Sean Sykes Jnr dua kali ditangkap oleh polisi di Kansas City, Amerika Serikat, untuk pidana pemilikan senjata gelap dan obat bius.
Dia sebelumnya dibebaskan setelah ditangkap bulan September lalu, namun November ini kembali ditangkap dan dikirim ke tahanan.
Menyusul penangkapan terakhir ini, muncul rincian baru yang eksplosif tentang bagaimana berakhirnya interogasi terhadap Sykes bulan September lalu.
- Pertengkaran di parlemen Kanada gara-gara 'kentut'
- Bau makanan, kaki, dan kentut: bagaimana menghadapinya?
- Mengapa kita harus mempelajari kentut?
Menurut surat kabar Kansas City Star, dalam laporan detektif yang bertugas disebutkan bahwa Sykes "duduk miring ke arah satu sisi kursinya dan melepaskan kentut yang berbunyi keras" saat diminta alamatnya oleh polisi dalam interogasi pada bulan September itu.
"Sykes terus menerus kentut, dan sayapun mengakhiri interogasi," tulis sang detektif setelah pulih dari peristiwa yang mengguncangkan itu.
Saat itu Sykes mengaku tak tahu apa pun tentang senjata dan obat bius yang ditemukan, dan ia pun dibebaskan tanpa dikenakan pidana. Namun ia ditangkap lagi bulan ini dengan tuduhan pidana terkait pemilikan senjata api ilegal dan kepemilikan kokain untuk dijual.
Laporan tentang interogasi yang eksplosif oleh masalah perut tersangka itu terungkap di pengadilan pekan lalu. (ita/ita)











































