Dalam konferensi pers di New York, Selasa (02/01), Haley mendakwa pemerintah Islamabad dengan melindungi teroris dan melakukan yang disebutnya sebagai permainan ganda.
"Pemerintah menahan bantuan US$ 255 juta (sekitar Rp 3,5 triliun) untuk Pakistan. Ada alasan yang jelas untuk ini: Pakistan melakukan permainan ganda selama bertahun-tahun. Mereka bekerja dengan kami dan juga melindungi teroris yang menyerang pasukan kami di Afghanistan."
Pernyataan Haley ini muncul sehari Presiden Donald Trump lewat pesan Twitter menuduh Pakistan berbohong dan melindungi teroris.
- Donald Trump sebut Amerika bodoh karena ditipu hampir Rp450 triliun oleh Pakistan
- Trump ancam negara-negara pendukung resolusi PBB tentang Yerusalem
- Pakistan minta bantuan Facebook untuk lawan penistaan agama

Di Pakistan, para pengunjuk rasa membakar bendera Amerika Serikat dan poster bergambar Trump, seperti di kota Quetta ini. (EPA)
"Amerika Serikat dengan bodohnya telah memberi Pakistan lebih dari US$ 33 miliar dalam bentuk bantuan selama 15 tahun terakhir dan mereka tidak memberikan apa-apa, kecuali kebohongan dan penipuan, berpikir para pemimpin kita bodoh," cuit Trump.
Di Pakistan marak aksi unjuk rasa dengan membakar bendera Amerika Serikat dan seorang pemimpin pengunjuk rasa di Karachi menyebut komentar Trump itu menghina peran Pakistan dan kerja sama dengan AS.
The United States has foolishly given Pakistan more than 33 billion dollars in aid over the last 15 years, and they have given us nothing but lies & deceit, thinking of our leaders as fools. They give safe haven to the terrorists we hunt in Afghanistan, with little help. No more!
β Donald J. Trump (@realDonaldTrump) January 1, 2018
Sementara Perdana Menteri Shadid Khaqan Abbasi sudah memimpin rapat Dewan Keamanan Nasional untuk membahas tanggapan atas pesan Presiden Trump di Twitter tersebut.
Dalam pernyataan usai rapat selama hampir tiga jam, Dewan Keamanan Nasional Pakistan tidak menyebut Trump saat mengungkapkan 'kekecewaan mendalam' atas banyaknya komentar yang kritis dari para pejabat Amerika Serikat selama beberapa bulan terakhir.
Di New York, Haley juga menjelaskan bahwa Presiden Trump siap untuk mengambil langkah berupa penghentian semua bantuan keuangan bagi Pakistan yang terus melindungi dan mendukung terorisme.
- Tersandung Panama Papers, PM Pakistan Nawaz Sharif mundur
- Pakistan kirim SMS minta warga tak sebar 'konten yang hina agama'
- Menikah lagi tanpa izin istri? Pria Pakistan diganjar enam bulan penjara
Penundaan bantuan keuangan Amerika Serikat ini ditempuh untuk memberi tekanan bagi Pakistan agar melakukan lebih banyak lagi dalam perang melawan terorisme,
Gedung Putih mengatakan akan memberi rincian lebih banyak lagi dalam waktu 24 jam hingga 48 jam mendatang.
(nvc/nvc)










































