Berbagai laporan menyebut akun para perempuan yang melaporkan beragam serangan seksual di situs tersebut diduga telah dihapus.
Beberapa pengguna mengatakan, andai saja unggahan-unggahan itu tidak dihapus, mereka bisa mencegah terjadinya serangan seksual terhadap perempuan lain.
Dalam sebuah pernyataan kepada Newsbeat BBC, situs wisata itu menyebutkan, "Kebijakan dan prosedur-prosedur kami telah berevolusi agar bisa memberikan informasi seperti ini kepada wisatawan lain dengan lebih baik."
- Unggah foto editan di facebook, seorang perempuan Kenya dapat dana liburan
- Email saat liburan dapat dihapus
- Hidup di negara tanpa liburan
Pihak TripAdvisor membantah ada benturan kepentingan menyangkut hubungan mereka dengan tujuan-tujuan wisata dengan keputusan tentang tulisan apa saja yang akan dihapus.
"Kami meminta maaf kepada korban kekerasan seksual, yang menuliskan pengalamannya melalui artikel tersebut, yang unggahannya dihapus tujuh tahun lalu di TripAdvisor," kata pernyataan tersebut.
"Pengalaman korban yang diserang pada saat liburan di Meksiko ini mengerikan dan para wisatawan lain harus tahu akan terjadinya peristiwa ini."
Pernyataan tersebut mengacu pada tulisan yang diunggah oleh Kristie Love, yang mengatakan bahwa dia diperkosa di sebuah resor di Meksiko pada tahun 2010.
Dia mengatakan diperkosa oleh seorang satpam saat mencari bantuan karena pintu kamarnya terkunci saat ia berada di luar.
Kristie, yang berasal dari Dallas, AS, menuturkan ia hanya menceritakan pengalamannya di dunia maya, karena tidak mendapat bantuan dari pihak resor, polisi setempat ataupun dari pengacara Amerika.
Namun, keluhannya tentang kejadian itu ditolak karena dianggap melanggar pedoman situs yang ramah keluarga.
Pihak TripAdvisor mengatakan mereka telah melunak terhadap berbagai kesaksian yang dituangkan di lamannya dan mengkaji website mereka sejak tahun 2010. (BBC)Perempuan lain yang mengaku diserang di tempat yang sama dengan yang dialami Kristie mengatakan, andai saja tulisan itu dipublikasikan secara online, mereka tidak akan mengunjungi resor tersebut.
Pihak TripAdvisor telah menerbitkan kembali tulisan Kristie, yang ditulis tujuh tahun yang lalu.
"Setiap pengalaman yang dialami langsung, semestinya bisa dimuat di laman kami, sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan konsumen lain yang mencari informasi mengenai tujuan perjalanan mereka."
Dalam sebuah pernyataan kepada Journal Sentinel, resor Iberostar Paraiso Maya mengatakan bahwa mereka "memberikan toleransi sama sekali terhadap segala jenis tindakan yang melanggar hukum atau tidak pantas".
Dilaporkan bahwa mereka mengklaim tak satu pun korban pemerkosaan itu memilih untuk melanjutkan kasus mereka.
(ita/ita)










































