Buku Fire and Fury: Inside the Trump White House yang ditulis Michael Wolff akan diterbitkan pada Selasa pekan tetapi dipercepat menjadi Jumat (05/01) dan saat ini sudah dipasarkan.
Kuasa hukum Trump telah berupaya untuk menghalangi publikasi buku tersebut.
Trump mengatakan dia tidak memberikan akses ke Gedung Putih pada Wolff ataupun tidak berbicara dengan dia tentang buku tersebut, yang dia sebut "penuh dengan kebohongan, penggambaran yang keliru dan sumber yang tidak ada".
"Amati apa yang terjadi terhadap dia dan Sloppy Steve!" tulis Trump melalui Twitter.
- Tanggapi pengacara Presiden Trump, buku kontroversial Fire and Fury malah diriis lebih cepat
- 10 temuan heboh dalam buku baru mengenai Donald Trump
Sebelumnya dia mengatakan bahwa Bannon - yang dipecat pada Agustus lalu- telah "kehilangan akal" setelah kehilangan jabatan di Gedung Putih.
Buku yang mengutip keterangan staf utama Trump, Steve Bannon mengungkapkan pertemuan dengan sebuah kelompok dari Rusia dihadiri oleh putra Trump yang disebut sebagai "pengkhianat".
Penulis juga melukiskan Trump terkejut ketika mengetahui menang dalam pemilihan presiden.
I authorized Zero access to White House (actually turned him down many times) for author of phony book! I never spoke to him for book. Full of lies, misrepresentations and sources that don't exist. Look at this guy's past and watch what happens to him and Sloppy Steve!
β Donald J. Trump (@realDonaldTrump) January 5, 2018
Dalam sejumlah pernyataan,Bannon berulang kali mengatakan merujuk pada sebuah pertemuan diTrumpTower antara pejabat tertinggi dalam tim kampanyeTrump dan Rusia: "Mereka akan memecahkanDon Junior seperti sebuah telur di TV Nasional."
Dalam pertemuan, yang melibatkan anak tertua Trump, Donald Trump Jr, tengah diselidiki oleh Jaksa Khusus Robert Mueller sebagai bagian dari penyelidikan kemungkinan adanya kolusi antara pejabat kampanye Trump dan Rusia untuk memenangkan pemilu.
Trump membantah adanya kolusi dengan Rusia.
Dalam acara di radio Breitbart pada Rabu lalu, Bannon merespon kritik Trump dengan mengatakan dia merupakan "seorang yang hebat" dan dia mendukung dia "dari hari ke hari".
Setelah presiden bertemu dengan senator Republik di Ruang Oval untuk mendiskusikan masalah imigrasi pada Kamis (04/01) lalu, wartawan bertanya pada Trump jika mantan staf ahlinya telah mengkhianatinya. Trump mengatakan: "Saya tidak tahu, dia menyebut saya orang hebat tadi malam jadi dia dengan jelas mengubah nada bicaranya dengan sangat cepat."











































