DetikNews
Senin 01 Januari 2018, 09:15 WIB

Korea Utara Rayakan Ulang Tahun ke-100 Nenek Kim Jong-Un

BBC Magazine - detikNews
Korea Utara Rayakan Ulang Tahun ke-100 Nenek Kim Jong-Un
Jakarta -

Ulang tahun ke-100 "pahlawan perang" Kim Jong-suk saat ini dirayakan besar-besaran di Korea Utara.

Kim bukanlah seorang perempuan biasa, dia adalah istri pertama pendiri Korea Utara Kim Il-sung dan nenek pemimpin saat ini, Kim Jong-un.

Dia diyakini berasal dari keluarga petani miskin yang lahir di malam Natal pada tahun 1917, dan dikisahkan ikut bertempur dengan pasukan gerilya melawan pasukan Jepang pada 1930an.

Dia meninggal pada tahun 1949, saat masih berusia 31 tahun, dan berbagai catatan resmi negara itu menyebutkan kematiannya disebabkan kesulitan yang dialaminya sebagai pejuang gerilya.

Keahlian menembak yang bagus

Untuk menandai ulang tahun Kim yang ke-100, media Korea Utara menggambarkan perjuangannya dalam bahasa yang hiperbolik, seperti biasa.

Kim bukan hanya "wanita revolusioner yang luar biasa" dan "ibu revolusi yang suci", "keahlian menembaknya sangat bagus bahkan rekannya sesama penembak pun bisa menebak jumlah musuh yang terbunuh dengan menghitung sabuk kantong peluru yang kosong setelah pertempuran, "kata sebuah laporan di kantor berita KCNA yang dikelola pemerintah.

Korea Utara mengatakan telah merilis perangko-perangko baru, mencetak koin emas dan perak baru, dan mengadakan pertunjukan budaya untuk menghormatinya.

Satu laporan mengatakan "lebih dari 300.000 pegawai pemerintah, pekerja dari seluruh lapisan masyarakat, pemuda dan pelajar, orang Korea di luar negeri dan orang asing" mengunjungi tempat kelahirannya tahun ini.

Membesarkan Kim Jong-il

Namun, penghormatan kepada Kim Jong-suk tidak mencerminkan bagaimana negara itu memperlakukan rata-rata perempuan di sana.

Meski semakin banyak perempuan yang berperan sebagai pedagang dan pencari nafkah, dan ideologi Komunis negara tersebut mendukung kesetaraan gender, namun proporsi perempuan yang menduduki peran kepemimpinan puncak dalam organisasi negara sangatlah kecil.

Kim Yo-jong, saudara perempuan pemimpin Kim Jong-un, adalah satu-satunya anggota perempuan partai Politbiro yang berkuasa.

Di masyarakat Korea Utara yang sangat patriarki, peran kunci perempuan masih membesarkan keluarga.

Dengan kenyataan itu, media mencatat bahwa "perjuangan terbesar" Kim Jong-suk adalah "membesarkan Kim Jong-il sebagai pemimpin matahari terbit dan dengan demikian memberikan kehormatan tertinggi dan kebahagiaan kepada orang Korea Utara karena diberkati dengan para pemimpin agung dari generasi ke generasi".

Meski begitu, mengangkat senjata masih merupakan cobaan berat. Pada tahun 2015, pemerintah dilaporkan membuat wajib militer untuk perempuan dari usia 17 sampai 23 tahun. Salah seorang mantan tentara menggambarkan kondisi bagi perempuan di sana sangat memprihatinkan.

Dilaporkan oleh Pratik Jakhar




(nkn/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed