DetikNews
Selasa 06 Februari 2018, 15:30 WIB

Pilot Rusia Ledakkan Granat Agar Tak Ditangkap Pemberontak Suriah

BBC World - detikNews
Pilot Rusia Ledakkan Granat Agar Tak Ditangkap Pemberontak Suriah
Moskow - Puing-puing pesawat
Foto yang disebut menunjukkan puing-puing pesawat Sukhoi yang jatuh di Idlib. (EPA)

Media Rusia memuji seorang pilot yang tewas di Suriah sebagai pahlawan, dan melaporkan bahwa ia meledakkan granatnya sendiri supaya tidak ditangkap para pejihad yang menembak jatuh pesawatnya.

Roman Filipov dilaporkan mengucap kata-kata terakhir: "Ini untuk kawan-kawan saya."

Pesawat tempur Sukhoi-25 yang ia terbangkan ditembak jatuh di provinsi Idlib yang dikuasai pemberontak. Ia selamat dari serangan itu dan melepas kursi lontar, namun akhirnya tewas dalam pertempuran di darat.

Kelompok Hayat Tahrir al-Syam, yang dulunya berafiliasi dengan al-Qaeda, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

TV Zvezda, yang dikendalikan kementerian pertahanan, melaporkan bahwa Roman Filipov mendapat penghargaan anumerta berupa medali Pahlawan Rusia, yang juga dikenal dengan sebutan Bintang Emas.

Dilaporkan bahwa Filipov sempat memberi tahu atasannya bahwa ia dihantam rudal, sebelum melontarkan diri keluar pesawat.

BBC belum bisa memverifikasi secara independen apa yang dikatakan Filipov saat itu atau bagaimana informasi ini didapatkan.

Lembaga Pemantau Hak Asasi Suriah, yang berbasis di Inggris, sebelumnya mengatakan bahwa pasukan pemberontak menangkap sang pilot dan kemudian membunuhnya.

Pemerintah Suriah, dengan dukungan kekuatan udara Rusia, melancarkan serangan besar-besaran terhadap kelompok pemberontak di Idlib pada bulan Desember.

Serangan udara di wilayah itu semakin gencar pada hari Minggu, dan dilaporkan menewaskan sekitar 20 orang, sehari setelah pesawat Filipov ditembak jatuh.

Sembilan orang juga dirawat karena kesulitan bernafas setelah bom yang diyakini berisi klorin dijatuhkan di kota Saraqeb.

Apa lagi yang kita ketahui tentang insiden ini?

Sukhoi-25, jet tempur antigerilya Rusia, beroperasi di atas kota Maasran di Idlib.

Selama 24 jam terkahir, Rusia melancarkan puluhan serangan udara di area tersebut, kata lembaga-lembaga pemantau pada hari Senin (05/02).

Serangan udara
Hayat Tahrir al-Syam, yang pernah dikaitkan dengan al-Qaeda, mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap pesawat Rusia. (EPA)

Video yang diunggah ke media sosial menunjukkan pesawat jet itu ditembak dan seketika terbakar, sebelum jatuh ke tanah.

Sementara video dari darat menunjukkan puing-puing pesawat dengan bintang merah di bagian sayap.

Menteri pertahanan Rusia mengatakan: "Pilot punya cukup waktu untuk melaporkan bahwa ia mendarat di wilayah yang dikuasai militan."

"Dalam pertempuran dengan teroris, pilot itu terbunuh."

Siapa yang menembak pesawat itu?

Dalam pernyataan yang dirilis di media sosial, kelompok Hayat Tahrir al-Syam mengklaim mereka menembak pesawat Rusia dengan menggunakan meriam rudal portabel.

Kelompok tersebut mengatakan pesawat itu sedang menjalankan serangan udara di kota terdekat, Saraqeb.

Hayat Tahrir al-Syam telah beroperasi di wilayah Idlib selama bertahun-tahun dengan nama yang berbeda-beda.

Seberapa sering peristiwa seperti ini terjadi?

Sangat jarang. Bisa jadi ini pertama kalinya pasukan pemberontak menembak pesawat tempur Rusia sampai jatuh sejak Moskow memulai operasi militer di Suriah pada September 2015. Namun pasukan pemberontak pernah menembak jatuh satu helikopter pada 2016.

Sekitar 45 personel militer Rusia tewas di Suriah, ditambah para kontraktor yang jumlahnya tidak diketahui.

Pada 2016, seorang perwira Rusia diberi penghargaan anumerta Pahlawan Rusia setelah terbunuh dalam pertempuran melawan ISIS.

Apa yang sedang terjadi diIdlib?

Wilayah ini dimaksudkan sebagai "zona de-eskalasi", sesuai kesepakatan dengan Turki, Rusia, dan Iran. Namun pertempuran mengalami eskalasi pada bulan November dan pemerintah Suriah melancarkan serangan besar-besaran di sana pada Desember.

Hayat Tahrir al-Syam adalah lawan utamanya.

PBB mengatakan sekitar 100.000 warga menjadi terlantar akibat pertempuran.

Terdapat 2,65 juta orang di bagian barat laut Suriah secara keseluruhan, menurut PBB, dan 1,16 juta dari mereka adalah pengungsi berstatus orang terlantar di negeri sendiri.

Apakah ini satu-satunya pertempuran di barat laut Suriah?

Tidak. Turki meluncurkan operasi militer pada 20 Januari yang disebut "Ranting Zaitun", bertujuan menyingkirkan militan Kurdi dari Afrin, yang berada di barat laut Aleppo.

Militer Turki mengatakan tujuh tentara Turki tewas dalam pertempuran pada hari Sabtu, termasuk lima orang yang tewas ketika mereka diserang oleh milisi Kurdi YPG (Unit Perlindungan Rakyat).

Angka tersebut merupakan korban jiwa terbanyak bagi pihak Turki dalam satu hari sejak operasi militer dimulai.

Kelompok Kurdi di Suriah juga bereaksi dengan amarah terhadap video yang menunjukkan jasad seorang petarung Kurdi perempuan yang tewas di pertempuran.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed