DetikNews
Kamis 01 Maret 2018, 05:05 WIB

Tangis dan Cemas Murid saat kembali ke Lokasi Penembakan Florida

BBC World - detikNews
Tangis dan Cemas Murid saat kembali ke Lokasi Penembakan Florida AFPPara murid Marjory Stoneman Douglas High School kembali masuk sekolah dengan tangis, kecemasan, namun juga bersemangat.
Florida - Diwarnai tangis, kecemasan, dan juga semangat, para muridMarjoryStonemanDouglasHighSchool kembali ke sekolah tempat penembakan yang menewaskan 17 rekan mereka dua pekan lalu.

Puluhan polisi menyapa 'Selamat Pagi' kepada murid yang berdatangan sementara sejumlah alumni dan warga sekitar sengaja datang untuk memperlihatkan dukungan.

Beberapa warga memberikan bunga kepada para murid sementara polisi membawa spanduk yang bertuliskan dukungan kepada sekitar 3.000 murid sekolah.

Barisan wartawan juga ikut meramaikan dibukanya kembali sekolah tersebut, Rabu (28/02).

Lyliah Skinner, siswa yang berusia 16 tahun, sebelum meninggalkan rumahnya untuk menuju sekolah mengatakan kepada BBC: "Kami tidak akan belajar banyak hari ini, semuanya untuk penyembuhan."

Dia juga mengaku cemas karena 'takut kalau akan terjadi lagi (penembakan). Dia kemudian menyebut beberapa murid yang tidak akan datang kembali, termasuk Joaquin Oliver, yang duduk di kursi di depan di kelasnya.

Florida, sekolahReutersPolisi membawa spanduk untuk mendukung para murid.

Sementara David Hogg, yang menjadi pegiat anti-senjata api, juga mengaku tidak tenang: "Amat sulit untuk memikirkan yang terjadi dua pekan lalu."

"Bayangkan berada dalam sebuah pesawat yang mengalami kecelakaan dan kembali ke pesawat yang sama, kembali dan kembali lagi, dan mengharapkan belajar dan bertindak seperti tidak ada yang salah," jelasnya kepada NBC News.

Florida, sekolahReutersBeberapa murid masuk sekolah dengan rasa cemas.

Sedang Lauren Hogg, kepada CNN mengaku ketakutan 'kembali ke dalam kelasnya dan melihat kursi kosong tempat teman-temannya dulu duduk'.

Namun banyak juga siswa yang datang dengan penuh semangat untuk memperlihatkan tekad tidak dikalahkan oleh penembakan tanggal 14 Februari lalu.

Pada Hari Valentine tersebut, seorang mantan murid berusia 19 tahun, Nikolas Cruz, memasuki sekolah dan melepas tembakan dengan menggunakan senapan semiotomatis AR-15 hingga menewaskan 14 murid dan tiga staf sekolah.

Florida, sekolahReutersWarga sekitar menyatakan dukungannya, antara lain dengan memberikan bunga kepada para murid Marjory Stoneman Douglas High School.

Insiden penembakan ini memicu kritik karena FBI dan polisi setempat tidak menindaklanjuti beberapa petunjuk tentang Cruz yang berbahaya dan polisi bersenjata yang berada di sekolah tidak langsung bertindak saat penembakan terjadi.

Gedung 12 di sekolah, tempat berlangsung penembakan, masih tetap ditutup sampai waktu yang belum ditentukan.

Kegiatan sekolah di hari pertama pembukaan kembali lebih untuk menghubungkan kembali sesama murid maupun juga dengan guru serta untuk mengungkapkan perasaan mereka.

Polisi bersenjata 'cuma diam' di luar gedung saat para siswa ditembaki di sekolah itu

Sementara itu anggota parlemen daerah Florida akan segera mengkaji rancangan undang-undang terkait dengan senjata api, yang membutuhkan pengesahan mereka dan Gubernur Rick Scott.

Saah satu pembatasan dalam RUU adalah ditingkatkannya umur untuk membeli senapan laras panjang dari 18 tahun menjadi 21 tahun serta wewenang lebih besar bagi polisi untuk menyita senjata api dari orang yang menderita gangguan jiwa.

Sementara itu ada pula program sukarela sebesar US$67 juta atau sekitar Rp920 miliar guna mempersenjatai staf sekolah, termasuk guru, untuk menjamin mereka mendapat pelatihan dari aparat penegak hukum serta izin membawa senjata rahasia di kampus, seperti dilaporkan koran New York Times.




(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed