 Jul 2018 18:20 WIB
Air China adalah salah satu maskapai utama China (Reuters)
Beijing - Kopilot yang menghisap rokok elektronik pada penerbangan Air China menyebabkan pesawat anjlok dengan cepat, kata para penyelidik.

Para penyidik mengatakan dia berusaha menyembunyikan bahwa dirinya merokok tetapi secara tidak sengaja mematikan pendingin ruangan (AC), yang menyebabkan penurunan tingkat oksigen di kabin.

Awak pada penerbangan hari Selasa (10/07) dari Hong Kong ke kota Dalian melepaskan topeng oksigen dan menurunkan pesawat lebih dari 6.500 meter.

Kemudian pesawat kembali ke ketinggian jelajah.

Penyelidikan pendahuluan oleh otoritas penerbangan sipil China memperlihatkan kopilot berusaha mematikan kipas angin untuk mencegah asap mencapai penumpang di kabin tanpa memberitahu kapten, tetapi dia malahan mematikan AC.

Para penumpang mengatakan mereka diperintahkan untuk memakai ikat pinggang, sementara pesawat turun dari ketinggian.

Pejabat keselamatan di badan penerbangan sipil China, Qiao Yibin, mengatakan awak harus melakukan tindakan darurat, menjatuhkan topeng oksigen sampai mereka mengetahui masalahnya.

Jika pesawat kehilangan tekanan di kabin, pilot harus menurunkan ketinggian pesawat untuk memastikan keselamatan awak dan penumpang.

Tetapi begitu mereka melihat pengatur udara dimatikan, mereka kemudian menghidupkannya kembali dan membawa pesawat pada ketinggian normal.

Pemerintah dilaporkan menyelidiki penyebab "dengan lebih rinci", lewat pemeriksaan rekaman data penerbangan dan rekaman suara kokpit untuk menentukan dengan tepat apa yang menyebabkan kejadian ini.

Lewat media sosial China, Weibo, maskapai menyatakan kebijakan "tidak ada toleransi" terkait pelanggaran tingkah laku awak.

Peraturan penerbangan China melarang semua awak merokok dan tidak membolehkan penumpang menggunakan rokok elektronik di dalam pesawat sejak tahun 2006.

Tetapi muncul sejumlah tuduhan terkait dengan beberapa pilot yang merokok dalam penerbangan China lainnya, termasuk pada tahun 2015 ketika radio pemerintah berbicara dengan para penumpang penerbangan Hong Kong-Beijing yang menyatakan mereka mencium bau tajam rokok dari kokpit.



(nvc/nvc)