DetikNews
Rabu 07 Maret 2018, 14:10 WIB

Eks TKW Lawan Perdagangan Manusia Lewat Film Impian Negeri Berkabut

BBC Indonesia - detikNews
Eks TKW Lawan Perdagangan Manusia Lewat Film Impian Negeri Berkabut
Jakarta -

Siapa yang tak tergiur dengan kerja mudah dan gaji tinggi di luar negeri?

Bagi banyak orang, terutama yang tinggal di pedesaan, kerja di luar negeri adalah tiket untuk menjadi kaya. Sayangnya, banyak yang terjebak dengan janji yang ternyata palsu. Banyak yang tergoda, tapi kemudian dieksploitasi.

Para korban perdagangan manusia ini menjadi salah satu faktor yang mendorong Maizidah Salas -seorang mantan pembantu rumah tangga di Taiwan- untuk membuat film berdurasi 41 menit yang diberi judul Impian Negeri Berkabut.

Maizidah berpandangan kampanye kesadaran publik akan lebih efektif dengan menggunakan medium seperti film.

"Bentuk kampanye yang dibuat pemerintah ada yang berbentuk modul atau pidato... itu kan kurang menarik. Kampanye yang berbentuk visual akan membantu mempermudah menyampaikan pesan. Medium ini menyenangkan dan juga awet," kata Maizidah kepada BBC Indonesia, Selasa (06/03).

"Film bisa dengan mudah disebar secara luas dan ditonton oleh banyak orang," imbuhnya.

Pesan utamanya: jangan mudah terbujuk oleh janji-janji palsu calo pengerah tenaga kerja.

"Bujuk rayu calo itu luar biasa, iming-iming mereka sangat menggiurkan. Seolah-olah para calon (TKI) itu cepat berangkat (ke luar negeri), kerjanya enak, dan dapat gaji besar. Tapi, realitanya tak seperti itu. Banyak yang mendapat perlakuan yang buruk ketika sudah bekerja," kata Maizidah.

Maizidah mengatakan para calo datang langsung ke desa-desa, masuk ke sekolah atau pesantren 'merekrut orang-orang yang bisa diperdagangkan'.

Ia meminta agar para calon TKI harus benar-benar selektif: "Ikuti prosedur yang ada, supaya lebih aman."

Maizidah sengaja menggunakan aktor-aktor yang pernah bekerja menjadi korban perdagangan manusia di Singapura, Malaysia, dan Taiwan.

"Kami ingin mengatakan bahwa korban perdagangan atau trafficking tak selamanya terpuruk. Kawan-kawan yang menjadi korban bisa bangkit, berdaya dan berkarya," kata Maizidah.

Film 'Impian Negeri Berkabut' diluncurkan pada pertengahan Desember 2017 di Jakarta bertepatan dengan Hari Migran Internasional.

Diputar di kantong-kantong TKW

Selain diputar di kantong-kantong TKI -seperti di NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat- film ini juga akan ditayangkan di beberapa negara.

"Yang sudah mengundang antara lain adalah KBRI di Dubai. Rencananya, akan diputar juga di Hong Kong dan Taiwan," kata Maizidah.

Nonton bareng film ini akan diikuti dengan diskusi unuk menajamkan pesan-pesan yang ingin disampaikan.

Inisiatif pembuatan film disambut baik oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

"Upaya-upaya untuk meningkatkan kesadaran publik dengan medium apa pun, termasuk film, layak disambut dengan baik. Perdagangan manusia memang menjadi salah satu problem serius," kata Hermono, Sekretaris Utama BNP2TKI, kepada BBC Indonesia.

Hermono mengakui calo TKI yang memperdagangkan calon pekerja migran belum sepenuhnya diatasi.

Ada sejumlah faktor, mulai dari tingginya permintaan pekerja rumah tangga asal Indonesia hingga keterbatasan calon -baik dari sisi ekonomi maupun pendidikan- yang membuat calon pekerja migran menjadi sangat tergantung dengan calo.

Pemerintah, kata Hermono, mengatasinya dengan mengerahkan aparat penegak hukum menangkap calo yang diduga terlibat perdagangan manusia.

Selain itu, pemerintah membuat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia yang disahkan pada November 2017.

Pekerja Migran Pemerintah mengeluarkan UU Nomor 18 Tahun 2017 yang ditujukan untuk memberikan perlindungan yang lebih besar kepada pekerja migran asal Indonesia. (Getty Images)

"Salah satu yang kita tangani adalah soal calo ini... dalam UU disebutkan peran perekrutan calon pekerja migran menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, mulai dari desa hingga ke tingkat kabupaten atau kota," kata Hermono.

"Mereka diharapkan bisa menggantikan peran calo ... selain itu akan ada proses hukum bagi aparat pemerintah yang diduga terlibat atau memfasilitasi perdagangan manusia," tambahnya.

Film 'Impian Negeri Berkabut' antara lain didanai oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA).

Vannetia Danes -deputi bidang Perlindungan Hak Perempuan di KPPA- kepada kantor berita Reuters mengatakan film diharapkan bisa mencegah kaum perempuan menjadi korban perdagangan manusia.

Tidak diketahui secara pasti jumlah korban perdagangan manusia dari Indonesia.

Yang pasti ratusan ribu warga Indonesia bekerja di sejumlah negara. Data Organisasi Buruh Internasional menunjukkan hampir setengah dari 53 juta pekerja domestik berasal dari Asia.

Negara tujuan pekerja migran Indonesia antara lain adalah negara-negara di Timur Tengah, Singapura, Malaysia, Taiwan, dan Hong Kong.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed