DetikNews
Kamis 08 Februari 2018, 12:17 WIB

Jelang Olimpiade Musim Dingin di Korsel, Korut Gelar Parade Militer

BBC World - detikNews
Jelang Olimpiade Musim Dingin di Korsel, Korut Gelar Parade Militer Pertunjukan kendaraan lapis baja menjadi bagian dari parade militer Korea Utara di masa lalu. (Getty Images)
Pyongyang - Sehari menjelang pembukaanOlympiade Musim Dingin di Korea Selatan, Kamis (8/2) ini Korea Utara menggelar parade militer tahunan yang seharusnya baru dilangsungkan bulan April mendatang.

Korea Utara berencana menyelenggarakan parade militer, satu hari sebelum Olimpiade Musim dingin di Korea Selatan dibuka.

Parade tahunan tersebut, yang memperingati pembentukan angkatan bersenjata Korea Utara, sejak 40 tahun ke belakang selalu diadakan pada bulan April.

Akan tetapi, media pemerintah mengumumkan pada awal tahun ini bahwa waktu acara diubah menjadi tanggal 8 Februari.

Korea Utara menampik kritik terhadap rencana itu, dan berkilah bahwa tidak ada yang berhak mempermasalahkan urusan ini.

"Adalah suatu kebiasaan dan hal yang wajar bila negara manapun di dunia menyikapi pembentukan militernya dengan sangat serius dan merayakannya dengan acara besar-besaran," tulis surat kabar milik Partai Pekerja yang berkuasa, Rodong Sinmun.

Amerika Serikat menyerukan agar parade tersebut tidak dilaksanakan, dan mengatakan bahwa Korea Utara seharusnya fokus pada Olimpiade.

Parade militer
Pyongyang memang biasa mengadakan parade militer massal. (Getty Images)

Pengamat memperkirakan Korea Utara akan memamerkan rudal jarak jauhnya.

Beberapa pejabat pemerintahan Korea Selatan mengatakan sekitar 13.000 pasukan dan 200 peralatan militer telah terlihat di dekat bandara Pyongyang, dalam apa yang tampak seperti gladi resik.

Mengirim isyarat

Perayaan tahun ini akan menandai ulang tahun ke-70 Tentara Rakyat Korea.

Pasukan militer Korea Utara itu memang didirikan pada 8 Februari 1948, namun Pyongyang selalu menyelenggarakan perayaan militer menandainya pada 25 April.

Menurut Profesor Robert Kelly dari Universitas Busan, keputusan Pyongyang untuk menggelar parade militer lebih awal didorong motif politik.

"Acaranya akan besar-besaran, dan diadakan sehari sebelum Olimpiade itu mengirim semacam isyarat," ujarnya.

Bahwa, "kendati Korea Selatan bisa mengundang orang-orang asing ke negeri mereka (untuk) acara yang besar, damai, dan seru, dengan perhatian dari seluruh dunia semua orang tetap perlu memperhatikan (Korea Utara)."

Bagaimanapun, ketua panitia Olimpiade Pyeongchang mengatakan bahwa parade tersebut tidak akan berdampak pada 'dinamika' Pertandingan Olimpiade.

Lee-Hee-beom menambahkan bahwa seluruh 193 negara anggota PBB, termasuk Korea Utara, telah mendukung Resolusi Gencatan Senjata selama Olimpiade (Olympic Truce) untuk Olimpiade Musim Dingin, yang diadakan di kota Pyeongchang, Korea Selatan.

Berdasarkan perjanjian tersebut, yang dimulai tujuh hari sebelum pembukaan Olimpiade Musim Dingin dan berlaku sampai tujuh hari setelah penutupan Paralimpiade Musim Dingin, semua negara anggota PBB diwajibkan untuk menghentikan permusuhan.

Olimpiade Musim Dingin akan berlangsung dari tanggal 9 sampai 25 Februari di Pyeongchang, Korea Selatan.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed