Foto Gajah Terbakar Menangkan Penghargaan di India

Foto Gajah Terbakar Menangkan Penghargaan di India

BBC World - detikNews
Rabu, 08 Nov 2017 14:50 WIB
Foto Gajah Terbakar Menangkan Penghargaan di India
New Delhi - Foto yang menunjukkan dua ekor gajah dengan api di tubuh mereka mendapatkan penghargaan kompetisi fotografi satwa liar.

Karya fotografer Biplab Hazra ini memperlihatkan seekor gajah dewasa dan anak-anak berlari terpisah dari kawanan gajah lainnya untuk menyelamatkan diri di bagian timur India.

(Peringatan: Foto di bawah mengandung unsur kekerasan).

Saat mengumumkan penghargaan tersebut, majalah Sanctuary mengatakan "mereka sudah sering mengalami penyiksaan seperti ini".

Foto itu diambil di Bengal Barat, sebuah wilayah yang sering terjadi konflik antara manusia dan gajah.

Tidak jelas apa yang terjadi pada dua gajah tersebut. Adegan ini diabadikan oleh sang fotografer di distrik Bankura.

Kematian orang-orang yang disebabkan oleh kehadiran gajah-gajah di distrik ini acapkali menghiasi media.

Majalah Sanctuary juga menyertakan tulisan dalam foto tersebut, yang menjelaskan bahwa gambar ini menunjukkan adanya konflik antara gajah dan manusia.

Mereka menulis, "kerumunan orang" dengan sengaja mencemooh gajah yang berlari dari kawanannya. Mereka "menyiapkan bola api dan melemparkannya" kepada dua ekor gajah itu saat Biplab Hazra mengambil foto itu.

Sang fotografer masih ingat bagaimana anak gajah itu berteriak sambil "kebingungan" saat berupaya melarikan diri.

Bagi hewan-hewan yang sebenarnya cerdas dan lembut dan telah menjelajahi benua ini selama berabad-abad, mereka harus mengalami "hidup bagai di neraka," tambah Hazra.

Foto itu telah menarik perhatian banyak orang di media sosial.

Mainak Mazumder, yang tinggal di Bankura, mengatakan penduduk desa di lokasi gajah terbakar tersebut bertanggung jawab atas "perusakan habitat" dan "gajah telah menjadi korban dari penyiksaan manusia yang mengerikan.".

Namun dia berujar, gajah juga "mendatangkan malapetaka" dengan menghancurkan tanaman pangan, merusak lahan pertanian, dan telah "membunuh orang-orang yang tidak bersalah". (ita/ita)



Berita Terkait