Pentas para bintang Korea Selatan atau populer dikenal dengan sebutan K-pop itu dihadiri langsung oleh pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.
"Kami berkewajiban membantu para wartawan dari Selatan untuk melakukan peliputan bebas dan mengambil gambar secara mudah.
"Adalah salah bagi kami menghalangi peliputan media dan pengambilan gambar secara bebas," kata Kim Yong-chol, pejabat Korea Utara yang menangani hubungan dengan Korea Selatan, sebagaimana dilaporkan kantor berita Yonhap.
Ditambahkannya kasus itu terjadi karena mungkin tidak ada koordinasi memadai antara bagian keamanan dan panitia penyelenggara pentas.
"Acara pada hari Minggu itu spesial karena pemimpin tertinggi (Kim Jong-un) menghadirinya. Saya pikir mungkin tidak ada koordinasi yang cukup antara bagian keamanan pemimpin tertinggi dan penyelenggara konser," katanya.
Korea Selatan protesMasih menurut Kim Yong-chol, ia menyampaikan permintaan maaf atas nama pemerintah Korea Utara sambil menambahkan bahwa larangan peliputan itu tidak disengaja.
Kecuali satu juru kamera saja, seluruh awak media Korea Selatan yang menyertai rombongan K-pop ke ibu kota Korea Utara tersebut dilarang meliput konser.
Mereka hanya diperbolehkan meliput konser dengan menonton dari layar televisi yang disediakan di ruang ganti.
Pemerintah Korea Selatan lantas menyampaikan protes kepada pihak berwenang Korea Utara atas pembatasan terhadap para wartawan yang sedianya meliput acara itu.
- Pemimpin Korut, Kim Jong-un, nonton pentas K-pop di Pyongyang
- Adik pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tiba di Korsel untuk Olimpiade 'paling dingin'
- Kereta misterius yang ditumpangi Kim Jong-un ke Beijing, apa yang kita ketahui?
Menteri Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korea Selatan Do Jong-whan menuturkan Kim Jong-un "menunjukkan ketertarikan besar selama pertunjukan dan melontarkan berbagai pertanyaan tentang lagu-lagu dan lirik-liriknya."
Lebih dari 11 grup musik Korea Selatan berada di Pyongyang untuk menggelar dua konser pada Minggu (01/04) dan Selasa (03/04).
Inilah untuk pertama kali dalam waktu satu dekade terakhir, delegasi musik Korsel berkunjung ke negara tetangga yang secara prinsip masih bermusuhan karena keduanya tidak menandatangani kesepakatan damai setelah Perang Korea berakhir tahun 1953.
Namun belakangan hubungan kedua negara semakin membaik menyusul keikutsertaan kontingen Korea Utara di Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korsel, bulan Februari lalu.
Kehadiran Korut di Pyeongchang disusul dengan kedatangan delegasi tingkat tinggi Korea Selatan ke Pyongyang untuk bertemu Kim Jong-un guna membahas rencana pertemuan puncak pemimpin kedua Korea. KTT bersejarah itu direncanakan akan digelar akhir bulan ini. (ita/ita)











































