DetikNews
Kamis 08 Maret 2018, 15:48 WIB

Heboh Mata-mata Rusia Kena Gas Saraf di Inggris, Ini Fakta-faktanya

BBC World - detikNews
Heboh Mata-mata Rusia Kena Gas Saraf di Inggris, Ini Fakta-faktanya
FOKUS BERITA: Inggris - Rusia Tegang
London - Graphic showing key locations and times in Russian spy case
BBC

Kasus dugaan percobaan pembunuhan terhadap seorang Rusia yang menjadi mata-mata Inggris dan putrinya begitu menghebohkan dunia.

Lebih-lebih, upaya pembunuhan di Salisbury, Wiltshire, Inggris itu menggunakan satu gas saraf.

Ini mengingatkan kita pada pembunuhan Kim Jong-nam, abang tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, di Kuala Lumpur, tahun lalu, yang melibatkan seorang perempuan Indonesia, Siti Aisyah.

Sergei Skripal, 66, dan Yulia Skripal, 33, masih berada dalam kondisi kritis setelah ditemukan terkapar di bangku sebuah pusat perbelanjaan pada hari Minggu siang lalu.

Petugas polisi pertama yang sampai di tempat kejadian juga kini berada dalam kondisi serius dan dirawat di rumah sakit.

Rusia membantah terlibat. Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson mengatakan bahwa mereka akan memberikan tanggapan 'keras' jika Moskow ditemukan berada di balik insiden tersebut.

Jadi apa sebenarnya yang terjadi?

Lini masa peristiwa

Pada 4 Maret itu Sergei Skripal ditemukan terkapar di sisi putrinya di sebuah bangku dekat pusat perbelanjaan Maltings.

Mereka mengalami sakit sekitar pukul 13.30 GMT (20:30 WIB), kata polisi. Petugas mendapat info kejadian tersebut dari laporan warga sekitar pukul 16.15 GMT (23:15).

Rekaman CCTV yang dirilis polisi menunjukkan ada dua orang yang berjalan melalui sebuah lorong di sekitar tempat Skripal dan putrinya ditemukan ambruk.

Kedua Skripal yang tidak tampak terluka, itu dibawa ke Rumah Sakit dan dirawat intensif.

Petugas polisi pertama yang sampai di tempat kejadian juga kini menderita sakit serius dan dirawat di rumah sakit.

Dua petugas polisi lainnya dirawat di rumah sakit kendati untuk keluhan ringan - mata perih dan sesak nafas.

Restoran Zizzi dan pub The Bishop's di dekat kejadian masih ditutup sebagai tindakan pencegahan.

Siapa Sergei Skripal?

Undated image taken from the internet of Sergei Skripal in uniform.
Kol. Skripal, 66, tinggal di Salisbury sejak dibebaskan Rusia tahun 2010. (BBC)

Kolonel Skripal, seorang pensiunan perwira militer Rusia, dipenjara selama 13 tahun oleh Rusia pada 2006.

Dia dinyatakan bersalah karena menyerahkan identitas para agen intelijen Rusia yang sedang beroperasi di Eropa kepada Dinas Intelijen Rahasia Inggris, MI6.

Pada bulan Juli 2010, dia adalah satu dari empat tahanan yang dilepas Moskow sebagai bagian dari pertukaran dengan 10 mata-mata Rusia yang ditangkap oleh FBI. Dia kemudian diterbangkan ke Inggris.

Menurut wartawan BBC Mark Urban, dalam beberapa tahun terakhir Skripal banyak memberikan ceramah di akademi militer, untuk memberikan wawasan tentang badan intelijen militer asing Rusia, GRU.

Seorang putri dan kematian di keluarga

Yulia Skripal yang tinggal di Moskow, bermaksud mengunjungi ayahnya, Sergei Skripal secara teratur, kata kerabatnya kepada BBC.

Istri Sergei Skripal, kakak laki-laki dan putranya meninggal dalam dua tahun terakhir, yang menurut keluarganya, sebagian kematian itu mencurigakan.

Putranya, Alexander Skripal, meninggal pada usia 43 Juli tahun lalu di St Petersburg karena gagal hati, kata Newsnight.

Alexander Skripal dimakamkan di Salisbury dekat ibunya, Liudmila Skripal, yang meninggal karena kanker pada tahun 2012.

Keluarga Skripal menyangkal bahwa dia bekerja untuk MI6, dan percaya bahwa kasus spionase itu dibuat-buat oleh Rusia.

Apa yang dilakukan polisi?

Polisi mengatakan bahwa ayah dan anak itu diracuni oleh suatu zat saraf dan kasus itu diduga merupakan upaya pembunuhan.

Mark Rowley, kepala operasi kontra-terorisme polisi Inggris, mengatakan bahwa Skripals "disasar secara spesifik".

Pemeriksaan forensik di Salisbury mungkin memakan waktu beberapa hari, katanya.

Police in hazmat suits near The MaltingsPolisi menutup lokasi setelah kejadian. (PA)

Polisi anti terorisme mengambil alih penyelidikan sejak hari Selasa - namun menegaskan bahwa mereka belum menetapkannya sebagai insiden teroris.

Para ilmuwan di fasilitas penelitian militer Inggris di Porton Down masih terus memeriksa zat yang melukai Skripals.

Bagaimana reaksi pemerintah?

Menteri Dalam Negeri Inggris Amber Rudd mengatakan penyelidikan akan "berlangsung lama dan berkelanjutan" dan akan menanggapi bukti dan bukan pada "rumor".

Sementara Menteri Luar Negeri Boris Johnson mengatakan kepada anggota parlemen Selasa lalu, bahwa Inggris akan memberi tanggapan 'keras' jika ditemukan bukti bahwa Rusia berada di balik kasus tersebut.

Dia mengatakan reaksi mereka dapat mencakup sanksi terhadap Rusia dan permintaan kepada pejabat Inggris untuk tidak menghadiri Piala Dunia di Rusia musim panas ini.

Apa yang dikatakan Rusia?

Rusia menyangkal kaitan dengan kasus tersebut.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut, yang dialami Skripal adalah "situasi tragis" namun mengatakan "kami tidak memiliki informasi" - dan menambahkan bahwa jika diminta, Moskow terbuka untuk bekerja sama dengan polisi Inggris.

Dalam sebuah pernyataan, kedutaan Rusia di London mengatakan: "Laporan media menciptakan kesan adanya operasi yang direncanakan oleh dinas rahasia Rusia, yang sama sekali tidak benar."

Pernahkah hal ini terjadi di Inggris?

Former agent Alexander LitvinenkoAlexander Litvinenko tewas setelah minum teh yang dicampur zat radioaktif. (Getty Images)

Kemungkinan digunakannya zat tak dikenal dibandingkan pula dengan keracunan yang dialami Alexander Litvinenko pada tahun 2006.

Mantan perwira intelijen Rusia tersebut meninggal di London setelah minum teh yang ternyata dicampur zat radioaktif.

Sebuah penyelidikan menyimpulkan bahwa pembunuhan itu kemungkinan dilakukan dengan persetujuan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Apa yang dilihat warga?

Saksi mata Gereja Freya mengatakan bahwa siang itu, dia melihat seorang pria dan seorang perempuan yang tampak tidak sehat di bangku.

"Mereka melihat begitu parahnya sehingga saya tidak yakin bagaimana saya dapat membantunya," katanya. "Sepertinya mereka terpapar sesuatu yang sangat keras."

Seorang pejalan kaki lainnya, Jamie Paine, mengatakan bahwa perempuan yang dia lihat itu mengeluarkan buih di mulutnya dan matanya "melotot tapi benar-benar putih".

Police outside the Zizzi restaurant in SalisburySebuah restoran dan sebuah klub di sekitar lokasi tetap ditutup. (PA)

Graham Mulcock, warga setempat, mengatakan bahwa dari jendela flatnya dia melihat petugas dinas darurat mendatangi dua orang di sebuah bangku.

"Terlihat bahwa petugas paramedis itu benar-benar khawatir," katanya.

"Pria itu hanya duduk di sana, menatap kosong, matanya terbuka lebar dalam keadaan melongo, sementara para petugas paramedis mengelilinginya."


(ita/ita)
FOKUS BERITA: Inggris - Rusia Tegang
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed