Ini Kata Trump Soal Sketsa Pria yang Ancam Bekas Selingkuhannya

BBC Magazine - detikNews
Kamis, 19 Apr 2018 14:12 WIB
Sketsa pria yang mengancam Daniels pada tahun 2011 yang diungkap dalam sebuah acara talk show di AS. (ABC News)
Washington -

Mungkinkah terkait kecakapan di Twitter dan media, Presiden Trump akhirnya mendapatkan lawan yang sepadan dalam sosok bintang cabul Stormy Daniels?

Presiden AS Donald Trump akhirnya mencuit di Twitter, menepiskan sketsa seorang pria yang menurut aktris porno Stormy Daniels telah mengancamnya atas nama presiden.

Presiden Trump mengklaim pria tersebut "tidak ada" dan menyebut sketsa itu "sepenuhnya tipu-tipu" belaka.

Cuitan merujuk pada sketsa itu merupakan cuitan pertama sang presiden terkait hubungannya dengan Stormy Daniels, setelah ia sekian lama bungkam.

Stormy Daniels, yang memiliki nama asli Stephanie Clifford, mengaku melakukan hubungan seksual satu kali dengan Trump pada tahun 2006.

Stormy danCohen Stormy Daniels mengatakan dia dibayar oleh Michael Cohen supaya tutup mulut terkait perselingkuhannya dengan Trump. (Getty/Reuters)

Dalam sebuah wawancara televisi baru-baru ini, dia mengatakan pernah diancam pada tahun 2011 di tempat parkir mobil di Las Vegas, ketika dia bersama bayi perempuannya. saat itu, katanya, pria itu mengancamnya untuk bungkam tentang dugaan perselingkuhannya dengan Trump.

"Seorang pria mendekati saya dan berkata, 'jangan mengusik Trump, lupakan peristiwa yang terjadi dengan dia'," tuturnya dalam acara 60 menit itu.

"Lalu dia membungkukkan badan dan memandang putri saya sambil mengatakan, 'Gadis cilik yang cantik itu akan malu jika sesuatu terjadi pada ibunya'."

https://twitter.com/realDonaldTrump/status/986547093610299392

Pada hari Selasa (17/4), Daniels dan pengacaranya, Michael Avenatti, memperlihatkan sketsa gambar pria tersebut dan menawarkan hadiah sebesar $100.000 atau sekitar Rp1,3 miliar kepada siapa saja yang bisa mengidentifikasi pria itu.

Kemudian pada hari Rabu (18/4), Avenatti menaikkan jumlah bayaran menjadi $131.000 atau sekitar Rp1,8 miliar.

Jumlah itu mengacu pada 'uang tutup mulut' senilai $130.000 atau sekitar Rp1,7 miliar yang diberikan kepada Daniels oleh pengacara Trump, Michael Cohen, saat kampanye presiden tahun 2016.

Daniels menerima uang tersebut untuk kesepakatan bungkam.

Kini Daniels sedang mengajukan gugatan hukum terhadap presiden dalam upaya untuk bebas dari kesepakatan bungkam, yang dia katakan tidak sah karena Trump tidak menandatanganinya secara pribadi.

Stephanie Clifford Stormy Daniels dan pengacaranya Michael Avenatti (kiri) berbicara dalam sebuah acara talk show di AS. (Reuters)

Selama ini Trump tak menanggapi, dan diduga disarankan oleh para pejabatnya untuk tidak membuat pernyataan publik tentang Daniels.

Namun ternyata dia berubah pikiran pada hari Rabu (18/4), dengan mencuit ulang unggahan salah seorang pendukungnya dalam Twitter yang menyebut sketsa itu mirip mantan suami aktris itu.

Pengacara Daniels, Avenatti, yang tidak menghindar dari publisitas atas kasus ini atau sikap Trump, menanggapi cuitan presiden dengan menulis: "Dalam pengalaman saya, tidak ada yang lebih baik dalam proses pengadilan dari berhadapan lawan yang sangat tidak disiplin dan cenderung melukai dirinya sendiri. "

Berbicara kepada New York Times pada hari Rabu, Avenatti mengatakan, cuitan presiden bisa mengarah pada gugatan pencemaran nama baik, karena dia "sekarang secara efektif menyebut klien saya pembohong".

https://twitter.com/MichaelAvenatti/status/986553722846285824

Daniels muncul dalam sebuah wawancara untuk program The View di televisi ABC pada hari Selasa, sehari setelah dia menghadiri sidang pengadilan federal di mana Cohen beruapaya untuk membatasi wewenang jaksa untuk memeriksa dokumen yang disita dalam penggerebekan baru-baru ini di rumahnya, kantor dan kamar hotel.

Cohen tengah diselidiki untuk perkara pidana, dan Daniels mengatakan ingin menghadiri persidangan untuk apa pun yang mungkin berkaitan dengan dirinya.

Para analis hukum mengatakan bahwa uang sebesar $130.000 yang dibayarkan Cohen kepada Daniels bisa melanggar aturan tentang pembiayaan kampanye presiden Trump tahun 2016.

Apakah bintang cabul ini lawansepadanTrump?

Anthony Zurcher, North America reporter

Donald Trump memperlakukan diri sebagai seorang penyerang yang jagoan. Kalau ada yang menantangnya, dia merespons dengan kekuatan luar biasa - biasanya mengandalkan media sosial favoritnya, Twitter. Dia tidak pernah segan untuk menyerang balik perempuan yang menuduhnya melakukan pelecehan seksual.

Tetapi selama beberapa bulan terakhir, presiden menjadi bulan-bulanan bintang cabul Stormy Daniels dan pengacaranya, Michael Avenatti, dan Trump menahan diri.

Bintang film porno itu telah menyita perhatian publik dengan berbagai wawancara dan ucapan-ucapan pedasnya di Twitter. Dan Avenatti, pengacaranya tampil dari waktu ke waktu, menjaga nama kliennya untuk terus menjadi pemberitaan, berbeda dengan kontroversi Trump lain yang sekali muncul besar namun kemudian hilang dengan cepat.

Dengan cuitan terakhirnya, Trump mungkin melibatkan diri dalam pertempuran itu. Menyebut masalah ini 'sekadar tipu-tipu' dan upaya manipulasi media, tidak menjelaskan mengapa pengacara Trump merasa harus membayar Stormy Daniels $130.000 pada tahun 2016.

Dan pertikaian di media sosial yang berlarut-larut dengan presiden dapat memberi amunisi bagi Avenatti untuk meyakinkan hakim bahwa Daniel harus dibebaskan dari kesepakatan bungkam. Lalu pintu air pun akan terbuka, dan air bah segera menggulung.

Mungkinkah, dalam hal kecakapan di Twitter dan media, presiden Trump akhirnya mendapatkan lawan yang sepadan?



(ita/ita)