Dengan metode ini, jemaah yang ingin menyumbang hanya perlu menyebutkan jumlah, petugas akan mengetik jumlah tersebut pada mesin kecil dan kemudian jemaat tinggal menempelkan kartu atau telepon genggam pintar pada mesin itu.
Model yang biasa disebut contactless payment ini mudah, cepat, dan sangat nyaman.
Church of England, organisasi resmi yang mewadahi gereja Anglikan, mengatakan lebih dari 16.000 gereja di Inggris akan menawarkan metode pembayaran ini.
Pengurus Church of England mengatakan selain untuk memberi kemudahan, pemanfaatan teknologi ini juga untuk mengakomodasi jemaat yang sering kali tidak membawa uang kontan saat hadir di gereja.
- Alat canggih bantu masjid di Inggris sepakati masuknya waktu Subuh
- Ketika non-Muslim di Inggris mengunjungi masjid
- Peningkatan segregasi sosial di Inggris '
Keputusan ini diambil setelah 40 gereja melakukan uji coba pembayaran instan dengan kartu bank dan telepon genggam pintar pada pertengahan lalu.
Untuk sementara, donasi dengan kartu bank atau ponsel pintar ini ditawarkan ketika gereja menggelar acara pernikahan, pembaptisan, dan acara-acara lain.
Meski sudah mengadopsi teknologi baru, penarikan sumbangan cara lama dengan mengedarkan piring atau tas ke jemaah untuk menerima uang tak dihapus sama sekali.
Cara tradisional ini masih akan dipertahankan.
Makin populerJohn Preston, pengurus Church of England, mengatakan pihaknya ingin semua orang, dari beragam generasi bisa dengan mudah melakukan sumbangan ke gereja.
"Dengan memanfatkan teknologi (contactless) ini, sumbangan (ke gereja) bisa dilakukan dengan mudah dengan menggunakan kartu bank," kata Preston.
Sebelumnya, sejumlah masjid di Inggris telah memanfaatkan pembayaran instan melalui kartu kredit dan kartu debit.
- Masjid Ahmadiyah: Ditutup paksa di Indonesia, dibangun megah di Inggris
- Azan terdengar, wasit top Inggris hentikan pertandingan di Arab Saudi
- Naik haji dengan bersepeda lima minggu dari Inggris untuk galang dana Suriah
Menurut pantauan BBC Indonesia, contactless payment antara lain tersedia di Masjid Greenwich di London tenggara dan Masjid Raya London Timur di kawasan Whitechapel.
Biasanya, beberapa petugas dengan mesin contactless payment berdiri di pintu keluar atau di tengah aula utama setelah salat Jumat.
Jemaah yang ingin menyumbang secara elektronik hanya perlu menghampiri petugas tersebut.
Bagi yang membawa uang kontan, ember dan kotak sumbangan tetap tersedia di masjid.
Teknologi baru pembayaran mengakomodasi kecenderungan perubahan perilaku masyarakat yang makin jarang membawa uang kontan.
Dan sepertinya pembayaran elektronik ini makin lama makin populer, setidaknya seperti yang terlihat di Masjid Greenwich dan Masjid Raya London Timur. (ita/ita)











































