DetikNews
Sabtu 16 Desember 2017, 09:04 WIB

Diblokir, Dana untuk Pelaku Pembunuhan Bermotif Jihad Cinta di India

BBC World - detikNews
Diblokir, Dana untuk Pelaku Pembunuhan Bermotif Jihad Cinta di India Terduga pembunuhan seorang pria Muslim muncul dalam sebuah video dan mengatakan bahwa aksinya adalah untuk "melindungi kehormatan orang-orang Hindu." (AFP)
New Delhi - Polisi memblokir rekening bank yang menampung pengumpulan dana solidaritas bagiShambuLal, seorang pria yang ditangkap atas tuduhan pembunuhan bermotif kebencian agama di negara bagianRajasthan, India.

Petugas mengatakan ada aliran dana sumbangan sekitar 270.000 rupee atau Rp 57 juta yang terkumpul rekening isteri Shambu Lal, sebelum mereka membekukannya.

Terkait dengan itu dua orang ditangkap karena menjalankan kampanye pengumpulan dana bagi keluarga Shambu Lal itu.

Shambu Lal, yang beragama Hindu, dituduh menyerang seorang pria Muslim dengan senjata tajam hingga tewas, dan mengunggah video serangan itu ke media sosial.

Anand Srivastava dari kepolisian mengatakan kepada BBC bahwa rekening bank istri Lal dibekukan "terkait dengan penyelidikan terhadap pembunuhan tersebut".

Srivastava juga mengungkapkan bahwa layanan internet dihentikan sementara di kota Rajsamand dan Udaipur untuk mencegah penyebaran video itu di media sosial.

Ia menambahkan bahwa Updesh Raana, satu dari dua orang pria yang ditangkap karena mengumpulkan sumbangan untuk Lal dan keluarganya, telah mengunggah "pesan-pesan yang menghasut" anti-umat Islam di media sosial.

India
Unjuk rasa kekerasan atas umat Muslim, yang meningkat beberapa waktu belakangan. (Getty Images)


Pria Muslim yang tewas dibunuh itu bernama Mohammad Afrajul, seorang pekerja migran Muslim yang tinggal di Rajasthan sejak lebih dari sepuluh tahun.

Dalam video susulan, Shambu Lal berkilah bahwa tindakannya tu untuk "melindungi kehormatan orang Hindu di hadapan orang Muslim".

Shambu Lal juga memperingatkan umat Islam, dengan mengatakan: "Inilah yang akan terjadi pada Anda jika Anda melakukan 'jihad cinta' di negara kami."

Istilah 'jihad cinta' digunakan di kalangan kelompok Hindu radikal, untuk menggambarkan pernikahan campuran Hindu Islam yang mereka tentang. Menurut mereka, pria-pria Muslim sengaja merayu para perempuan Hindu agar mereka berpindah agama.




(nvc/nvc)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed