Marquis Teague dan Trahson Burrell naik pesawat itu pada malam Natal, dalam perjalanan menuju ke sebuah pertandingan basket.
- Kelebihan penumpang, seorang dokter diseret keluar pesawat
- Kelinci raksasa mati di pesawat, United Airlines kembali jadi sorotan
- Kutu busuk menyerang penumpang pesawat, British Airways minta maaf
Namun sebelum pesawat lepas landas, seorang awak kabin menuding dua pria tersebut telah mengambil selimut dari kabin kelas satu, dan mereka dipaksa keluar dari pesawat.
Terungkap kemudian, kedua pemain basket tersebut mendapat selimut karena diberi oleh penumpang lain.
It's 2017 and a Flight attendant for @AmericanAir sees 2 young black athletes with blankets from first class, his 1st comment is "did you steal them" how about you teach people to get the facts first before jumping to conclusions. π€#beingblackinamerican
β Darnell Lazare (@Dhouse35) December 24, 2017
Kedua pemain bola basket tersebut berkulit hitam, juga awak kabin yang mengusir mereka.
Baik Teague maupun Burrell , yang bermain untuk Memphis Hustle, tim di bawah naungan National Basketball Association, belum mengomentari insiden tersebut.
Namun asisten pelatih Hustle Darnell Lazere mencuit dalam Twitternya, mengungkapkan keyakinan bahwa insiden tersebut didorong oleh prasangka rasial.
Ketika awak kabin melihat dua orang kulit hitam membawa selimut dari kabin kelas satu, cuitnya, tanggapan pertama adalah 'Apakah kalian mencurinya?'
"Bagaimana kalau Anda mengajarkan untuk terlebih dahulu mendapatkan fakta-faktanya sebelum melompat pada suatu kesimpulan?" tambahnya.
Para pemain basket tersebut terbang dari Bandara Internasional Dallas-Fort Worth ke Sioux Falls, South Dakota dalam penerbangan yang dioperasikan oleh Envoy Air, anak perusahaan American Airlines.
Juru bicara American Airlines Joshua Freed mengatakan, pihak maskapai tengah mengkaji insiden tersebut.
Marquis Teague (kiri) and Trahson Burrell (kanan) belum memberikan komentar soal dikeluarkannya mereka dari pesawat. (Getty Images)
"Kami mohon maaf atas apa yang terjadi dalam penerbangan ini..... kami tahu bahwa dalam penerbangan ini kami membuat sejumlah pelanggan kami kecewa," katanya.
'Pola memprihatinkan'
Setelah peristiwa tersebut, Teague dan Burrell lantas diberi tiket kelas satu dan terbang ke tujuan akhir mereka dengan penerbangan selanjutnya.
Tim mereka memenangkan pertandingan di hari Natal melawan Sioux Falls Skyforce 131-115. Dalam pertandingan itu Burrel mencetak 15 angka dan Teague mencetak 11 angka.
Maskapai American Airlines sudah berkali-kali dituduh bias dalam cara menangani beberapa pelanggan.
Pada bulan Oktober, kelompok pegiat hak-hak sipil NAACP memperingatkan "sebuah pola kejadian yang memprihatinkan terus terjadi sebagaimana dilaporkan oleh penumpang keturunan Afrika-Amerika, khususnya di American Airlines".
Maskapai ini kemudian berjanji untuk memberikan pelatihan baru bagi 120.000 karyawan mereka.
(nvc/nvc)










































