Andrea Nahles, 47 tahun, terpilih menggantikan Martin Schulz, yang mengundurkan diri setelah SPD meraih perolehan suara terburuk sejak tahun 1933 dalam pemilu tahun lalu.
Nahles, mantan menteri tenaga kerja, mengalahkan dua calon lain.
SPD yang berhaluan kiri tengah, sekarang merupakan mitra koalisi pemerintah yang dikuasai partai berhaluan kanan tengah CDU/CSU pimpinan Kanselir Angela Merkel.
- Dua politisi perempuan Jerman dari partai 'anti-imigran' diselidiki polisi
- Politisi partai sayap kanan Jerman, AfD, masuk Islam
- Mendagri baru Horst Seehofer: Islam 'tidak punya' tempat di Jerman
Dalam pidato kemenangannya, Nahles berikrar untuk memperjuangkan keadilan sosial dan kesejahteraan.
"Kita membutuhkan kerangka solidaritas dalam ekonomi dan keuangan, karena solidaritas di dunia global, neo-liberal dan turbo-digital ini sangat minim," katanya pada konvensi partai di Wiesbaden.
"Dan, juga, mari kita jujur, sampai batas tertentu, solidaritas itu juga minim dalam demokrasi sosial itu sendiri."
Bagaimana dia bisa bersahabat denganMerkel?Sebelum bergabung dengan SPD, Nahles pernah memimpin organisasi anak muda sayap SPD yakni Jusos, dan dekat dengan serikat pekerja.
Dikenal karena gaya bicaranya yang blak-blakan, putri seorang tukang batu itu pernah berkata cita-citanya antara dua: menjadi ibu rumah tangga atau menjadi kanselir Jerman.
"Hari ini, di kongres partai ini, kami menembus langit-langit kaca di SPD," katanya mengatakan kepada peserta konvensi. "Dan langit-langitnya akan tetap terbuka."
Simone Lange, yang juga calon ketua SPD, meraih perolehan suara di luar harapan. (EPA)Tugas yang diembannya di partai demokrat tertua di Eropa ini dimulai dengan jalan terjal, namun dia telah mengalahkan calon lainnya, Simone Lange, dengan perolehan suara sebanyak 66%.
Angka tersebut merupakan hasil terburuk kedua yang dimenangkan seorang pemenang ketua partai SPD dalam konvensi.
Beberapa kalangan dalam partai SPD tidak menyukai sikap Nahles untuk bergabung kembali dengan koalisi partai konservatif CDU/CSU yang diketuai Kanselir Angela Merkel.
Berbeda dengan Merkel yang tumbuh di Jerman Timur, Nahles lahir dan dibesarkan di Jerman Barat, di wilayah Eifel, di mana dia masih tinggal di desa asalnya, Weiler.
Dengan kanselir Angela Merkel: Kini dua perempuan itu kini memimpin dua partai utama Jerman. (Getty Images)Kanselir Merkel adalah seorang ahli fisika sementara pemimpin SPD yang baru memiliki gelar di bidang sastra Jerman.
Nahles adalah seorang tua tunggal dengan satu putri. Berbeda dengan Merkel yang penganut Protestan, Nahles adalah penganut Katolik Roma.
Kendati memiliki perbedaan politik, kedua pemimpin tersebut dikatakan memiliki hubungan persahabatan yang erat.
"Ini adalah sebuah keajaiban, mereka bisa berdiri satu sama lain, mengingat tampaknya mereka berasal dari dua planet yang sama sekali berbeda. Merkel, pemimpin yang selalu ingin mengambil alih berbagai situasi, dan Nahles, politisi impulsif," tulis majalah Spiegel Jerman bulan lalu.
(ita/ita)










































