DetikNews
Kamis 07 Juni 2018, 09:46 WIB

Berkomentar Merendahkan Perempuan, Bos Qatar Airways Minta Maaf

BBC Magazine - detikNews
Berkomentar Merendahkan Perempuan, Bos Qatar Airways Minta Maaf Akbar al-Baker kerap mengeluarkan lelucon tetapi terkadang menjadi bumerang. (Reuters)
Doha - BosQatarAirways Akbar al-Baker menyampaikan permintaan maaf setelah menyebut perempuan tak mampu menjalankan tugasnya di perusahaan penerbangan milikQatar.

"Saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang mendalam jika pernyataan saya kemarin menyinggung perasaan, yang bertentangan dengan rekam jejak saya memperluas peran perempuan di jajaran kepemimpinan di seluruh lingkungan Grup Qatar Airways dan telah disensasionalkan oleh media." Demikian penegasan Akbar al-Baker, Rabu (06/06).

Pernyataan yang dikecam luas karena dianggap merendahkan perempuan itu berkaitan dengan ucapan al-Baker yang mengatakan bahwa maskapai penerbangan Qatar harus dipimpin oleh laki-laki "karena posisi itu penuh tantangan".

Komentar itu dikeluarkan dalam konferensi Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) di Sydney, Selasa (05/06). Pernyataan itu langsung dicibir oleh sebagian peserta konferensi dan sontak kontroversi ini menyebar sehingga ia meminta maaf.

Namun menurut al-Baker, komentar tersebut dimaksudkan sebagai guyonan dan diambil di luar konteks.

Awak kabin 'nenek-nenek'

Ketimpangan gender di industri penerbangan menjadi tema besar dalam konferensi IATA, induk organisasi perusahaan penerbangan yang kini diketuai oleh al-Baker. IATA kini beranggotakan 280 perusahaan penerbangan dan hanya enam di antaranya dipimpin oleh perempuan.

AntalyaAkbar al-Baker berpose bersama awak kabin Qatar Airways dalam pameran dirgantara di Antalya, Turki, April lalu. (Reuters)

Bukan hanya kali ini saja al-Baker menimbulkan kontroversi.

Tahun lalu, ia meminta maaf setelah menyebut penumpang maskapai penerbangan Amerika selalu dilayani oleh 'nenek-nenek'. Gambaran itu kontras dengan Qatar Airways pimpinannya yang dilayani oleh awak kabin "rata-rata usia awak kabin kami hanya 26".

Tidak hanya itu. Ia menyebut perusahaan penerbangan AS merupakan 'sampah'.

Al-Baker mengatakan komentar kontroversial itu ketika terjadi sengketa dengan maskapai penerbangan Amerika Serikat.

Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat menduga terjadi persaingan tidak sehat dengan maskapai Qatar Airways, Etihad Airways dan Emirates Airline karena mereka mendapat bantuan dari negara.

Akibat komentarnya itu, serikat awak kabin AS menuduhnya melakukan diskriminasi berdasarkan umur dan jenis kelamin.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed