DetikNews
Senin 05 Maret 2018, 13:40 WIB

China Ancam Pembalasan Jika Trump Lancarkan Perang Dagang

BBC World - detikNews
China Ancam Pembalasan Jika Trump Lancarkan Perang Dagang Presiden AS Donald Trump bersalaman dengan Presiden Cina, Xi Jinping, di Beijing, November 2017 lalu. (AFP/Getty Images)
Beijing - China menyatakan tidak ingin terlibat perang dagang dengan Amerika Serikat, namun negara tersebut tidak akan tinggal diam jika ekonomi merekadicederai Presiden ASDonaldTrump.

Dalam pernyataannya pada Kamis (01/03), Trump menegaskan impor baja akan dikenai tarif pajak sebesar 25% dan impor aluminium sebesar 10%.

Trump juga mengancam bakal menerapkan pajak terhadap mobil-mobil buatan Uni Eropa. Menurutnya, "perang dagang itu baik".

Zhang Yesui, juru bicara Kongres Rakyat Cina, mengatakan wajar bahwa "sejumlah gesekan akan terjadi" antara AS dan Cina mengingat volume perdagangan kedua negara menembus US$580 miliar tahun lalu.

Meski demikian, kata Zhang, Cina akan mengambil "langkah-langkah sepatutnya" jika kepentingannya dicederai.

https://twitter.com/realDonaldTrump/status/969991653393039361

Apa yang diinginkanTrump?

Sebelumnya, Trump telah mengecam "defisit perdagangan tahunan sebesar US$800 miliar karena kesepakatan dan kebijakan dagang kita 'sangat bodoh'."

Kemudian dia menyatakan bakal menerapkan pajak impor baja dan aluminium. Hal itu diikuti oleh ancaman terhadap mobil-mobil buatan Uni Eropa.

Pada Januari, dia telah mengumumkan pajak impor panel surya dan mesin cuci.

A chart shows the top steel importers to US: Canada, EU, South Korea, Mexico, Brazil, Japan, Taiwan, China, Russia, Turkey
BBC


Aksi balasan

Kepala perdagangan Uni Eropa dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk menerapkan pajak sebesar 25% terhadap sekitar impor AS senilai US$3,5 miliar. Produk-produk yang dikenai pajak berupa jins Levi's, motor Harley-Davidson, dan wiski Bourbon.

Brasil, Meksiko, dan Jepang juga menyatakan akan mempertimbangkan aksi balasan apabila Trump benar-benar mewujudkan rencananya pekan depan.

Apakah perang dagangTrump memperoleh dukungan?

Sejumlah tokoh Partai Republik telah mempertanyakan kearifan dari rencana pemberlakuan pajak. Karena itu, mereka mendesak Trump untuk mempertimbangkan ulang rencananya.

Senator Orrin Hatch mengatakan warga Amerika harus menanggung jika negara-negara lain membalas AS.

Senator Ben Sasse mengamini bahwa "aksi proteksionisme ala abad ke-18 akan mendongkrak kenaikan harga yang berdampak pada keluarga-keluarga Amerika."

baja Rencana Trump untuk memberlakukan pajak impor baja diprediksi justru bakal merugikan masyarakat AS. (AFP/Getty Images)

Sejumlah kelompok pengusaha, seperti Asosiasi Pembuat Motor dan Peralatan AS, juga mengemukakan kekhawatiran mereka.

Akan tetapi, para pekerja industri baja di Pennsylvania dan Indiana diprediksi bakal menyambut baik rencana Trump.

ApakahTrump benar soal ketimpangan perdagangan?

AS mengimpor baja dari lebih 100 negara. Secara jumlah, AS mendatangkan baja empat kali lebih banyak dari yang diekspor.

Sejak 2000 industri baja AS telah terpuruk yang ditandai kemerosotan produksi dan jumlah karyawan.

AS merupakan pasar ekspor bagi industri mobil Uni Eropa. Secara keseluruhan, pada 2016, 25% dari 192 miliar euro yang dihasilkan industri mobil Uni Eropa didapat dari AS (Cina menempati peringkat kedua dengan 16%).




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed