DetikNews
Kamis 26 April 2018, 09:38 WIB

Yahudi di Jerman Dianjurkan Tak Pakai Kippah Usai Terjadi Serangan

BBC World - detikNews
Yahudi di Jerman Dianjurkan Tak Pakai Kippah Usai Terjadi Serangan EPA
Berlin - Ketua Dewan Pusat Yahudi Jerman,JosefSchuster, mengeluarkan anjuran agar komunitas Yahudi di negara itu tidak mengenakankippah atau topi setengah bola yang biasa dikenakan oleh orang Yahudi.

Anjuran itu sampai perlu dikeluarkan karena belakangan terjadi peningkatan serangan anti-Yahudi di Jerman. Pekan lalu, dua pemuda yang mengenakan kippah diserang di Berlin. Terduga pelaku penyerangan terekam dalam video meneriakkan kata-kata anti-Yahudi.

Dalam wawancara dengan radio di Berlin, Schuster mengatakan komunitas Yahudi yang jumlahnya diperkirakan mencapai 200.000 perlu bertindak secara hati-hati.

"Berkeras menunjukkan identitas kita secara prinsip memang tepat. Namun demikian, saya menyarankan agar setiap individu tidak mengenakan kippah secara terang-terangan di kota-kota besar di Jerman," katanya.

Menanggalkan atribut

Pernyataan ini dikeluarkan menjelang pawai solidaritas yang bertajuk "Berlin Wears Kippah" atau "Berlin Mengenakan Kippah" yang direncanakan digelar di ibu kota Jerman, Berlin, Rabu (25/04).

Namun presiden Asosiasi Yahudi Eropa, Rabi Margolin, meminta Josef Schuster mencabut anjurannya dengan alasan "Yahudi - atau kelompok agama atau etnik lain - seharusnya tidak didorong untuk menanggalkan atribut keagamaan mereka".

Berbagai organisasi Yahudi di Jerman mengungkapkan kekhawatiran terkait dengan peningkatan penghinaan dan ancaman di sekolah-sekolah.

Kanselir Jerman Angela Merkel akhir pekan lalu mengecam hal yang disebutnya sebagai "bentuk lain dari anti-Yahudi".

Kepada jaringan televisi Israel, Channel 10 TV, Merkel mengatakan ancaman bernada anti-Yahudi tidak hanya datang dari kelompok-kelompok sayap kanan, tetapi juga dari sebagian pengungsi Muslim yang tinggal di Jerman.

Bagaimana reaksi dari kelompok-kelompok lain?

Pernyataan Schuster tentang kippah tampaknya bertolak belakang dengan sikap yang diambil oleh Forum Yahudi untuk Demokrasi dan Penentangan Anti-Yahudi yang berkantor di Berlin. Organisasi tersebut adalah pihak yang mengunggah video serangan terhadap dua pemuda Yahudi pekan lalu ke Facebook.

"Saya sebelumnya selalu menasihati teman-teman dan kenalan-kenalan Yahudi untuk tidak mengenakan kippah sehingga tidak menunjukkan identitas Yahudi mereka. Saya mengubah pendirian saya," kata juru bicaranya.

"Kita harus memulai perlawanan ini dan menampakkan diri lagi di depan umum."

Dalam kesempatan terpisah, ketua Dewan Pusat Muslim Jerman mengecam serangan-serangan anti-Yahudi.

"Anti-Yahudi, rasisme dan kebencian merupakan dosa besar dalam Islam, oleh karena itu kita juga tidak akan pernah menoleransinya," tegas Aiman Mazyek kepada surat kabar Jerman, Rheinische Post.

Komunitas Yahudi di Jerman bertambah pesat sejak keruntuhan Tembok Berlin tahun 1989.

Sebelum 1989, jumlah mereka kurang dari 30.000 orang tetapi kedatangan orang Yahudi, terutama dari wilayah bekas Uni Soviet, menambah jumlahnya menjadi lebih dari 200.000.


(nvc/nvc)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed