DetikNews
Sabtu 26 Mei 2018, 18:30 WIB

Terjerat Kejahatan Seks, Harvey Weinstein Bebas dengan Jaminan Rp 14 M

BBC Magazine - detikNews
Terjerat Kejahatan Seks, Harvey Weinstein Bebas dengan Jaminan Rp 14 M Harvey Weinstein tidak berbicara selama kehadirannya yang singkat di Pengadilan Pidana Manhattan (Getty Images)
New York - Mantan orang berkuasa diHollywood,HarveyWeinstein, telah dibebaskan dengan jaminan US$ 1 juta (Rp 14 miliar) setelah didakwa di NewYork dengan pemerkosaan dan pelecehan seksual.

Weinstein, 66 tahun, juga setuju untuk memakai pelacak GPS dan menyerahkan paspornya setelah menyerahkan diri ke polisi pada hari Jumat (25/5).

Dia menyangkal telah melakukan seks non-konsensual dan pengacaranya mengatakan dia akan menyatakan tidak bersalah.

Aktris Rose McGowan, yang menuduh Weinstein melakukan pemerkosaan, mengatakan kepada BBC bahwa itu adalah "hari yang luar biasa bagi para penyintasnya".

"Ini adalah momen yang sangat penting, sebuah tamparan konkret kepada orang yang menyalahgunakan kekuasaan," katanya.

"Ini hanya permulaan dari proses itu dan jika kami bisa menyelesaikannya, saya harap kami muncul sebagai pemenang."

Tuduhan terhadap produser film yang ternoda itu memicu gerakan #MeToo, yang berusaha untuk menunjukkan dan menarik perhatian pada prevalensi luas pelecehan dan kekerasan seksual.

Lebih dari 70 perempuan menuduh Weinstein melakukan pelanggaran seksual meskipun dakwaan itu hanya tersangkut dengan dua dari antaranya. Beberapa tuduhan terjadi di beberapa dekade lalu.

Ke pengadilan dengan diborgol

Jaksa mengatakan pada hari Jumat bahwa Weinstein telah didakwa dengan dua tuduhan pemerkosaan dan satu tuduhan tindakan seksual kriminal yang melibatkan dua wanita, yang tidak diidentifikasi.

Dia tiba di kantor polisi di Manhattan pada pagi hari, membawa tiga buku. Setelah foto dan sidik jarinya diambil, dia dibawa ke luar dengan tangan diborgol dan dibawa ke pengadilan.

Hadir di pengadilan dengan singkat, jaksa Joan Illuzzi mengatakan mantan bos studio itu telah "menggunakan posisinya, uang dan kekuasaan untuk memikat perempuan muda ke dalam situasi di mana ia dapat melecehkan mereka secara seksual".

Para saksi mengatakan Weinstein tampak pucat dan menatap kosong sementara jaksa menguraikan perjanjian jaminan.

Kasus ini ditunda hingga 30 Juli.

Di luar pengadilan, pengacara Weinstein, Ben Brafman, mengatakan kepada wartawan bahwa kliennya akan mengajukan pembelaan tidak bersalah.

"Kami akan bergerak sangat cepat untuk menyingkirkan tuduhan ini," kata Brafman. "Kami percaya bahwa tuduhan-tuduhan itu cacat secara konstitusional. Kami percaya bahwa tuduhan itu tidak didukung secara faktual oleh bukti."

Kepolisian New York telah mengeluarkan pernyataan terima kasih kepada "para penyintas pemberani akan keberanian mereka maju dan mencari keadilan".

Identitas salah satu perempuan yang tuduhannya mendorong dakwaan hukum itu telah dikonfirmasi pada hari Jumat. Mantan aktris Lucia Evans sudah secara terbuka menuduh Weinstein memaksanya melakukan seks oral pada 2004.

"Ini saat yang emosional," kata pengacara Evans, Carrie Golberg, dalam sebuah pernyataan. "Hari ini penting. Tapi kekerasan seksual masih terus terjadi. Ketenaran korban atau penjahat seharusnya tidak penting. Kasus-kasus ini harus dituntut."

Ini adalah tuntutan pidana pertama terhadap Weinstein, yang sudah menghadapi serangkaian tuntutan hukum perdata.

Weinstein dipecat tahun lalu dari perusahaan produksinya, Weinstein Company, yang kemudian bangkrut. Dia telah dikecam oleh tokoh-tokoh papan atas industri hiburan, dan organisasi di belakang Oscar mengeluarkannya.




(nvc/nvc)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed