DetikNews
Kamis 11 Januari 2018, 17:48 WIB

Koala Ditemukan Mati Dipaku ke Tiang, Masyarakat Australia Marah

BBC Magazine - detikNews
Koala Ditemukan Mati Dipaku ke Tiang, Masyarakat Australia Marah
Queensland -

Organisasi kesejahteraan hewan Australia sedang menyelidiki kematian tragis seekor koala yang ditemukan dalam kondisi dipaku pada tiang kayu sebuah bangunan.

Tindakan yang dianggap keji ini menimbulkan kemarahan masyarakat Australia setelah foto koala itu menyebar di media sosial. Sebagian di antara mereka menganggapnya sebagai tindakan orang yang "sakit".

Para aktivis organisasi kesejahteraan hewan (RSCPA) Australia menemukan koala itu dipaku pada tiang bangunan pos yang terbuat dari kayu di sebuah lokasi wisata di Queensland pada Rabu.

Pelakunya bisa menghadapi tuduhan melakukan tindakan kejam terhadap hewan jika terbukti, kata RSPCA.

Belum diketahui penyebab kematian koala itu, tetapi pada bulunya yang kusut ditemukan bercak darah dan di depannya digantung makanan kesukaannya, yaitu daun eukaliptus.

"Ini tindakan orang sakit, saya muntah melihatnya," kata Murray Chambers, aktivis organisasi penyelamat koala Queensland, kepada BBC.

"Saya sudah bekerja selama 10 tahun dan saya tidak pernah melihat kekejian seperti ini," katanya.

Organisasi tersebut mengunggah foto koala itu dalam Facebook, yang kemudian melahirkan gelombang kemarahan, agar bisa membekuk siapa pelakunya.

Salah-seorang diantaranya, Sandy Fiorentini, memberikan komentar: "Sebagai manusia, saya sangat sedih ada tindakan kejam seperti ini terhadap makhluk yang tak berdaya ... ini tindakan orang yang 'sakit'..."

Apakah koala itu masih hidup?

Lebh lanjut Chambers mengatakan koala itu kemungkinan tertabrak kendaraan roda empat.

Lokasi wisata dekat dengan jalan raya di Imbil, sekitar 120km utara kota Brisbane.

"Saya rasa ini mati karena tertabrak, tapi mengapa koala itu dipaku di tiang kayu bangunan itu?" katanya.

"Dan apakah dia masih hidup ketika mereka memakunya?"

Koala itu ditemukan dalam kondisi terpaku pada tiang sebuah bangunan, demikian laporan media setempat.

RSPCA telah meminta koala itu otopsi sebagai bagian dari upaya penyelidikan, kata juru bicaranya, Michael Beattie.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed