Sebuah komedi di acara Imlek terbesar di televisi China menjadi bulan-bulanan kecaman dan tuduhan rasisme.
Dalam sebuah komedi yang rutin diselenggarakan untuk merayakan hubungan China-Afrika, seorang aktris Asia muncul dengan muka hitam dan dengan pantat buatan yang besar.
Menggunakan riasan untuk tampak sebagai orang kulit hitam - hal yang dikenal sebagai blackface - dipandang oleh banyak orang sebagai tindakan ofensif.
Acara variety show media pemerintah ini luar biasa populer, ditonton oleh hingga 800 juta pemirsa.
- Tampilkan pelawak Jepang yang wajahnya diwarnai hitam, acara TV sulut kemarahan
- Dikecam karena foto Zayn Malik dan Sadiq Khan di Black History Month
- Rasisme di sepakbola: Griezmann minta maaf, Sterling jadi korban pidana kebencian
Beberapa pengamat mengatakan, insiden ini tidak dimaksudkan untuk menyinggung orang-orang Afrika.
Namun, ini bukan kali pertama acara hiburan China menimbulkan kontroversi terkait penggambaran mereka tentang etnis lain.
CCTV's racist show during Spring Gala shook me and made me so ashamed of China and my people. They literally had blackface on stage, had an African actor to play a monkey and a African actress yelling "I love China!" Racism is global y'all...
β Huizit (@iamHuizit) February 16, 2018
ugh the sketch on Africa during the @CCTV Spring Festival Gala (possibly the most watched show in the world) was cringeworthy at best, completely racist at worst. It's Africa, so bring out tribal dancers & animals? And was that a Chinese woman in blackface with a fake posterior?
β Parthepan (@KTParthepan) February 15, 2018
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acara ini diperkirakan merupakan program hiburan yang paling banyak ditonton di muka bumi.
- Video 'Bila mau menang harus putih' di Thailand ditarik
- Ibu Aborigin terbitkan foto anaknya dengan wajah putih
- Snapchat menuai kontroversi karena filter wajah 'rasis'
Hiburan dimulai dengan penampilan sekelompok penari Afrika dalam pakaian 'adat' dan orang-orang yang muncul sebagai zebra, jerapah, singa dan antelope. Ini kemudian diikuti oleh sketsa komedi tentang seorang perempuan muda kulit hitam meminta seorang pria China untuk berlagak sebagai suaminya saat bertemu ibunya.
Sementara perempuan muda dimainkan oleh aktris kulit hitam, ibunya tampak dimainkan aktris Asia yang dirias menjadi bermuka hitam, mengenakan pakaian tradisional lengkap dengan pantat palsu yang besar.
Dia berjalan-jalan di atas panggung membawa nampan berisi buah di kepalanya dan diiringi oleh aktor dengan kostum monyet, membawa keranjang di punggungnya.
Acara itu untuk merayakan kerja sama China-Afrika, dengan menunjukkan betapa banyak orang Afrika mendapatkan keuntungan dari investasi China dan betapa berterima-kasihnya mereka terhadap Beijing. Pada satu adegan, tokoh ibu Afrika tersebut berseru tentang betapa dia mencintai China.
Sejak beberapa tahun terakhir China meningkatkan investasi ke banyak negara Afrika. Sketsa ini berlatar proyek kereta api Nairobi-Mombasa.











































