detikNews
Kamis 05 Juli 2018, 15:04 WIB

Sri Owen, Perkenalkan Masakan Indonesia ke Dunia Lewat Buku

BBC Magazine - detikNews
Sri Owen, Perkenalkan Masakan Indonesia ke Dunia Lewat Buku Sri Owen (Foto: Christine Franciska/BBC INDONESIA)
London -

Sri Owen (83) yang berasal dari Sumatera Barat ini dikenal sebagai penulis buku resep masakan Indonesia berbahasa Inggris yang pertama. Saat ini dia sudah menulis 15 buku dan meraih penghargaan sejumlah penghargaan.

Salah satunya adalah, Juni 2017 lalu, dengan penghargaan Lifetime Achievement Award pada Guild of Food Writers Awards di London atas dedikasinya terhadap penulisan resep masakan.

Aroma rempah dari masakan kambing panggang langsung tercium ketika kami memasuki kediaman Sri Owen di kawasan Wimbledon London Inggris, pada suatu akhir musim panas.

Ketika BBC News Indonesia datang, perempuan asal Sumatra Barat itu tengah sibuk memasak di dapur, untuk dua rekannya yang akan mengunjungi kediamannya hari itu. Menunya kambing panggang, sate ayam dan gado-gado, lengkap dengan rempeyek kacang hijau dan emping.

Sate dan gado-gado, menurut Sri merupakan masakan Indonesia yang paling dikenal, karena itu banyak kalangan menganggap semua masakan Indonesia menggunakan bumbu kacang.

"Itu yang saya heran, mereka pikir semua makanan Indonesia pake peanut sauce, pake bumbu kacang, karena banyak orang sekarang itu alergi dengan kacang," kata Sri.

Mengundang rekan-rekannya untuk makan masakan khas Indonesia rutin dilakukan Sri sejak pindah ke London bersama suaminya Roger Owen warga negara Inggris pada musim dingin Januari 1964.

Masakan Indonesia hasil racikan Sri kemudian disantap bersama dengan rekan-rekannya di London dan kebiasaan memasak ini membuat salah satu rekan suaminya mengusulkan agar menulis buku resep masakan Indonesia.

"Mereka suka sekali masakan Indonesia, lalu ada salah seorang teman Roger yang bekerja sebagai literally agent menawari saya membuat buku masakan Indonesia dalam bahasa Inggris, kan belum ada waktu itu, akhirnya saya menulis, dan dia carikan publishernya," kisah Sri.

Buku dari resep keluarga

Buku pertamanya The Home Book Of Indonesia Cookery diterbitkan Faber pada 1976, yang berisi resep-resep keluarga yang diturunkan dari neneknya dan dicatat dengan rapi oleh ibunya.

"Ibu saya sebenarnya tidak bisa memasak, tapi rajin mencatat resep nenek, ibu belajar memasak dengan nenek ketika masih tinggal di Padang Panjang, dan saya sudah melihat nenek memasaknya di dapur, " kata Sri yang memiliki darah Sunda dari ibunya.

Sri lahir di Padang Panjang pada Maret 1935 sebagai anak tertua dari enam bersaudara yang semuanya perempuan dari orang tua yang berprofesi sebagai guru. Masa kecilnya dihabiskan di tempat kelahirannya.

Dapur Nenek di rumah keluarga besarnya di Padang Panjang merupakan tempat favoritnya sejak kecil dan sejak kecil, Sri seringkali membantu neneknya berbelanja ke pasar dan memasak.

"Nenek pula yang mengajari saya memasak, ketika kecil saya suka melihat nenek memasak rendang kadang sampai 20 kilogram daging kerbau dimasak menjadi rendang dan dibagi-bagikan ke keluarga," jelas Sri.

Tradisi memotong kerbau dan memasak rendang untuk seluruh keluarga besar itu rutin dilakukan neneknya, setiap tiga bulan namun terhenti sejak, Sri dan keluarganya pindah ke Bandung Jawa Barat ketika dia berusia tujuh tahun.

Sekitar dua tahun tinggal di rumah nenek dari pihak ibu, Sri dan keluarganya pindah ke Jakarta, sebelum menetap di Magelang Jawa Tengah sejak 1949.

Sri meneruskan sekolahnya di Yogyakarta dan melanjutkan kuliah di Sastra Inggris Universitas Gajah Mada UGM. Lulus kuliah dia mengajar dan menjadi kepala perpustakaan di almamaternya.

Di Yogyakarta dia bertemu dengan Roger Owen, warga Inggris lulusan Universitas Oxford yang mengajar di jurusan sejarah selama tiga tahun.

Pindah ke Inggris

Setelah masa mengajar Roger berakhir, pasangan ini memutuskan pindah ke Inggris, sampai saat ini. Di masa-masa awal tinggal di Inggris ini, Sri menemukan kembali kesenangannya memasak.

"Saya mulai memasak karena mula-mula saya merasa kangen dengan masakan Indonesia, waktu saya baru datang tak ada restoran Indonesia di sini, harus pergi ke Belanda, bahkan untuk berbelanja bahan-bahan masakan seperti terasi, kluwek, cabai, itu harus ke Belanda," kata Sri.

Rendang merupakan salah satu makanan favoritnya, dan Sri menuliskan resep masakan warisan keluarga dalam salah satu bukunya.

Dia mengaku heran dengan klaim yang menyebutkan masakan itu berasal dari Malaysia.

"Teman-teman banyak yang suka rendang masakan saya, tapi sekarang banyak yang mengatakan rendang itu masakan Malaysia, membuat saya dongkol sekali, rendang itu asli dari Minangkabau," kata Sri.

Sri Owen
Sri Owen (kiri atas) bersama awak BBC World Service untuk siaran bahasa Indonesia. (BBC)

Dalam bukunya Sri tak hanya menulis tentang resep namun juga kisah dibalik masakan tersebut. Dalam bukunya The Home Book of Indonesian Cookery, Sri menyampaikan bagaimana makanan Indonesia merupakan bentuk percampuran budaya Cina, India Arab ataupun negara yang pernah menjajah Indonesia seperti Belanda, Portugis, Spanyol.

Buku pertama Sri ini menarik perhatian Alan Davidson, penulis juga diplomat yang baru saja menyelesaikan tugasnya di Asia Tenggara.

Sri melewatkan kesempatan mewawancarainya untuk Siaran BBC Bahasa Indonesia, namun dia mengundang Alan dan istrinya Jane untuk makan malam di rumahnya.

Alan menyambut undangan Sri karena dia telah membaca The Home Book of Indonesian Cookery.

Ketika penerbit Faber memutuskan untuk tidak mencetak ulang buku pertamanya, maka Sri menawarkannya pada Alan yang kemudian memperkenalkan Sri pada sejumlah tokoh seperti Elizabeth David Jane Grigson, Jill Norman, Claudia Roden yang membantunya dalam penulisan buku.

Pada 1980, dengan berbagai tambahan materi dan resep masakan, serta tampilan sampul yang baru, Sri kembali menerbitkan buku Indonesian Food and Cookery.

Dia pun akhirnya berhenti dari BBC pada 1983 untuk fokus menulis buku resep Indonesia dan juga masakan Asia.

'Masakan Indonesia kurang dikenal'

Setelah memutuskan berhenti dari BBC, Sri Owen sempat membuat toko kecil yang menyajikan masakan Indonesia, bernama "Mustika Rasa" di lantai dasar flatnya namun toko Indonesia pertama di Inggris itu hanya bertahan selama tiga tahun.

"Ketika toko tutup saya merasa lelah, namun saya harus membuktikan bahwa saya merupakan seorang juru masak dan penulis profesional, dan saya siap untuk melakukannya," kata Sri dalam bukunya Sri Owen's Indonesian Food.

Selain sempat membuka toko, yang menyajikan makanan untuk dibawa pulang, melayani pesanan katering untuk pesta, memberikan kursus memasak hidangan Indonesia, dan selama satu atau dua tahun memasok makanan khas Indonesia untuk Harrods Food Hall.

Namun Sri menghadapi kesulitan dalam merekrut staf yang dapat dipercaya, sehingga lebih banyak mempersiapkan semuanya sendiri dan akhirnya, dia memutuskan untuk lebih banyak mempromosikan masakan Indonesia ke publik Inggris melalui tulisan.

Sampai saat ini dia telah menulis sekitar 15 buku masakan walaupun Sri masih merasa masakan Indonesia masih kurang dikenal dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lain, seperti Thailand maupun Vietnam.

Sri menilai restoran Indonesia yang sangat sedikit di kawasan Eropa dan Inggris, menjadi salah satu penyebab masakan Indonesia kurang dikenal .

"Padahal masakan Indonesia memiliki banyak keunggulan, rasanya lebih tajam dan tidak terlalu pedas seperti masakan Thailand, tapi masakan Indonesia kurang dikenal, saat ini di London hanya ada dua restoran Indonesia," kata dia.

Kegigihan Sri untuk mempromosikan masakan Indonesia melalui buku membuat dia berani mempertahankan pendapatnya ketika penerbit akan mengganti judul bukunya Indonesia and Thai Cookery pada 1988. Penerbit ingin agar kata Thai diletakkan di depan Indonesia. Namun Sri menolaknya karena tujuannya adalah mempromosikan masakan Indonesia pada dunia.

Sembilan tahun kemudian, penerbit merilis bukunya di Amerika Serikat dengan judul Thai and Indonesia Cookery, tanpa persetujuannya.

Keliling daerah untuk membuat buku

Salah satu bukunya, Indonesian regional Food and Cookery, berisi resep masakan yang daerah di Indonesia mengingat, tegas Sri, akar masakan Indonesia memang berasal dari berbagai daerah, dan baru beberapa tahun belakangan disebut dengan masakan Indonesia.

Dia menghabiskan waktu selama empat bulan berkeliling ke berbagai daerah untuk menggali dan mencari resep-resep asli dari masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

"Saya belajar dari ibu-ibu rumah tangga yang memberi saya resep-resepnya, atau dari juru masak restoran yang saya kunjungi di daerah, saya melihat sendiri bagaimana mereka memasaknya di dapur," jelas Sri.

Dalam waktu yang hampir bersamaan Sri menulis dua buku; Buku Indonesian regional Food and Cookery dan The Rice Book, yang terakhir kemudian mendapatkan penghargaan paling prestisius Andre Simon Memorial Award pada 1993.

"Saya berkeliling ke Australia, India, dan Indonesia untuk menulis buku itu," jelas Sri.

Selain masakan Indonesia, Sri juga menulis buku tentang masakan Asia, salah satu bukunya New Wave Asian meraih Gourmand World Cookbook Awards pada 2002.

Dedikasinya sebagai penulis buku masakan membuatnya diberi penghargaan Lifetime Achievement Award pada Guild of Food Writers Awards di London pada Juni 2017 lalu.

Guru memasak

Selain menulis buku, Sri juga secara rutin diundang untuk mengajar memasak di berbagai tempat, dan juga membagi ilmunya pada anak muda yang tertarik untuk mempelajari masakan Indonesia sampai sekarang.

"Saya sering didatangi anak muda Indonesia yang ini mengetahui masakan kita, baru-baru ini saja, orang menyebut masakan Indonesia, sebenarnya ini berasal dari masakan di daerah, di Jawa saja, di barat dan tengah sudah beda apalagi dengan daerah lain," jelas dia.

Selain menulis, Sri sering diundang dalam sejumlah acara untuk berbicara mengenai masakan Indonesia di dalam dan di luar Inggris.

"Saya selalu mengatakan saya itu guru memasak, dan saya ingin sekali mengajar memasak teman-teman yang masih muda yang ingin mempromosikan masakan Indonesia," jelas Sri.

Di dapur rumahnya, Sri pun sempat membagi tips memasak sate ayam yang baik agar bumbu lebih meresap kepada saya dan sate ayam bersama gado-gado serta rempeyek kacang hijau masakan Sri Owen menjadi menu makan siang kami hari itu.




(ita/ita)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com