DetikNews
Kamis 01 Februari 2018, 08:48 WIB

Turis Indonesia ke Turki Terbanyak Dibandingkan Negara ASEAN Lain

BBC Indonesia - detikNews
Turis Indonesia ke Turki Terbanyak Dibandingkan Negara ASEAN Lain Jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Turki, termasuk ke Istanbul, mencapai 32,4 juta orang sepanjang 2017. (EPA)
Ankara - Jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Turki mencapai lebih dari 85.000 orang pada 2017, naik hampir dua kali lipat dibandingkan 2016.

Angka tersebut merupakan bagian dari 32,4 juta wisatawan asing yang berkunjung ke Turki sepanjang 2017, menurut data yang dikeluarkan oleh Kementerian Pariwisata Turki, hari Rabu (31/01).

Di antara negara-negara Asia Tenggara, Indonesia adalah penyumbang wisatawan asing terbesar bagi Turki pada 2017, diikuti oleh Filipina dengan 63.200 orang, Malaysia dengan 61.100 orang, Thailand dengan 30.700 orang dan Singapura dengan 17.500 orang.

Pada 2016 jumlah warga negara Indonesia yang berkunjung ke tempat-tempat wisata di Turki adalah 47.200 orang.

"Kami mencatat kenaikan 70% pemesanan dari biro perjalanan asing (untuk tahun 2017). Kami berharap rekor ini pecah pada tahun 2018," kata Numan Kurtulmus, menteri pariwisata Turki.

Salah satu wisatawan asal Indonesia yang berkunjung ke Turki tahun lalu adalah Rhevy Adriade Putra.

Bagi Rhevy, nuansa sejarah Islam yang kental menjadi daya tarik utama mengapa ia dan keluarganya memutuskan berkunjung ke Turki.

"Kita bisa menelusuri sejarah peradaban Islam," kata Rhevy.

Hal lain yang membuatnya memilih Turki adalah soal kemudahan mendapatkan visa.

Sempat anjlok karena kudeta

Pengunjung hanya perlu mendaftar secara online, membayar biaya dan kemudian mencetaknya sendiri. "Mudah dan relatif murah," kata Rhevy yang kini mengambil program doktoral ilmu politik di London.

Istanbul Kunjungan wisatawan turun pada 2016 setelah terjadi kudeta militer yang gagal. (Getty Images)

Program umrah yang digandengkan dengan perjalanan ke Turki juga dinilai mendorong kenaikan angka wisatawan Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir makin banyak biro perjalanan di Indonesia yang menawarkan paket umrah plus kunjungan ke Turki.

Angka kunjungan wisatawan asing ke Turki sempat anjlok pada 2016 ketika terjadi kudeta militer yang gagal.

Selain itu pada tahun tersebut sempat ada gangguan hubungan diplomatik Rusia-Turki setelah militer Turki menembak jatuh pesawat Rusia, yang membuat kunjungan wisatawan asing anjlok menjadi 25,3 juta orang.

Padahal pada 2015, angka kunjungan wisatawan asing mencapai tak kurang dari 36,2 juta orang.

Kenaikan kunjungan wisatawan asing pada 2017 membuat Turki meraup pemasukan tak kurang dari US$26 miliar atau hampir Rp348 triliun.

Menurut data Kementerian Pariwisata Turki, Rusia tercatat sebagai pengirim terbesar wisatawan asing, yang jumlahnya mencapai 4,72 juta orang. Ini dimungkinkan seiring dengan membaiknya hubungan antara kedua negara.

Penyumbang terbesar kedua adalah Jerman dengan 3,5 juta wisatawan disusul oleh Iran dengan 2,5 juta wisatawan dan Georgia dengan 2,4 juta wisatawan.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed